ANGIN KENCANG SOLO : Rusak Berat, SD Wiropaten Belum Diperbaiki
Penjaga SDN Wiropaten 3 Pasar Kliwon membersihkan salah satu ruang kelas yang rusak akibat terjangan hujan dan angin kencang pada pertengahan Februari lalu. Hingga Sabtu (23/3/2013) sekolah itu belum diperbaiki. (Shoqib A/JIBI/SOLOPOS)
Penjaga SDN Wiropaten 3 Pasar Kliwon membersihkan salah satu ruang kelas yang rusak akibat terjangan hujan dan angin kencang pada pertengahan Februari lalu. Hingga Sabtu (23/3/2013) sekolah itu belum diperbaiki. (Shoqib A/JIBI/SOLOPOS)

SOLO—SDN Wiropaten 3 Pasar Kliwon, Solo yang rusak berat akibat terjangan hujan dan angin kencang pada pertengahan Februari lalu hingga saat ini belum diperbaiki. Padahal, bencana itu  menyebabkan empat ruang kelas tidak bisa digunakan dan siswa terpaksa digabung di kelas lain.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Sabtu (23/3/2013) pagi, kondisi rusak parah ada pada ruang kelas II, III dan IV yang terletak di lantai II sekolah setempat. Sementara ruang kelas V yang juga terletak di lantai II tidak mengalami kerusakan berarti.

Hujan deras disertai angin kencang Februari lalu memang menghancurkan genteng yang terbuat asbes. Selain itu, asbes yang hancur juga menyebabkan plafon jebol dan rawan ambrol. Akibatnya, tiap kali hujan deras ruang kelas yang ada di lantai II itu selalu kemasukan air. Hal itu menyebabkan penjaga sekolah setempat selalu membersihkan ruang kelas supaya tidak merembes ke lantai I.

Untuk menjaga keamanan, pembelajaran siswa kelas II, III, IV dan V digabung di kelas I dan VI yang ada di lantai I. Secara rinci, kelas II, III dan IV digabung di kelas I, sedangkan kelas V digabung di kelas VI. Beberapa kelas itu bisa digabung karena jumlah siswa yang tidak terlalu banyak.

Meski demikian, digabungnya beberapa kelas menjadi satu membuat siswa merasa tidak nyaman saat belajar. Salah satu siswa kelas IV, Fara Enova, mengaku kelasnya menjadi ruang yang paling parah dibandingkan kelas lain. “Jadi tidak bisa konsentrasi saat belajar karena kelasnya dicampur. Di kelas itu sampai ada tiga guru,” kata siswa berusia 10 tahun itu kepada Espos, Sabtu (23/3).

Dia juga mengetahui kelasnya rusak karena terkena hujan deras yang disertai angin kencang Februari lalu. Menurutnya, guru tidak memperbolehkan siswa untuk naik ke lantai II karena dianggap berbahaya. “Guru selalu bilang supaya tetap bersabar. Saya ingin ruang kelas kami diperbaiki lagi, sehingga bisa belajar di kelas masing-masing tanpa terganggu kelas lain,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SDN Wiropaten 3 Pasar Kliwon belum bisa dihubungi sampai Sabtu sore. Guru sekolah setempat juga tidak berani memberikan keterangan terkait masalah itu.

Sebelumnya, salah satu orangtua siswa SD Wiropaten 3 Pasar Kliwon, Yulianto, mengeluhkan kondisi ruang kelas yang menjadi tempat belajar anaknya. Dia mengkhawatirkan keamanan anaknya dan siswa yang belajar di sekolah itu. “Sebenarnya bangunannya masih kokoh, tetapi genteng yang terbuat dari asbes dan plafon banyak yang rusak akibat hujan deras dan angin kencang bulan lalu,” katanya saat dihubungi  Espos, Kamis (21/3).

Sebagai orangtua, dia merasa prihatin dengan kondisi sekolah itu. Apalagi, anaknya juga harus belajar bercampur dengan siswa dari kelas yang lain. Dia berharap pemerintah segera melakukan tindakan untuk memperbaiki SDN Wiropaten 3 Pasar Kliwon.

Diregrouping

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) dan Anak Usia Dini (AUD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo, Supraptiningsih, menegaskan SDN Wiropaten 3 Solo sudah ditinjau kerusakannya setelah diterjang angin kencang dan hujan deras bulan lalu. “SD Wiropaten 3 Pasar Kliwon itu sudah ditata dan sudah kami tinjau. Sekolah itu malah akan kami regrouping dengan dua sekolah lain,” kata Prapti, sapaan akrabnya, saat ditemui Espos, di ruang kerjanya, Sabtu.

Dua sekolah yang lain itu yakni SDN Wiropaten 1 dan SDN Wiropaten 2 Pasar Kliwon. Sebab, ketiga sekolah memang berdekatan dan masih dalam satu kompleks.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho