Tutup Iklan
ANGIN KENCANG SOLO : Korban Bencana Diminta Sabar
Angin kencang yang menerjang kawasan Pasar Gede Solo, Februari lalu. (Dok/JIBI/SOLOPOS)
Angin kencang yang menerjang kawasan Pasar Gede Solo, Februari lalu. (Dok/JIBI/SOLOPOS)

SOLO—Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengimbau warga korban bencana puting beliung Februari lalu agar bersabar dalam menunggu bantuan. Rudy menegaskan Pemkot tetap berkomitmen menyokong perbaikan aset warga yang rusak.

Dia menerangkan lamanya pencairan lantaran verifikator perlu bersikap hati-hati dalam menghitung kerugian materi. “Harapannya Mei selesai,” ujar Rudy saat ditemui di car free day, Minggu (24/3/2013).

Diberitakan sebelumnya, pencairan bantuan bencana dianggap macet karena pendataan kerugian tak kunjung rampung. Pemkot berdalih kesulitan menghitung nilai aset korban bencana. Sebagian kerusakan aset yang sudah diperbaiki juga mempersulit Pemkot dalam menaksir ganti rugi.

Rudy menegaskan pencairan dana pada prinsipnya menunggu pendataan klir. “Sampai sekarang masih banyak yang memberi laporan. Kita tunggu sampai rampung,” jelasnya.

Walikota menegaskan berlarut-larutnya pencairan bantuan rehab permukiman tak menjadi persoalan. Dia menilai bencana angin ribut tak bisa disamakan dengan bencana lain yang butuh penanganan cepat. Pihaknya lebih memilih berhati-hati agar bantuan tidak salah sasaran.

Sebagaimana diketahui, hanya permukiman yang mengalami kerusakan lebih dari 20% dari total aset saja yang bakal memeroleh bantuan. “Seperti banjir kan harus cepat, karena itu menyangkut bantuan logistik. Sementara angin ribut lebih ke bantuan fisik, jadi harus cermat,” tuturnya.

Tahun ini Pemkot menganggarkan Rp2 miliar untuk dana tak terduga yang di dalamnya termasuk untuk penanganan bencana. Saat ini belum ada sepeser pun dana yang dikeluarkan bagi korban puting beliung. Rudy menerangkan bantuan yang akan diberikan nantinya tak mesti mengkaver 100% kerusakan. Diketahui, terdapat 177 rumah milik warga di lima kecamatan terdampak puting beliung. “Bantuan bisa 10%, 20% atau 30% dari kerugian.”


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho