Ilustrasi pemadaman listrik. (Foreignstudents.com)

Solopos.com, MADIUN -- Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi menyebabkan kerusakan dua konduktor listrik milik PLN. Akibatnya aliran listrik bagi 1.200 pelanggan PLN putus.

Pejabat Humas PLN UP3 Madiun, Bintara Toa Situmorang, mengatakan peristiwa angin kencang dan hujan deras di Ngawi membuat dua konduktor milik PLN rusak, Minggu (24/11/2019) sekitar pukul 17.00 WIB. Konduktor tersebut berada di Tempuran, Ngawi dan Jl. Ronggowarsito, Ngawi.

"Ada dua konduktor yang rusak karena tertimpa pohon trembesi. Sehingga konduktor itu jatuh," kata Bintara, Senin (25/11/2019).

Akibat dari kerusakan itu, delapan gardu di wilayah Ngawi padam. Listrik yang ada di wilayah tersebut pun padam. Total ada sekitar 1.200 pelanggan yang terdampak pemadaman.

Setelah kerusakan itu, pihak PLN Ngawi dan dibantu PLN Mantingan dan PLN Maospati melakukan perbaikan konduktor. Sekitar setengah jam berikutnya, listrik sudah mulai menyala lagi.

"Kita perbaikannya cepat itu. Soalnya dibantu dari PLN lain. Setelah itu listrik di kawasan itu nyala kembali," jelasnya.

Memasuki musim penghujan, kata Bintara, pihaknya memang telah melakukan pembersihan ranting pohon yang berada di dekat kabel listrik jaringan PLN. Idealnya kabel listrik PLN harus berada jauh dari pohon dengan radius 3 meter.

"Sejak bulan lalu, kami sudah persiapan untuk pemaprasan pohon. Karena kalau tidak dibersihkan tentu akan membahayakan saat terjadi angin kencang," jelas dia.

PLN Madiun juga menyiapkan 30 regu pelayanan teknik siaga. Regu ini bertujuan untuk penanganan teknis dan cepat saat terjadi kerusakan karena bencana alam.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten