Angin Kencang Landa Sragen, 5 Pohon Tumbang dan 3 Rumah Rusak

Hujan deras disertai angin kencang di Sragen menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan merusak rumah warga di Kecamatan Mondokan, Minggu (8/5/2022).

 Para warga memperbaiki genting rusak yang tertimpa pohon jadi di wilayah Desa Sumberejo, Mondokan, Sragen, Minggu (8/5/2022). (Istimewa/BPBD Sragen)

SOLOPOS.COM - Para warga memperbaiki genting rusak yang tertimpa pohon jadi di wilayah Desa Sumberejo, Mondokan, Sragen, Minggu (8/5/2022). (Istimewa/BPBD Sragen)

Solopos.com, SRAGEN — Tiga rumah warga Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan, Sragen rusak dan satu kandang kambing roboh setelaha diterjang hujan lebat disertai angin kencang pada Minggu (8/5/2022). Beruntung tak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah tersebut. Namun kerugian material ditaksir sekitar Rp15 juta.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Agus Cahyono, mengatakan tiga rumah yang rusak disebabkan tertimpa pohon ambruk. Agus mencatat ada lima pohon tumbang akibat bencana alam tersebut. Selain itu, ada satu kandang kambing berukuran 4 meter x 6 meter yang ambruk di Dukuh Ngijo RT 003.

PromosiLangka di China, Akar Tunjuk Langit asal Jawa Tengah Diekspor ke Taiwan

“Laporan masuk pada pukul 16.25 WIB dan bisa tertangani pada pukul 18.15 WIB. Peristiwa hujan disertai angin kencang itu terjadi pada pukul 14.30 WIB mengakibatkan empat pohon jati dan satu pohon randu tumbang. Tiga pohon di antaranya mengenai rumah warga di Dukuh Ngroto RT 013A. Rumah yang tertimpa pohon itu milik Sukinah, Sutoyo, dan Moh Tohirin,” ujar Agus saat dihubungi Solopos.com, Senin (9/5/2022).

Dia mengatakan pohon dengan diameter 50 cm di Dukuh Karaban RT 012 tumbang melintang di jalan. Dampak angin kencang itu membuat listrik di desa itu padam. Kurangnya penerangan dan padatnya arus lalu lintas sempat menjadi kendala petugas dan sukarelawan melakukan evakuasi.

Baca Juga: Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Rumah Roboh di Toroh Grobogan

“Evakuasi melibatkan 25 personel dari unsur BPBD, TNI, Polri, SAR Himalawu, sukarelawan Santana, dan perangkat desa setempat,” katanya.

Sekretaris Kecamatan Mondokan, Endriyastono, membenarkan terjadinya bencana angin kencang di wilayahnya kemarin sekitar pukul 15.15 WIB. Musibah itu mengakibatkan banyak pohon tumbang. Ada pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik PLN sehingga mengakibatkan listrik padam.

“Sampai Minggu malam ada satu rumah kosong yang ambruk tetapi tidak ada korban jiwa. Tim BPBD meninggalkam lokasi sampai pukul 19.30 WIB,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

+ PLUS Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Berita Terkini

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Pernikahan Adik Jokowi-Ketua MK, Ganjar Dapat Undangan? Ini Kata Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan pendapat apakah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan diundang saat pernikahan adik Presiden Jokowi-Ketua MK pada Kamis (26/5/2022).

Sampah Meluber di Tengah Jalan Usai CFD di Solo, Begini Respons DLH

DLH Kota Solo merespons keberadaan bak sampah plastik yang isinya meluber di tengah Jl. Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah seusai pelaksanaan Solo Car Free Day (CFD) pada Minggu (22/5/2022).

Jukir Ngepruk Tarif Parkir di CFD Solo, Dishub: Tak Boleh Sembarangan

Dishub Kota Solo akan menindak tegas oknum juru parkir nakal yang terindikasi ngepruk tarif mahal di CFD.

Investor Swasta Lirik Potensi Wisata Wonogiri, Ini Respons Bupati Jekek

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, merespons kehadiran investor swasta di bidang wisata untuk ikut membangun destinasi wisata di wilayah tenggara Provinsi Jawa Tengah itu.