Kategori: Klaten

Angin Kencang Landa 7 Kecamatan di Klaten, Warga Diminta Tetap Waspada


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN – Dampak hujan deras disertai angin kencang pada Rabu (3/2/2021) sore terjadi setidaknya dirasakan sembilan desa di tujuh kecamatan di Klaten. Atas kondisi itu, BPBD kembali mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan mereka termasuk melakukan upaya pengurangan risiko bencana.

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Klaten hingga Rabu petang, ada puluhan rumah dan bangunan lainnya mengalami rusak ringan serta sedang akibat angin kencang. Selain itu, ada dua orang terluka. Kerusakan serta korban terluka terjadi setelah pohon tumbang menimpa rumah atau bangunan lainnya.

Selain itu, dampak hujan deras juga menyebabkan luapan air sungai hingga menggenangi permukiman. Dampak berupa pohon tumbang dan luapan air sungai itu setidaknya dialami di sembilan desa tujuh kecamatan.

Baca Juga: Selain Jebres, Banjir Akibat Luapan Bengawan Solo Juga Terjadi di Sangkrah

Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto, mengatakan tren bencana meteorologis di wilayah Klaten biasa terjadi pada rentang Januari-Maret. Peristiwa bencana itu seperti banjir, angin ribut, serta tanah longsor.

Lantaran hal itu, Nur menjelaskan potensi ancaman bencana hidrometeorologis seperti pada Rabu sore masih ada. Pasalnya, BMKG memperkirakan musim hujan terjadi sampai Maret bahkan awal April mendatang.

“Ini butuh kesiapsiagaan dari semua untuk mengantisipasi adanya ancaman mulai dari banjir, angin ribut, atau tanah longsor. Kesiapsiagaan itu oleh semua komponen di desa, sukarelawan, pemerintah desa, kecamatan serta BPBD untuk sinergi dalam upaya penanggulangan bencana,” jelas Nur, Kamis (4/2/2021).

Penanganan

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sip Anwar, mengatakan upaya penanganan kejadian bencana itu sudah dilakukan sukeralawan beserta warga di wilayah masing-masing. “Pemkab Klaten melalui BPBD membantu logistik untuk keperluan gotong royong dengan harapan bisa meringankan beban warga yang tertimpa musibah,” kata Sip Anwar.

Hingga Kamis pagi, angin kencang yang terjadi pada Rabu sore berdampak pada 31 rumah di wilayah Kecamatan Manisrenggo yang mengalami rusak ringan dan sedang serta ada satu tiang listrik roboh. Rumah rusak itu tersebar di Desa Nangsri sebanyak 26 rumah, Borongan tiga rumah, serta Tijayan dua rumah.

Baca Juga: BPBD Karanganyar Tunda Dirikan Dapur Umum Korban Banjir Karena Ini

Di Kecamatan Prambanan setidaknya ada 13 rumah mengalami rusak ringan hingga sedang. Di Desa Kadilaju, Kecamatan Karangnongo, satu rumah mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon tumbang.

Sip Anwar mengimbau agar warga ikut melakukan upaya pengurangan risiko bencana hidrometeorologi. Salah satunya dengan memangkas bagian pohon yang berpotensi membahayakan. “Ada pohon yang sudah besar, tinggi, atau daunnya banyak mohon dikurangi daun-daun atau rantingnya sehingga harapan kami misalkan ada angin tidak membahayakan lingkungan,” jelas dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi