Angin Kencang, Atap Rumah Warga Jatiyoso Karanganyar Runtuh
Anggota BPBD Kabupaten Karanganyar, Polsek Jatiyoso, dan Koramil Jatiyoso mengecek bangunan yang diterjang angin kencang di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso pada Minggu (22/11/2020). (Istimewa/Dokumentasi Polsek Jatiyoso)

Solopos.com, KARANGANYAR — Rumah milik Kasini, 55, warga Dusun Pelem, RT 002/RW 002, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso dihantam angin kencang pada Minggu (22/11/2020) sekitar pukul 14.00 WIB. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Angin Kencang Bikin Pohon di Sidoharjo Sragen Tumbang, Pengendara Motor Asal Blora Jadi Korban

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, angin kencang memporak-porandakan atap dapur rumah Kasini. Saat kejadian, wilayah tersebut dilanda hujan deras disertai angin kencang. Hujan deras turun sejak pukul 11.00 WIB. Kepala Desa (Kades) Wonorejo, Sularno, membenarkan peristiwa tersebut.

“Tadi siang hujan deras disertai angin. Hujan reda sekitar pukul 15.00 WIB. Nah itu angin kencang merusak atap bagian dapur rumah warga [Kasini]. Rumah itu dalam keadaan kosong karena [pemilik rumah] merantau. Jadi ya tidak ada korban jiwa,” tutur Sularno saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Warga sekitar berinisiatif melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Jatiyoso dan BPBD Kabupaten Karanganyar. Selanjutnya, warga bekerja bakti membereskan puing-puing bangunan yang porak-poranda.

Jangan Salah! Ini 6 Manfaat Melamun bagi Kesehatan Mental

“Warga Dusun Pelem kerja bakti. Itu dirapikan. Tetapi pekerjaan belum selesai karena hujan cukup lama reda. Jadi kemungkinan dilanjutkan besok [Senin]. Warga saya [Wonorejo] itu rata-rata memang merantau. Setelah menanam jagung, mereka merantau sembari menunggu jagung panen [masa tanam empat bulan],” ujar dia.

Sementara itu, Kapolsek Jatiyoso, Iptu Subarkah, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, menyampaikan anggota Polsek dan Koramil Jatiyoso mengecek kejadian tersebut. Kerugian material ditaksir Rp15 juta.

“Atap rumah dari kayu dan genting rusak. Bangunan tembok masih berdiri. Tidak ada korban jiwa karena pemilik rumah itu merantau sejak satu bulan lalu,” tutur Subarkah saat dihubungi Solopos.com. 

Naik! Ini Urutan Nilai Upah Minimum Kota & Kabupaten di Jateng



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom