Tutup Iklan
Perahu melintasi Sungai Siak saat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Pekanbaru, Riau, Selasa (20/8/2019). (Antara - Rony Muharrman)

Solopos.com, JAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi -titik-api-kalteng-diselimuti-kabut-asap" target="_blank" rel="noopener">asap tebal dari Riau berpotensi masuk ke Malaysia dan Singapura. Artinya jika kebakaran lahan dan hutan belum tertangani, maka Indonesia bisa mendapatkan komplain dari negara-negara tetangga akibat kabut asap.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Vivi Putri, di Tanjungpinang, Rabu (21/8/2019), mengatakan asap tebal dari kebakaran hutan di Riau dibawa angin yang bertiup dari arah tenggara hingga selatan sehingga dapat masuk ke Malaysia dan Singapura. "Kecepatan angin 5-35 km/jam," ujarnya.

Vivi mengatakan petugas BMKG menggunakan Satelit Terra Aqua dan Suomi NPP memantau titik panas di Kepri maupun wilayah lainnya. BMKG mendeteksi jumlah titik panas di Riau mencapai 40 titik.

"Titik panas di -asap-selimuti-5-daerah-di-riau-jarak-pandang-turun-hingga-2-km" target="_blank" rel="noopener">Riau masih banyak. Semakin banyak titik panas, maka semakin tinggi potensi asap masuk ke Malaysia dan Singapura," ucapnya.

Di Kepri, kata dia, BMKG mendeteksi satu titik panas di Kundur, Kabapaten Karimun, dan satu titik panas di Bunguran Timur, Kepuauan Natuna. Asap dari kebakaran hutan yang terdeteksi di Kundur dan Bunguran Timur itu tidak berpotensi masuk ke Singapura dan Malaysia.

Menurutnya, -asap-pontianak-kian-tebal-pemkot-liburkan-sekolah" target="_blank" rel="noopener">kabut asap di Kepri berpotensi terjadi, namun bukan berasal dari Kepri, melainkan dari Bangka Belitung. "Dengan pola pergerakan angin ini, asap dari Riau tidak masuk ke Kepri, melainkan dari Babel," katanya.*

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten