SOLOPOS.COM - Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), Endang Semiarti saat menjelaskan ciri-ciri Vanda Tricolor Merapi di Taman Anggrek Titi Orchid di Pakem, beberapa waktu lalu.(Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)

Anggrek Vanda Tricolor jumlahnya menurun.

Harianjogja.com, SLEMAN — Jumlah spesies anggrek yang tumbuh di wilayah lereng Gunung Merapi semakin menyusut paskaerupsi Merapi 2010. Termasuk anggrek jenis Vanda Tricolor Merapi yang merupakan varietas asli gunung tersebut. Anggrek jenis ini bisa jadi icon DIY.

Promosi Tragedi Simon dan Asa Shin Tae-yong di Piala Asia 2023

(Baca Juga : GUNUNG MERAPI : Warga Temukan 2 Jenis Anggrek Baru)

Kepala Balai Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM),  Edy Sutyarto menjelaskan, berdasarkan hasil inventarisasi TNGM sebelum erupsi Merapi 2010 tercatat sekitar 70 spesies anggrek yang tumbuh di lereng Merapi.

“Setelah erupsi Merapi 2010, jumlah turun menjadi 50 jenis,” katanya, Kamis (13/10/2016).

Dia menjelaskan, wilayah lereng Merapi selama ini menjadi habitat tumbuh-tumbuhan beragam jenis, termasuk anggrek. Meski begitu, katanya, habitat tumbuh-tumbuhan tidak dapat bertahan lama di sepanjang lereng Merapi. Hal itu dikarenakan gunung itu secara periodik mengalami erupsi.

“Kalau saat ini, lereng Selatan Merapi relatif aman dan menjadi habitat anggrek. Sebab dampak erupsi di bagian sana ringan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya