Anggota KPPS mencatat perolehan suara saat penghitungan suara Pemilu serentak2019 di TPS 77 Pondok Jaya, Cipayung, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/4/2019). (Antara-Andika Wahyu)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Anggota staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo tiba-tiba berteriak histeris saat menjalankan tugas menginput data pada rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara pemilihan umum tingkat Kabupaten Sukoharjo di Hotel Brothers Solo Baru, Minggu (5/5/2019).

Putri Dwi Utami, anggota staf KPU bagian input itu tiba-tiba berteriak histeris di tengah berlangsungnya proses rekapitulasi hari ke empat itu. Akibatnya proses rekapitulasi sempat terhenti.

Beberapa petugas kepolisian membantu mengevakuasi Putri dan membawanya ke Rumah Sakit Indriati. Menurut Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Sukoharjo Suci Handayani, putri diduga depresi karena tekanan psikologis selama mengikuti proses rekapitulasi sehingga berteriak histeris.

"Kelelahan, dan beban pikiran yang tinggi jadi sampai teriak histeris," kata dia.

Dia tak memungkiri petugas KPU dan penyelenggara pemilu lainnya bekerja ekstra keras sejak mulai proses rekapitulasi suara tingkah kabupaten berjalan pada Kamis (2/5/2019) lalu. Apalagi proses rekapitulasi dilaksanakan dari pagi hingga tengah malam.

"Mungkin sudah capek dan terlalu capek fisiknya akhirnya seperti itu [teriak histeris]," katanya.

Dia mengatakan Putri dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, Putri masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Indriati Solo Baru.

Dia mengatakan KPU telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo untuk penyediaan tim medis dan paramedis selama proses rekapitulasi berlangsung.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten