Tutup Iklan
Anggota Polresta Solo Gugat Bank BRI Karena Rekeningnya Diblokir Sepihak
Kuasa Hukum Denny Setiawan, Agung Wisnu Widiatmoko dan Heroe Setiyanto, menunjukkan surat gugatan kepada Bank BRI, Jl. Slamet Riyadi Solo di PN Solo, Selasa (20/8/2019) siang. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO -- Anggota Satresnarkoba Polresta Solo, Denny Setiawan, menggugat Bank BRI Jl. Slamet Riyadi, Kota Solo, karena rekeningnya diblokir sepihak oleh oknum pegawai bank.

Denny Setiawan menuntut bank pelat merah itu membayarkan ganti rugi akibat pemblokiran itu. Sidang keempat dengan agenda jawaban tergugat yakni Bank BRI Jl. Slamet Riyadi digelar di Pengadilan Negeri, Kota Solo, Selasa (27/8/2019).

Dalam persidangan, Bank BRI menyerahkan jawaban gugatan kepada majelis hakim yang dipimpin Sutedjo Sunaryanto. Namun, sesuai kesepakatan kedua pihak jawaban tergugat tidak dibacakan.

Asisten Manajer BRI Jl. Slamet Riyadi Solo, Sunarno, yang mewakili bank mengatakan telah memberikan tanggapan-tanggapan atas gugatan yang diajukan. Namun, ia mengaku belum dapat menyampaikan isi tanggapan itu ke publik.

“Kami jawab nanti dulu, kami belum bisa menjawab. Yang jelas jawaban atas gugatan sudah kami berikan, untuk berikutnya lihat dulu saja,” ujarnya.

Kuasa Hukum Penggugat, Agung Wisnu Widhiatmoko, mengatakan sedang mempelajari tanggapan BRI untuk sidang lanjutan pekan depan. Menurutnya, dalam tanggapan yang ia terima, oknum pegawai yang memblokir sepihak rekening Denny berasal dari unit bank lain di luar Kota Solo. 

Ia menambahkan dalam tanggapan itu juga menyebut pegawai Bank BRI yang diduga memblokir akan bertanggung jawab. Ia menegaskan pemblokiran yang dilakukan sepihak membuat kliennya menderita karena tidak dapat mengambil gajinya selama empat bulan.

Sementara itu, Denny Setiawan mengatakan terpaksa mengadaikan barang-barang berharganya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ia mengaku tidak dapat mengambil uang yang seharusnya menjadi haknya sejak Mei. 

Tak hanya itu, rekening yang seharusnya berisi uang belasan juta rupiah justru minus sekitar Rp20-an juta. Dia harus berhemat demi mencukupi kebutuhan hidupnya. 

Sebelum membawa perkara ini ke pengadilan, Denny mengaku sudah meminta penjelasan ke bank, namun tidak memperoleh kejelasan secara pasti penyebab rekeningnya terblokir.

“Mobil sudah saya gadaikan Rp10 juta untuk bertahan hidup, bagaimana lagi, ini cobaan ya tetap harus dinikmati dan dijalani,” ujarnya. 

Avatar
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho