Tutup Iklan

Anggota Ormas Patriot Ganjar Pranowo Diklaim Tersebar di 4 Benua

Anggota ormas Patriot Ganjar Pranowo (Pagar) yang akan deklarasikan dukung Gubernur Jateng itu di Pilpres 2024 pada Sabtu (16/10/2021) ini tersebar di empat benua.

 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Antaranews.com)

SOLOPOS.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Antaranews.com)

Solopos.com, SOLO — Anggota organisasi kemasyarakatan atau ormas Patriot Ganjar Pranowo (Pagar) yang akan deklarasikan dukung Ganjar di Pilpres 2024, Sabtu (16/10/2021) ini, diklaim tersebar di empat benua.

Karenanya jumlah pendukung Ganjar tersebut sulit dihitung. Hanya di Benua Afrika yang belum ada anggota ormas yang banyak diisi sukarelawan pendukung Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekjen DPP Pagar, Edward Simanungkalit, kepada Solopos.com. “Saya tak tahu persis jumlahnya. Karena hampir semua di Indonesia ada, dan di empat benua. Hanya di Afrika belum ada. Untuk menghitungnya agak sulit buat kami. Kami ada di Australia, Amerika, Eropa, dan Asia,” ujarnya, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga: Bentuk Ormas Baru, Sukarelawan Jokowi Besok Deklarasi Dukung Ganjar

Ihwal alasan sikap politik ormas Patriot Ganjar Pranowo dan alasannya mendukung Gubernur Jateng itu sebagai capres pada 2024, menurut Edward, sudah melalui proses analisis dan evaluasi.

Ia menegaskan Pagar mendukung Ganjar atas kapasitasnya sebagai pribadi, bukan kader PDIP. Juga bukan atas kapasitas Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah (Jateng).

Sebagai warga negara Indonesia, menurut Edward, Ganjar berhak untuk memilih dan dipilih. Alasan lain Pagar mendukung Ganjar yaitu berdiri tegak di empat pilar bangsa.

Baca Juga: Ogah Terjebak Narasi Banteng Vs Celeng, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi

Empat Pilar

“Kami mendukung Ganjar Pranowo karena salah satu yang paling pokok adalah ia orang yang berdiri teguh setia kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Jadi empat pilar ya. Beliau berdiri tegak di empat pilar itu,” urainya.

Dari pengamatan ormas Patriot Ganjar Pranowo (Pagar), Ganjar dinilai tidak pernah keluar dari koridor nasionalisme Indonesia. “Enggak pernah miring-miring, tak pernah merangkul kelompok radikal, tak pernah dekat kelompok radikal. Ia tolak tegas,” tuturnya.

Disinggung kapasitas Ganjar sebagai capres, menurut Edward, sudah sangat layak. Pengalaman sebagai anggota DPR RI dan Gubernur Jateng dua periode menjadi bekal Ganjar menjadi capres 2024. Leadershipnya juga dinilai sudah bagus.

Baca Juga: Mobil Listrik Klasik untuk Wisata Solo Segera Beroperasi, Ini Rutenya

Edward meyakini Ganjar akan mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan baik meski tantangan ke depan akan semakin berat. “Dari pengalaman Ganjar itu sudah cukup mumpuni untuk memimpin Indonesia 2024 ke depan,” katanya.

Selain kapasitas Ganjar, Edward menyebut pertimbangan mendukung orang nomor satu di Jateng itu sebagai capres karena kecocokan untuk menggantikan Jokowi. Banyak pekerjaan yang telah dilakukan Jokowi beberapa tahun ini yang harus dilanjutkan Ganjar Pranowo.

“Kami melihat banyak pekerjaan, kegiatan, yang dikerjakan Jokowi pada periodenya. Kami ingin ada pemimpin, Presiden berikutnya, yang bisa melanjutkan apa yang sudah dikerjakan Jokowi. Pribadi itu kita lihat adalah Ganjar ini,” urainya.


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Jelang Momen Nataru, Bupati Sragen: Jangan Abai Prokes!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengingatkan warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.

Ekspedisi Digital Ekonomi 2021, Perjalanan Tim ke Salatiga

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mulai memotret ekspansi layanan digital yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

BI Solo Dorong Sosialisasi Digitalisasi Harus Jalan Terus

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengapresiasi Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group.

Kecelakaan di Kebakkramat Karanganyar: Truk Masuk Parit, Mobil Terbalik

Dua buah kendaraan keluar jalur setelah bersenggolan di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan PT Manunggal Adipura, Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (14/12/2021).

PPKM Level 3 di Boyolali Jelang Nataru, Tempat Wisata Wajib Taat Prokes

Pemkab Boyolali akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Harga Tanah Gentan Sukoharjo vs Colomadu Karanganyar, Mahalan Mana?

Kira-kira mana yang lebih mahal antara harga tanah di Gentan, Baki, Sukoharjo dengan Colomadu di Karanganyar?

ANBK SD 2021 di Solo Kelar, Begini Evaluasi dari Proktor

Masih adanya 8 SD di Solo yang menumpang pelaksanaan ANBK ke SMP karena keterbatasan prasarana, menjadi perhatian Proktor ANKB SD.

Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Hadap ke Selatan, Ini Kata Kades

Ada budaya unik terkait posisi rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

Tanah Dikeruk Untuk Proyek Tol, Warga Pedan Klaten Blokir Jalan

Warga Dukuh Blasinan, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten, dengan kegiatan pengerukan yang dilakukan tanpa sosialisasi dan memakan sebagian lahan warga.

Kongres ke-41 di Solo, Syarikat Islam Didorong Fokus Ekonomi Halal

Wakil Ketua DPR RI, Rahmat Gobel, menyebut potensi ekonomi halal luar biasa, namun belum banyak dikembangkan. Ia mendorong Syarikat Islam menjadi pelopor ekonomi halal.

Edarkan Sabu-Sabu, 2 Warga Solo dan Boyolali Dikukut Polisi

Satres Narkoba Polresta Solo berhasil menangkap dua pengedar sabu-sabu saat bertransaksi di Pucangsawit, Jebres, Solo. Kedua tersangka masing-masing warga Klego, Boyolali dan Laweyan, Solo.

Gegara Puntung Rokok, Rumah Warga Karangmojo Tasikmadu Ludes Terbakar

Nyaris semua perabotan di rumah Samiyati di Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, ludes dilalap api yang diduga berasal dari puntung rokok yang membakar kasur.

Harga Cabai Rawit Merah di Sragen Meroket, Tembus Rp57.000/Kg

Musim hujan membuat cabai lebih cepat membusuk. Kondisi ini membuat harganya menjadi naik, seperti yang terjadi di Sragen.

Hadiri Pramuka Berselawat, Ganjar Ketemu Habib Syech di Solo

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri acara Pramuka Berselawat yang diisi Habib Syech di Kota Solo.

Lowongan Perangkat Desa di Sragen Bertambah Jadi 228 Kursi

Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen menekankan pentingnya transparansi dan taat aturan dalam menjalankan seleksi perangkat desa agar tak menimbulkan masalah.