Foto ilustrasi (Antarafoto)

Solopos.com, TULUNGAGUNG -- Dua anggota DPRD Tulungagung diduga menjadi pengguna obat yang mengandung zat berbahaya. Hal ini diketahui setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) Tulungagung melakukan tes urine terhadap puluhan anggota DPRD setempat.

Seperti dilansir detik.com, Kepala BNN Tulungagung, AKBP Sudirman, mengatakan dua anggota dewan yang positif tersebut adalah Z dan FY. Urine Z positif mengandung morfin, sedangkan FY positif mengandung zat jenis Benzodiazepin.

"Kedua orang ini setelah kami lakukan klarifikasi ternyata kondisinya sakit dan memang harus mengkonsumsi obat-obatan tersebut sesuai resep dokter," kata Sudirman, Senin (21/10/2019).

Menurutnya, dari hasil klarifikasi, Z mengalami sakit komplikasi menahun, sehingga yang bersangkutan diwajibkan oleh dokter untuk mengonsumsi sejumlah obat-obatan, salah satunya mengandung morfin. Sedangkan FY diketahui mengalami gangguan maag kronis dan juga harus mengkonsumsi obat daftar G yang salah satunya mengandung Benzodiazepin.

"Sehingga apabila dites pasti akan positif. Namun kami salut terhadap kedua anggota tadi karena tetap mengikuti tes yang dilakukan oleh BNN," ujarnya.

Sementara itu dari 49 anggota DPRD Tulungagung, empat orang tidak mengikuti tes urine dengan alasan ada kegiatan lain. Meskipun demikian, keempat anggota tersebut akan melakukan tes urine susulan di Kantor BNN Tulungagung.

"Ini adalah awal dan para anggota dewan sudah memberikan contoh yang baik, karena mau untuk dilakukan tes urine. Selanjutnya kami juga akan melalukan tes serupa di instansi atau kelompok lainnya," ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris DPRD Tulungagung, Budi Fatahilah, mengaku keempat anggota dewan yang tidak melakukan tes urine itu awalnya sempat hadir di gedung dewan, namun karena ada agenda lain, akhirnya meninggalkan lokasi.

"Tadi sudah sempat masuk sini, karena ada hearing dan kemudian ada pergantian tempat, sehingga tidak bisa ikut. Ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan. Tapi sudah saya hubungi dan diminta untuk tes di BNN besok, mereka bersedia," kata Budi Fatahilah.

Sumber: detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten