Anggota DPRD Solo 5 Periode Ikut Buka Suara soal Banteng Vs Celeng PDIP

Anggota DPRD Solo yang sudah lima periode menjabat dari PDIP, Honda Hendarto, ikut mengomentari polemik banteng vs celeng.

 Anggota DPRD Solo Honda Hendarto. (Solopos/Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Anggota DPRD Solo Honda Hendarto. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO — Politikus senior PDIP Solo, Honda Hendarto, yang sudah lima periode menjadi anggota DPRD Solo memberikan tanggapannya terkait konflik internal banteng vs celeng di partainya yang kian memanas.

PromosiMemberi Uang Tanda Terima Kasih kepada Aparat, Wajar atau Tidak?

Honda menyatakan perbedaan pendapat di internal partai merupakan hal yang sangat wajar. Apalagi di era demokrasi seperti sekarang ini. Seperti yang terjadi ketika momentum Pilkada Solo 2020.

“Yang belum lama kita alami itu pada Pilkada 2020. Kami semua sangat bahagia, enjoy dengan perbedaan pendapat tersebut sebagai sebuah dinamika politik dan berdemokrasi, dengan saling menghormati,” ujarnya, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: Soal Banteng Vs Celeng, Gibran: Memange Aku Celeng?

Seperti diketahui, pada Pilkada 2020, DPC PDIP Solo mengusulkan pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa sebagai cawali-cawawali. Pasangan itu diusulkan ke DPP PDIP untuk mendapatkan rekomendasi sebagai cawali-cawawali Solo.

Namun saat itu muncul sosok Gibran Rakabuming Raka yang mendaftarkan diri sebagai cawali Solo melalui DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng). Setelah melalui serangkaian fit and proper test, rekomendasi jatuh kepada Gibran-Teguh.

“Ending dari itu semua [perbedaan pendapat] kan berakhir bahagia. Ketika palu diketuk Ketum Megawati, semua komponen partai bergotong royong, bersatu padu, merapatkan barisan untuk mencapai tujuan yang ditentukan,” kata anggota DPRD Solo dari FPDIP itu.

Baca Juga: Ogah Terjebak Narasi Banteng Vs Celeng, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi

Semboyan Bernegara

Honda mengatakan saat itu tidak ada kader PDIP Solo yang menggerutu atau tidak taat dengan perintah partai atau rekomendasi itu. Hal tersebut terbukti dengan raihan suara Gibran-Teguh yang menurutnya sesuai target partai.

“Itu lah hebatnya kader-kader PDIP di bawah komando Ketua DPC PDIP Solo, Pak Rudy. Kami selalu diingatkan oleh Pak Rudy, bahwa kami sudah ditinggali semboyan bernegara dan berbangsa oleh para pendiri bangsa ini,” terangnya.

Baca Juga: Bentuk Ormas Baru, Sukarelawan Jokowi Besok Deklarasi Dukung Ganjar

Semboyan tersebut, menurut anggota Komisi II DPRD Solo, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti walaupun berbeda-beda namun tetap satu jua. Semboyan bangsa Indonesia itu terpampang di lambang Garuda Pancasila yang menjadi dasar negara.

“Berbeda-beda pada akhirnya tetap satu. Itu landasan kami berorganisasi. Perbedaan pendapat itu sangat indah, dan pada akhirnya keputusan Ketua Umum lah yang wajib kita capai dan wujudkan bersama, demi kebesaran partai,” urainya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Jalan TMMD Bisa Pangkas Jarak di Sendangmulyo Wonogiri 8,5 Kilometer

TMMD akan membangun jalan baru berstruktur makadam yang menghubungkan Dusun Kraguman dengan Dusun Sendang.

PTM Terbatas 100 Persen Klaten Dievaluasi

Pemkab Klaten masih mengevaluasi kembali kegiatan PTM terbatas dengan mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19.

Kasus Covid-19 Meningkat, Klaten Kembali Perketat Pendatang

Kasus Covid-19 Klaten meningkat berawal dari para perantau yang berdatangan ke Klaten.

Ada Penyelundupan Narkoba, Tes Urine Warga Binaan Rutan Solo Negatif

Hasil tes urine secara acak terhadap 15 penghuni sel narkoba di Rutan Solo diketahui negatif. Tes urine ini menindaklanjuti penyelundupan jeruk berisi benda diduga sabu-sabu.

Peduli, Polres Klaten Bedah Rumah Warga di Karanganom

Kegiatan bedah rumah itu dilakukan bersama Kodim Klaten, Pemerintah Desa (Pemdes) Kunden, sukarelawan, dan elemen warga lainnya di Karanganom dan sekitarnya.

Pemkot Solo Siapkan 3 Lokasi Darurat bagi Pedagang Pasar Mebel Gilingan

Selama pembangunan sentra IKM, sebanyak 85 pedaagang Pasar Mebel Gilingan, Banjarsari, Solo, akan dipindahkan sementara ke pasar darurat di tiga lokasi.

Keren, Desa Pondok Klaten Ubah TPS Liar Jadi Taman-Fasilitas Olahraga

Pembangunan kawasan taman sekaligus fasilitas olahraga di lahan tanah kas desa seluas kurang lebih 5.000 meter persegi itu menjadi bagian penataan wajah desa di Pondok.

Penyelundupan Barang ke Rutan Solo Masih Terjadi, Terus Apa Solusinya?

Penyelundupan barang-barang terlarang ke dalam Rutan Solo masih saja terjadi meski pengamanan dan pemeriksaan sudah sangat ketat.

Menyusut 34,43 Persen, Alokasi Pupuk Subsidi NPK di Wonogiri 6.391 Ton

Alokasi awal pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska sebesar 17.752 ton atau 34,43 persen dari rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

DPRD Karanganyar Minta Pemerintah Beri Solusi Bagi Tenaga Honorer

Wakil Ketua DPRD Karanganyar meminta pemerintah tidak serta merta menghapus tenaga honorer tanpa memberi solusi bagaimana nasib masa depan mereka.

Angka Kasus Covid-19 Karanganyar Naik Lagi, Jangan Abaikan Prokes

Dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar. Warga diminta waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Belum Punya Kartu Tani? Petani Boyolali Bisa Bawa KTP Saat Tebus Pupuk

Penyerapan pupuk bersubsidi tak optimal tersebut lantaran ada kendala yang dihadapi, salah satunya petani Boyolali yang belum memiliki kartu tani.

Tak Ada Proteksi, Pengusaha Bus Lokal Wonogiri Semakin Tergerus

Ada dua proteksi yang diharapkan pengusaha bus AKAP lokal Wonogiri, yakni pemberian izin trayek sesuai faktor muat penumpang atau loadfactor dan pembatasan akses bus AKAP dari luar daerah sampai terminal tipe A.

Nunggak Pajak, Aset Satu Perusahaan di Solo Disita KPP Pratama

KPP Pratama Surakarta menyita aset salah satu perusahaan di Kota Solo yang menunggak pembayaran pajak. Penyitaan diharapkan memberi efek jera.

Coba Terapi Pasien Stroke, Pejabat Sukoharjo Ini Puji Layanan RSIS Yarsis

Efek terapi TMS di RS Yarsis bisa dirasakan oleh pasien secara bertahap, tergantung perkembangan kondisinya.