SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Sragen (Espos)–Dari 350 rumah tidak layak huni (RTLH) di Bumi Sukowati, baru 118 RTLH yang mendapatkan bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen selama 2010. Sebanyak 232 RTLH lainnya masih terkatung-katung menunggu giliran, lantaran keterbatasan anggaran.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sragen Supriyatno saat ditemui wartawan, Rabu (15/12), di ruang kerjanya. Menurut dia, pemintaan rehabilitasi RTLH dengan alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tidak seimbang sejak tahun 2007 lalu. Dia mengatakan Dinsos semula mengajukan bantuan RTLH sampai 200-an rumah, namun selalu dipangkas.

Promosi Beli Emas Bonus Mobil, Pegadaian Serahkan Reward Mobil Brio untuk Nasabah Loyal

“Total bantuan RTLH tahun ini dari Pemkab Sragen praktis hanya 58 unit rumah dengan nilai masing-masing bantuan Rp 2,5 juta/rumah. Untungnya kami masih mendapatkan bantuan dana dari Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Sragen sebanyak 60 rumah dengan nilai yang sama. Bantuan BAZ itu sedikit meringankan beban Dinsos dengan tanggungan ratusan RTLH yang belum dapat bantuan,” ujar Supriyatno.

Menurut dia, sebenarnya ada bantuan RTLH dari Provinsi Jateng. Namun bantuan itu diberikan kepada masyarakat Sragen bukan melalui Dinsos, melainkan melalui Badan Pemberdayaan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPKBPMD) Sragen. Nilai bantuan pemerintah provinsi (Pemprov) relatif besar, yakni mencapai Rp 5 juta/rumah. Biasanya bantuan rehabilitasi rumah itu dibarengkan dengan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Ratusan permohonan RTLH, terangnya, berasal dari berbagai kecamatan, hamper merata di 20 kecamatan. Pemberian bantuan itu untuk meningkatkan swadaya masayarakat dalam mengentaskan kemiskinan. “Pembangunan RTLH biasanya dilakukan secara gotong royong, sehingga nilai bangunannya melebihi nilai bantuan yang diberikan,” tukasnya.

trh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya