dr Siti Wahyuningsih. (dok Solopos)

Solo (Solopos.com)--Anggaran untuk Program Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS) diusulkan naik dari anggaran tahun 2011 senilai total Rp 18 miliar menjadi Rp 23,8 miliar pada 2012.

Usulan anggaran itu sudah termasuk untuk mengantisipasi terjadinya utang pada akhir tahun anggaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, dr Siti Wahyuningsih atau yang akrab disapa Ning, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin mengungkapkan PKMS masih menjadi prioritas program di DKK pada tahun 2012 mendatang. Hal itu terkait masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang bisa berujung pada besarnya kemungkinan warga menjadi sakit.

“Saat ini masih banyak masalah kesehatan yang perlu ditangani. Pelayanan kesehatan juga masih perlu terus ditingkatkan. Tapi yang terpenting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat. Sebenarnya kalau pola hidup sehat sudah dijalankan, tidak perlu biaya terlalu besar untuk pelayanan kesehatan wong warganya sudah sehat,” kata Ning.

Kendati demikian, Ning mengatakan untuk mendidik masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat tidaklah mudah. Berbagai macam masalah kesehatan seperti penyakit demam berdarah, angka kematian ibu, maupun angka kematian bayi masih membayangi. Karena itulah, pihaknya mengusulkan anggaran PKMS mencapai Rp 23,8 miliar atau hampir Rp 6 miliar lebih besar dibandingkan tahun lalu.

Ning mengatakan penetapan usulan anggaran itu tidak asal melainkan sudah melalui perencanaan yang matang berdasarkan perhitungan mengenai kebutuhan sesuai jumlah peserta PKMS yang terus bertambah.  Ning  menambahkan usulan anggaran itu sudah memperhitungkan kemungkinan munculnya utang klaim kepada pihak rumah sakit rekanan pada akhir tahun anggaran nanti.

(shs)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten