Anggaran Pendidikan di Jateng Serap APBN 2019 Rp10 Triliun
Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, saat acara Penyerahan DIPA 2019 di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (17/12/2018). (Imam Yuda S.-Semarangpos.com)

Semarangpos.com, SEMARANG — Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mendapat alokasi dana dari pemerintah pusat mencapai Rp107,05 triliun atau sekitar 4,35% dari total APBN Tahun Anggaran 2019. Dari jumlah dana sebanyak itu, alokasi terbesar di Jateng dikucurkan untuk sektor pendidikan, yakni Rp10,08 triliun.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Tengah (Jateng), Sulaimansyah, saat menghadiri acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggara (DIPA) Jateng 2019 di Gedung Gradhika, Kota Semarang, Senin (18/12/2018).

“Tahun ini [2019] alokasi anggaran di Jateng memang banyak terserap untuk fungsi pendidikan. Hal itu sesuai dengan tema pembangunan tahun ini, yakni membangun sumber daya manusia. Jadi fokusnya ke pendidikan. Kalau tahun lalu [2018], fokus pengeluaran kan untuk pembangunan infrastruktur atau ekonomi,” tutur Sulaimansyah.

Anggaran untuk sektor pendidikan memang menempati urutan teratas dalam daftar belanja Jateng pada 2019. Bahkan, anggaran untuk belanja sektor pendidikan itu lebih tinggi dibanding pembangunan infrastruktur yang hanya berkisar Rp7,9 triliun.

Sementara itu, belanja untuk fungsi keamanan dan ketertiban Rp5,9 triliun, pertahanan Rp3,5 triliun, pelayanan publik Rp3,2 triliun, dan kesehatan mencapai Rp2,9 triliun.

Sementara itu, dari total APBN 2019 yang dialokasikan ke Jateng, yakni Rp107,05 triliun atau sekitar 4,35% dari total APBN 2019 yang mencapai Rp2.461,1 triliun dibagai dalam dua kelompok, yakni alokasi transfer daerah dan dana desa dan belanja lembaga dan kementerian yang ada di Jateng.

Alokasi transfer daerah dan dana desa di Jateng 2019 mencapai Rp69,35 triliun atau naik sekitar 5,9% dibanding tahun 2018, yakni sekitar Rp65 triliun. Sementara, belanja lembaga dan kementerian mencapai Rp37,71 triliun dengan perincian belanja pegawai Rp14 triliun, belanja barang Rp14,84 triliun, belanja modal Rp8,79 triliun, dan belanja sosial mencapai Rp74,57 miliar.

“Belanja ini diarahkan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pembangunan serta penyelenggaraan pemerintah,” ujar Sulaimansyah.

Sementara itu alokasi kenaikan terbesar ada pada dana insentif daerah yang diberikan kepada daerah yang memiliki laporan dan kinerja keuangan yang bagus, yakni Rp1,369 triliun.

"Untuk mendapat dana insentif ini, daerah itu harus memperoleh opini WTP dan juga tingkat kesejahteraannya meningkat, diukur dari pembangunan dan pemerataan di daerah,” imbuh Sulaimansyah.

Terpisah, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berharap alokasi dana APBN ke daerah itu bisa dipergunakan sesuai peruntukkannya. Ia meminta tiap daerah untuk menekan pengeluaran dan mengurangi belanja yang tidak perlu, seperti menggelar rapat, seminar, maupun studi banding ke daerah lain.

"Hilangkan terlalu banyak mark up, rapat dan acara seminar. Integritas ditekankan betul-betul. Agar tidak terjadi penyalahgunaan," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom