Anggaran Gaji PNS Sukoharjo Turun Rp40 M, karena Gaji Ke-13 Tak Cair?

 Ilustrasi PNS. (Antara/HO-Humas Pemkab Kudus)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi PNS. (Antara/HO-Humas Pemkab Kudus)

Solopos.com, SUKOHARJO — Plafon belanja gaji dan tunjangan pegawai negeri sipil atau PNS Pemkab Sukoharjo berkurang Rp40.711.003.830 atau sekitar 7,24 persen dari Rp562.447.564.000 menjadi Rp521.736.560.170 pada APBD-Perubahan 2021.

Berkurangnya belanja gaji dan tunjangan aparatur sipil negara (ASN) itu lantaran gaji ke-13 tidak cair dan banyaknya posisi jabatan eselon II dan III yang kosong selama beberapa bulan.

Hal ini tercantum dalam rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang APBD-Perubahan 2021 dan rancangan peraturan Bupati Sukoharjo tentang Penjabaran APBD-Perubahan 2021. Ranperda tersebut telah dievaluasi Gubernur dan dibahas DPRD.

Baca Juga: Timbang Mangkrak, Pawartos Bikin Taman di Lahan Eks Terminal Kartasura

Dalam ranperda itu disebutkan belanja gaji pokok, tunjangan, serta iuran PNS Pemkab Sukoharjo berkurang signifikan. Anggaran belanja gaji pokok berkurang Rp28 miliar dari Rp418 miliar menjadi Rp390 miliar.

“Salah satunya karena gaji ke-13 tidak cair otomatis plafon anggaran belanja gaji pokok ASN berkurang. Khusus belanja gaji pokok ASN menurun sekitar 6,77 persen,” kata Sekda Sukoharjo, Widodo, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa (28/9/2021).

Plafon anggaran belanja tunjangan ASN juga berkurang seperti tunjangan keluarga, jabatan, fungsional, fungsional umum, tunjangan khusus atau pajak penghasilan (PPh).

Baca Juga: Siswa SMP Sukoharjo Kembali Belajar Jarak Jauh, Kenapa?

Belanja tunjangan keluarga ASN semula Rp40 miliar berkurang Rp4,2 miliar menjadi Rp35,8 miliar atau turun 10,57 persen. Lalu belanja tunjangan jabatan ASN dari Rp7,6 miliar berkurang Rp847 juta menjadi Rp6,8 miliar atau turun sekitar 11,06 persen.

Posisi Jabatan Kosong

Widodo menyebut belanja tunjangan ASN berkurang lantaran dipengaruhi banyaknya posisi pejabat eselon II dan III yang lowong. “Lebih dari delapan jabatan kepala organisasi perangkat daerah [OPD] yang kosong. Belum lagi pejabat eselon III dan IV yang tersebar di setiap OPD,” ujarnya.

Kondisi serupa terjadi pada plafon belanja iuran ASN yang berkurang pada APBD-Perubahan 2021. Misalnya, belanja iuran jaminan kesehatan, iuaran jaminan kematian dan iuaran jaminan kecelakaan kerja.

Baca Juga: Tak Perlu Antre, Urus Uji Kir Kendaraan di Sukoharjo Kini Bisa Online

Pemkab Sukoharjo telah mencermati kebutuhan anggaran belanja ASN hingga Desember. Sehingga pengeluaran pembayaran gaji dan tunjangan PNS Pemkab Sukoharjo bisa dilakukan secara optimal dan efisien.

“Pengeluaran anggaran harus berpedoman pada perundang-undangan. Jangan sampai ada kesalahan administrasi pengelolaan keuangan daerah,” paparnya.

Wakil Ketua DPRD Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengatakan alokasi anggaran belanja gaji dan tunjangan ASN harus diperhitungkan secara teliti dan cermat.

Baca Juga: Jebol Plafon Konter, 2 Maling Gasak Puluhan HP di Kartasura Sukoharjo 

Dengan begitu akan terserap sesuai kebutuhan guna menghindari besarnya sisa lebih pembiayaan anggaran atau silpa pada akhir 2021.

Sapto, panggilan akrabnya, memahami sebagian anggaran program kegatan OPD digeser untuk menyokong program vaksinasi Covid-19 dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga tingkat desa/kelurahan.


Berita Terkait

Berita Terkini

Bakul Karak Dibegal, Jalan Gedaren-Manjungan Klaten Akan Dipasangi CCTV

Kamera CCTV akan dipasang di Jl. Gedaren (Jatinom)-Manjungan (Ngawen) guna mencegah aksi kriminalitas seperti begal terjadi di desa setempat.

Kawanan Kera Liar Masuk Permukiman, Warga Kebakkramat Khawatir Diserang

Warga Dukuh Manggal, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar resah dengan kedatangan kera liar. Mereka nekat masuk rumah warga untuk mengambil makanan.

Terungkap, Kronologi Bakul Karak Klaten Dibegal Hingga Luka-Luka

Kronologi aksi begal itu bermula ketika korban berangkat dari rumahnya di Tempursari menuju Pasar Gabus di Kecamatan Jatinom melalui jalan yang sepi.

Breaking News, Bakul Karak Jadi Korban Begal di Klaten

Seorang bakul karak yang biasa berjualan di Pasar Gabus Jatinom jadi korban pembegalan di jalan Gedaren (Jatinom)-Manjungan (Ngawen), tepatnya di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kamis (21/10/2021) pagi.

Witpari Gagas Bantuan Etalase Produk UMKM Karanganyar

Wirausaha Tangguh Bumi Intanpari (Witpari) menggagas perluasan akses pemasaran melalui pembuatan etalase atau rak display produk.

Bantuan Ponpes Belum Merata, DPRD Sragen Inisiasi Perda Pesantren

Penyusunan Perda Pesantren sudah berproses dan ditargetkan masuk Program Legislasi Daerah (Prolegda) DPRD Sragen pada 2022 mendatang.

Mahasiswa Internasional UMS Jalani Vaksinasi di Edutorium UMS

Sembilan mahasiswa asing yang sedang menimpa ilmu di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalani vaksinasi yang dilakukan oleh Tim Vaksin UMS.

20 Rumah di Tanon Sragen Rusak Akibat Tersapu Angin Kencang

Sapuan angin kencang mengakibatkan 20 rumah di Desa Karangasem, Tanon, Sragen, rusak pada bagian atap, Kamis (21/10/2021) malam.

Sakit Menahun, Nenek-Nenek Asal Selogiri Wonogiri Gantung Diri

Diduga nenek asal Selogiri itu mengalami depresi karena sudah lama sakit asam urat sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Bupati Sragen: Dana Abadi Pesantren Jadi Kado Terindah di Hari Santri

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengatakan pada Hari Santri 2021, para santri mendapat kado istimewa dari Presiden berupa Perpres No. 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren yang di dalamnya ada dana abadi pesantren.

Akun Pemkot Solo Kembali Diretas, Gibran: Tak Perlu Ganti Akun!

Meski sudah beberapa kali diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab, Gibran menegaskan tidak akan membuat akun instagram baru.

Round Up: Kunci Sukses Bos Wong Solo, Sukoharjo Izinkan Hiburan Musik

Puspo Wardoyo membeberkan kunci sukses menjadi pengusaha.

Boulevard 10, Hunian Terbaru Andalan Tirtamaya Residence

Tirtamaya Residences mengeluarkan tipe Boulevard 10 sebagai line up hunian terbaru yang siap ditempati.

Gerombolan Kera Liar Masuki Permukiman Warga Kebakkramat Karanganyar

Gerombolan kera liar memasuki rumah-rumah warga Dukuh Manggal, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, untuk mendapatkan makanan.

Jorok! 25 Ton Sampah Dibuang Sembarangan di Sukoharjo Tiap Hari

Sebanyak 25 ton sampah ditengarai dibuang sembarangan setiap harinya di wilayah Sukoharjo. DLH setempat memetakan ada 10-an tempat buang sampah liar.