Kategori: Nasional

Aneh Tapi Nyata! Bocah Banjarmasin Tidur 15 Hari Nonstop


Solopos.com/Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com

Siti Raisa Miranda alias Echa harus dibopong saat mandi dan disuapi sambil tiduran.

Solopos.com, BANJARMASIN – Media sosial (medsos) dihebohkan dengan peristiwa langka yang menimpa remaja perempuan asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Remaja bernama Siti Raisa Miranda alias Echa, 14, tertidur selama kurang lebih 15 hari. Belum diketahui pasti apa yang diderita Echa, namun beredar dugaan ia mengidap Sindrom Putri Tidur (Kleine Levin).

Kisah mengenai Echa ini viral setelah akun Facebook Moel Y Love mengunggah kabar bahwa penyakit tidur Echa kambuh. Kabar tersebut diunggah pada Kamis (19/10/2017) dan pada hari itu Echa sudah tidur selama 10 hari.

“Penyakit tidur Echa kambuh, hingga malam ini Echa sudah tidur selama 10 hari 10 malam. Menurut dokter umum, fisiknya oke. Dokter spesialis Jiwa belum menggali lebih dalam,” tulis akun Moel Ya Love, yang diungkap sebagai ayah Echa bernama Ahmad Mulyadi. Untuk urusan makan dan mandi, Mulyadi mengisahkan Echa dibopong untuk dimandikan dan disuapi saat makan.

Selama 15 hari itu Echa pernah beberapa kali terbangun namun kondisinya masih seperti orang separuh sadar. Diungkapkan di akun Facebook Yuni Rusmini, Senin (23/10/2017), Echa sempat terbangun pada Sabtu (21/10/2017), namun saat itu kondisi Echa masih setengah sadar dan belum bisa diajak berkomunikasi.

Keesokan harinya, Minggu (22/10/2017), Echa sempat dimandikan, tapi kondisinya masih mirip dengan hari sebelumnya. Meski matanya terbuka, Echa seperti orang bingung. Saat diarahkan untuk mengambil baju di lemari, bocah kelas 1 SMP itu hanya berdiri di depan lemari tanpa bergerak sedikitpun. Hal itu berlangsung kurang lebih 30 menit.

Setelah proses bersih-bersih itu selesai, Echa kembali berbaring. Ia masih tak merespons rangsangan dari luar. Dari pengakuan Mulyadi, saat ia mencoba mendekatkan jarinya secara tiba-tiba ke mata Echa, sang anak tak berkedip sedikitpun. Untuk merangsang kembali kesadaran Echa, pria yang tinggal di Jalan Pangeran, RT 4, Banjarmasin itu tak henti-hentinya mengajak Echa berkomunikasi.

Sehari setelah bangun tapi tak merespons rangsangan, akhirnya kabar baik berhembus. Mulyadi mengunggah status yang menyatakan Echa sudah sudah sepenuhnya sadar. Berdasarkan pengakuan Mulyadi pada pagi hari Senin (23/10/2017) kondisi Echa sudah membaik dan sudah mampu mandi secara mandiri. Mulyadi berterima kasih kepada guru-guru Echa, teman-teman Echa, saudara, serta teman-teman di Facebook yang memberikan perhatian dan doa untuk kesembuhan Echa.

Berdasarkan pengakuan Mulyadi, dokter menyatakan kondisi Echa bagus. Di Facebook, Mulyadi pun diberi tautan dari Warganet tentang Sindrom Putri Tidur atau Sindrome Kleine-Levin yang diduga diidap anaknya.

Berdasarkan Wikipedia, Sindrom Putri Tidur merupakan sindrom langka yang menyebabkan penderitanya memiliki siklus tidur yang terlampau panjang. Sindrom tersebut sangatlah langka, laman yang membahas penyakit langka orpha.net, menyebut Sindrom Putri Tidur hanya terjadi si 1-9 manusia di setiap 1 juta manusia.

Sampai sekarang tidak bisa diungkap secara pasti sebab sindrom tersebut. Dalam sebuah penelitian, sindrom tersebut bisa disebabkan karena kelainan atau disfungsi otak terutama bagian hipotalamus. Namun di penelitian lain mengungkap penyebabnya kelainan di salah lobus yanga da di otak.

Selain kelainan otak, ada juga penelitian yang mengungkap Sindrom Putri Tidur bisa disebabkan oleh virus kimia. Virus-virus bisa menyebabkan terganggunya metabolisme serotonin dan dopamin sehingga muncul sindrom langka tersebut.

Share
Dipublikasikan oleh
Jafar Sodiq Assegaf