Tutup Iklan
Ilustrasi proyek pembangunan jalan layang Jakarta. (Reuters)

Solopos.com, JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) siap berinvestasi habis-habisan di ibu kota baru. Bahkan perusahaan siap meningkatkan dua kali lipat dari belanja modal (capital expenditure/capex) saat ini untuk menggarap proyek di ibu kota baru.

Direktur Utama WIKA Tumiyana mengatakan saat ini kemampuan capex spending perusahaan saat ini mencapai Rp 20 triliun. Jumlah itu bisa meningkat hingga 2 kali lipat di tahun-tahun berikutnya. "Subject to market kalau kita lihat kondisinya masih mungkin [capex naik dua kali lipat]," ujarnya di gedung BEI, Jakarta, sebagaimana dilansir -4684065/siapkan-rp-40-t-wika-mau-geber-proyek-di-ibu-kota-baru">Detik.com, Rabu (28/8/2019).

Namun Tumiyana menekankan, belanja modal yang akan meningkat drastis itu akan dilakukan dengan mengedepankan aspek kehati-hatian. Perusahaan akan menggarap proyek yang bisa diuangkan kembali dengan mudah, agar menjaga arus kas dan utang perusahaan.

"Kalau saya lompat jadi 2 kan ada yang harus kita jagain. Saya bisa melakukan divestasi nggak kepada korporasi yang bisa fit in dengan rate yang murah. Kalau BI rate 5,5% terus saya punya defisit cashflow investasi yang jangka panjang kenapa nggak saya lepas. Kalau saya bisa jual lebih dari 2 kali book value," terangnya.

Perusahaan akan mencari banyak partner untuk mencapai proyek dengan nilai sebesar itu. WIKA akan mencari partner dari negara lain yang memiliki suku bunga pinjaman yang jauh lebih rendah.

"Bahwa kita akan kawin dengan negara-negara dengan rate yang murah untuk bisa men-generate sebuah aktivitas baru itu sangat penting. Kalau kita harusnya kepemilikan 100% tapi dapat 1 proyek, kenapa kita nggak ngomong saham 20% tapi bisa dapat 50 proyek. Jadi leveraging bisa dari finance, bisa dari engineering capacity, bisa dari human capacity dan bisa dari banyak hal," tutupnya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten