Manchester City merayakan gelar juara Liga Inggris 2018-2019 di Etihad Stadium, Manchester, Inggris, Minggu (12/5/2019) malam WIB. (Reuters-Phil Noble)

Solopos.com, LIVERPOOL - Ada adagium populer di dunia olahraga yang menyebutkan bahwa pertahanan memenangkan kejuaraan. Manajer legendaris di Liga Premier, Alex Ferguson, sempat mengatakannya “attack wins you games, defence wins you titles”.

Adagium ini memang banyak diperdebatkan, apalagi setelah Manchester United mampu menjuarai kompetisi domestik meski “hanya” menjadi klub nomor lima dengan jumlah kebobolan tersedikit. Kesahihan ungkapan tersebut agaknya bakal makin diragukan setelah Liverpool gagal meraih gelar Liga Premier Inggris musim ini setelah kalah satu poin dari Manchester City.

Liverpool hanya kebobolan 21 gol sepanjang 38 laga dan mencatatkan 21 clean sheet yang membuat mereka dinobatkan sebagai klub dengan pertahanan terbaik musim ini. Dengan pertahanan solid, The Reds cuma kalah sekali. Bandingkan dengan City yang menelan empat kekalahan.

Masalahnya, Jordan Henderson dkk. lebih sering menemui kebuntuan ketimbang City dan berujung hasil imbang. Liverpool memetik tujuh hasil imbang sementara City hanya dua kali tertahan. Keunggulan City dalam hal ini tak lepas dari kemampuan lini serangnya membongkar pertahanan. The Citizens bahkan sukses menorehkan 98 poin atau torehan poin terbanyak kedua dalam sejarah Liga Premier.

Tingginya jumlah poin City tak lepas dari besarnya persentase kemenangan mereka. City memenangi 32 dari 38 pertandingan musim ini, sama dengan musim lalu. Dengan persentase kemenangan 84,2%, City jadi tim juara pertama yang menembus angka 80% soal persentase kemenangan.

Alih-alih mengandalkan pertahanan, statistik menawan ini lebih karena performa ciamik City dalam sektor penyerangan. Sergio Aguero dkk. memang menjadi tim paling produktif di liga musim ini dengan 95 gol sedangkan Liverpool berada di urutan kedua dengan 89 gol. Selisihnya memang “hanya” enam gol, tapi itu terbukti krusial dalam perebutan gelar.

Hasil yang dipetik Liverpool musim ini juga melanjutkan tren bahwa adagium pertahanan memenangkan kejuaraan masih lebih banyak kurang tepatnya. Faktanya, jumlah tim yang juara berbekal catatan penyerangan apik masih lebih banyak ketimbang yang punya pertahanan mengilap.

Sejak Premier League diikuti 20 tim pada musim 1995/1996, hanya lima tim dengan catatan pertahanan terbaik yang berakhir sebagai juara. Sementara itu ada sembilan tim yang juara berbekal produktivitas gol.

Ini tak termasuk mereka yang juara dengan catatan sempurna. Dari 24 musim sejak 1995/1995, ada enam tim yang juara dengan catatan sempurna: oke di depan dan belakang. Sementara itu, ada lima tim yang juara tanpa mencatatkan penyerangan atau pertahanan terbaik, termasuk Leicester City dan Chelsea kala juara di 2015/2016 dan 2016/2017. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: