Ilustrasi keluhan orang tua di Posko PPDB. (Antara-Mohammad Ayudha)

Semarangpos.com, SEMARANG — Sejumlah calon siswa SMA di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, tersisih dari zonasinya pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.

Anehnya, mereka terlempar ke luar zonasi yang jaraknya ratusan kilometer (km) dari domisili atau tempat tinggal mereka, tepatnya di wilayah perbatasan Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng), dengan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim).

Para calon siswa itu semula mendaftar PPDB melalui jalur zonasi di SMAN 4 Semarang dan SMAN 9 Semarang. SMAN 4 menjadi pilihan karena jaraknya yang berkisar 0,8 km dan SMAN 9 sekitar 2 km.

Namun, jarak yang dekat itu rupanya tidak menjadi jaminan para siswa dari Gedawang yang berjumlah sekitar 39 orang itu bisa diterima di SMAN 4 maupun SMAN 9. Di dua SMA yang selama ini dikenal favorit itu, jarak zonasi siswa yang diterima lebih dekat dibanding zonasi milik siswa dari Gedawang.

Di SMAN 4, zonasi terjauh yang diterima sekitar 4 km. Sementara, zonasi terjauh di SMAN 9 yang lolos dalam seleksi sekitar 1,8 km.

Tersisih dalam zonsi itu tentu saja membuat siswa maupun orang tua kesal. Namun, yang lebih mengecewakan lagi opsi yang diberikan sistem dalam aplikasi PPDB online di Jateng yang memberikan SMAN 1 Purwantoro sebagai pilihan ketiga.

Tentu saja hal itu dianggap konyol oleh calon siswa maupun orang tuanya. Apalagi, mengingat jarak antara Semarang dengan Wonogiri yang mencapai 150-an km.

Namun, apa boleh dikata. Dalam aplikasi PPDB online Jateng justru menyebutkan jika jarak antara Kelurahan Gedawang, Wonogiri, dengan SMAN 1 Purwantoro hanya berjarak 5 km atau lebih dekat dibanding dengan SMAN 1 Ungaran, Kabupaten Semarang, yakni 7 km dan SMAN 2 Ungaran, sekitar 7 km.

Menyikapi hal ini, salah seorang anggota tim PPDB online SMA/SMKN dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jasman, menyatakan bahwa sistem pada PPDB online SMA di Jateng memang sempat mengalami error atau kesalahan. Kesalahan itu disebabkan adanya perubahan zonasi yang dilakukan pihak sekolah.

“Jadi kemarin itu memang sempat ada kesalahan. Error. Tapi, sekarang sudah diperbaiki. Sudah normal. Saya yakin, anak-anak itu [berdomisili di Gedawang] tidak lagi terdaftar di SMAN 1 Purwantoro, Wonogiri,” tutur Jasman saat dijumpai Semarangpos.com di Posko PPDB online Jateng, Jl. Pemuda, Semarang, Jumat (5/7/2019).

Jasman pun mengimbau kepada orang tua untuk kembali memeriksa nama anaknya pada laman resmi PPDB online Jateng. Jika masih tidak dapat diterima melalui jalur zonasi, ia pun meminta orang tua mendaftarkan anaknya di jalur prestasi atau mendaftar di sekolah swasta.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten