Anak Saya Kecanduan HP

Untuk membantu kelancaran anak saya belajar atau sekolah secara daring, kami belikan handphone. Semula menggunakan HP suami atau milik saya secara bergantian. Namun karena HP kami juga untuk bekerja, sehingga kami putuskan membelikan HP.

Kini setelah ada HP baru, terjadi masalah baru, anak kami jadi kenal gadget untuk game, Youtube, Instagram, Tiktok dan lain-lain. Kalau tidak diizinkan akan menangis, protes, ngambek. Kalau kami sudah enggak mampu mengarahkannya, akhirnya HP diberikan. Mohon sarannya, terima kasih.

Asmarani

Ibu Asmarani, permasalahan yang Anda hadapi memang sedang merebak saat ini. Banyak dari keluarga yang kesulitan memiliki HP untuk belajar anak-anaknya, dan ada juga membelikan tapi dengan usaha yang keras. Namun, akhirnya dihadapkan pada dampak negatif kemajuan teknologi informasi yang menyelinap di kehidupan kita.

Kondisi ananda yang Anda sampaikan memiliki hubungan dengan ciri-ciri gangguan teknologi siber atau biasa disebut cyber disorder yang salah satu bentuknya adalah kecanduan Internet. Yaitu munculnya kebiasaan terlalu asyik dengan Internet, menggunakan Internet jangka waktu yang lama.
Kemudian sulit mengontrol penggunaan Internet, perasaan gelisah, murung, depresi, dan tersinggung saat berhenti menggunakan Internet. Salah satu penyebabnya adalah kurang dilakukannya pengaturan diri secara intensif. Hal ini bisa terjadi di rentang usia mana pun.

Oleh karena itu, secara perlahan, konsisten dan disiplin. Ayah dan ibu perlu mulai bersama-sama mengkondisikan suasana/situasi/kondisi agar anak tidak lekat dengan HP kecuali digunakan untuk belajar dan bermain sekadarnya.

Tipsnya adalah Ayah-Ibu memberikan contoh yang baik dengan tidak terlalu sering menggunakan HP di depannya. Berikan pengertian untuk belajar menahan diri, atur kapan boleh dan tidak menggunakannya (ada jadwal). Akses juga perlu dikendalikan agar tidak berlebihan (pasword, kuota, waktu, durasi).

Seringlah melakukan kegiatan bersama di luar rumah tanpa HP. Dan yang tak kalah penting adalah, pada tips tersebut selalu diiringi dengan reward atau hadiah dari yang paling sederhana. Yaitu pujian sampai yang menurut anak Anda sebut spesial. Atur sedemikian rupa agar hadiah tidak menjadi persoalan baru lagi. Demikian semoga bermanfaat.

Psikolog, MB. Sudinadji.



Berita Terkini Lainnya








Kolom