Tutup Iklan

Anak Gugat Ibu Kandung, Penggugat Tolak Uang Damai Ratusan Juta Rupiah

PN Boyolali memutuskan gugatan oleh penggugat tidak bisa diterima atau putusan Niet Ontvankelijk Verklaard (NO).

 Lokasi objek sengketa berupa tanah terdampak pembangunan tol Solo-Jogja milik para tergugat di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali, Rabu (24/11/2021). (Solopos.com/Cahyadi Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Lokasi objek sengketa berupa tanah terdampak pembangunan tol Solo-Jogja milik para tergugat di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali, Rabu (24/11/2021). (Solopos.com/Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, BOYOLALI—Kasus anak menggugat ibu kandung di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali, ternyata menjadi gugatan kedua yang diajukan penggugat. Pada kedua gugatan ini, penggugat menolak uang damai dari tergugat yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Gugatan pertama terjadi pada 2020 lalu. Penggugat yakni RS, 51, dan IA, 47 melayangkan gugatan kepada empat tergugat yakni ibu kandung SS, 78, saudara kandung lainnya yakni GD, AH, dan WW. Gugatan ini berisi perihal sengketa warisan.

Namun, sengketa ini dimenangkan oleh tergugat. Pengadilan Negeri (PN) Boyolali memutuskan gugatan oleh penggugat tidak bisa diterima atau putusan Niet Ontvankelijk Verklaard atau biasa disebut putusan NO.

Baca Juga: Mie Pelangi, Mi Unik dari Buah dan Sayuran

Pada mediasi gugatan pertama ini, para tergugat menawarkan uang kepada penggugat senilai Rp50 juta dengan total Rp200 juta. Uang ini akan dibayar setelah uang ganti rugi pembangunan tol diterima. Selain itu, penggugat juga akan diberi sebidang tanah lain di Bendosari seluas 200 meter persegi. Tawaran ini ditolak.

“Jadi dia gugatannya kebalik-balik. Yang digugat masalah warisan, padahal di sini kan [statusnya] hibah,” kata tergugat AH, ditemani kakaknya GD, saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (24/11/2021).

Seusai putusan itu, penggugat tidak mengajukan upaya hukum hingga batas waktu yang ditentukan. AH merasa sengketa tanah dengan saudaranya itu rampung. AH lantas mengurus proses pencairan uang ganti rugi lantaran tanahnya dan tanah para tergugat lainnya terdampak pembangunan tol Solo-Jogja.

Baca Juga: Kritik Jalan Rusak, Muda-Mudi Deles Indah Klaten Bikin Film Pendek

Prosesnya berjalan lancar hingga ia akhirnya mendapatkan undangan pencairan uang ganti rugi di balai desa. Namun, beberapa hari sebelum pencairan dana, ia menerima kabar proses ini harus ditunda.

Sebab, empat bidang tanah yang hendak dibayarkan ini masih berstatus sengketa. Ternyata, penggugat kembali melayangkan gugatan mereka.

“Yang kemarin itu gugatan kedua. Cuma ganti judul saja. Bahkan, yang sekarang, anak kandungnya [AD] juga digugat,” sambung dia.

Baca Juga: Tak Dilewati Tol Solo-Jogja tapi 4 Desa di Klaten Terima UGR, Kok Bisa?

AH menceritakan kasus ini bermula saat ibunya, SS, memiliki tanah seluas sekitar 1.450 meter persegi yang dihibahkan kepada 3 anaknya yakni GD, AH, WW dan 1 cucunya, AD pada 2012. RS dan IA tidak mendapatkan hibah ini lantaran dinilai sudah mendapatkan hibah lebih banyak sebelumnya.

Misalnya hibah yang diberikan ibunya kepada RS pada 1993 dengan menjual tanah seluas 200 meter persegi di Donohudan, Kecamatan Ngemplak. Uang ini dipakai untuk membangun rumah di Salatiga.

Kemudian, sang ibu juga menjualkan lagi sebidang tanah seluas 350 meter persegi. Hibah ini dipakai untuk membayar utang IA di bank swasta. IA menggunakan sertifikat tanah SS sebagai agunan di bank tersebut.

Baca Juga: Nama dan Foto Bupati Klaten Dipalsukan di WA untuk Penggalangan Dana

Kemudian, tanah seluas 1.450 meter persegi yang ada di Dukuh Klinggen ini dihibahkan oleh SS kepada tiga anak dan satu cucu pada 2012. Dalam hibah ini GD mendapatkan 335 meter persegi, AH mencapai 576 meter persegi, WW mendapatkan 250 meter persegi dan AD mendapatkan 142 meter persegi.

 

Tol Solo-Jogja

Sengketa oleh penggugat ini mencuat seiring muncul wacana pembangunan tol Solo-Jogja di Dukuh Klinggen. Lalu, terjadilah gugatan pertama yang dimenangkan tergugat dan gugatan kedua yang saat ini masih proses persidangan.

AH menceritakan pada mediasi gugatan kedua ini, ia menawarkan uang kepada penggugat senilai total Rp250 juta. Secara terperinci, AH memberikan Rp125 juta, GD memberikan Rp75 juta, dan WW memberikan Rp50 juta.

Baca Juga: Diawali Getaran, Kronologi Rumah di Wonogiri Roboh Tertimpa Longsor

Penggugat juga masih diberi sebidang tanah di Bendosari. Namun, tawaran ditolak penggugat. Sengketa pun lanjut ke persidangan. Sebagai informasi, nilai uang ganti rugi keempat bidang tanah ini mencapai lebih dari Rp2 miliar.

Menurut rencana, pada Jumat (26/11/2021), akan digelar pemeriksaan setempat. Namun, kepastian pelaksanaan sidang ini masih menunggu penggugat melunasi biaya panjar perkara. Hingga Rabu tadi, AH menerima kabar penggugat belum membayar biaya panjar ini.

“Pada gugatan ini kami memakai kuasa hukum atas saran PN. Sebab, PN kasihan sama ibu yang harus bolak-balik mengikuti persidangan setiap pekan,” ujar AH.


Berita Terkait

Berita Terkini

Tertahan, Simpanan Anggota KSP SB Solo Ada yang Sampai Rp570 Juta Lho

Nilai uang simpanan para anggota KSP Sejahtera Bersama Regional Solo yang masih tertahan hingga saat ini bervariasi dan ada yang mencapai Rp570 juta seorang.

Djaran Goyang-Magbul, Ini Merek Rokok Ilegal Dimusnahkan di Sukoharjo

Ribuan bungkus rokok ilegal hasil sitaan Kantor Bea dan Cukai Surakarta dalam ratusan kali operasi penegakan selama 2020-2021 dimusnahkan di Sukoharjo.

UMK Wonogiri Naik 0,07%, SPSI: Harusnya Lebih dari Inflasi 1%

UMK Wonogiri naik sekitar 0,07% disbanding tahun lalu.

Masalah Adminduk Persulit Advokasi Orang dengan HIV/AIDS di Wonogiri

Masalah administrasi kependudukan mempersulit Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Wonogiri untuk mengadvokasi orang dengan HIV/AIDS.

Sukses di Bendosari, Bazar Tani Ditiru 11 Kecamatan Lain Se-Sukoharjo

Kecamatan Bendosari dianggap sukses menggelar bazar tani sehingga Distankan Sukoharjo meminta semua kecamatan mengadakan kegiatan serupa.

Naik Kelas Tipe C, RS Waras Wiris Andong Boyolali Berbenah

Saat ini, RS memiliki kapasitas 101 tempat tidur, fasilitas CT Scan 128 slide, rontgen panoramic hingga USG 4 Dimensi.

Jalan Setapak ke Situs Watu Genuk Kragilan Boyolali bakal Dicor

Hasil ekskavasi yang digelar Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah lalu membikin peluang pengembangan kawasan wisata di sana makin terbuka.

Makin Wah, Tirto Mili Klaten bakal Dilengkapi Embung dan Pulau Buatan

Pemancingan Tirto Mili di Desa Pasung, Wedi, Klaten, bakal ditingkatkan dengan membangun embung dilengkapi pulau buatan.

KSP Sejahtera Bersama Solo Bermasalah, Anggota Minta Atensi Pemerintah

Pemerintah diharapkan bisa hadir dan membantu memberikan solusi atas kasus gagal bayar koperasi simpan pinjam seperti yang terjadi di KSP Sejahtera Bersama Solo.

Optimalkan Pajak Galian C, Pemkab Klaten Gandeng Desa di Lereng Merapi

Bupati Klaten Sri Mulyani berharap warga ikut membantu mengendalikan aktivitas pertambangan galian C.

Umur Kurang 1 Bulan, Perempuan Menangis Gagal Daftar Perdes Wonogiri 

Seorang perempuan warga Pokoh Kidul sampai menangis tidak bisa mendaftar perangkat desa sebab umurnya kurang satu bulan.

Pasar Legi Solo Segera Ditempati, Gibran: Aturannya bakal Lebih Ketat!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan akan membuat aturan baru yang lebih ketat di Pasar Legi untuk mencegah terulangnya kebakaran pada 2018 lalu.

Pakar Pengupahan UNS Solo: Penetapan UMK 2022 Untungkan Pengusaha

Pakar pengupahan yang juga akademisi UNS Solo menilai penetapan UMK 2022 yang berdasarkan PP No 36 lebih berpihak pada kalangan pengusaha ketimbang pekerja.

Ini Poin-Poin SE Wali Kota Solo Terkait Pengetatan Jelang Libur Nataru

SE Wali Kota Solo tentang PPKM yang terbit pada Selasa (30/11/2021) mengatur sejumlah pengetatan aktivitas masyarakat sebagai antisipasi libur Nataru.

Pelaku Begal Payudara di Klaten Ditangkap, Mengaku Beraksi 10 Kali

Pelaku berinisial F, 31, warga Kecamatan Klaten Tengah, ditangkap di rumahnya, Selasa (30/11/2021) pagi.