Anak Gugat Ibu Kandung di Boyolali, Penggugat Tuntut Pembatalan Hibah

Penggugat 2 meminta seluruh tanah yang dimiliki Sri Surantini dibagi secara merata kepada lima anaknya.

 Suasana sidang pemeriksaan setempat kasus anak menggugat ibu kandung di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali, Jumat (26/11/2021). (Solopos.com/Cahyadi Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Suasana sidang pemeriksaan setempat kasus anak menggugat ibu kandung di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali, Jumat (26/11/2021). (Solopos.com/Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, BOYOLALI—Penggugat 2 dalam sengketa anak menggugat ibu kandung di Guwokajen, Sawit, Boyolali, Indri Aliyanto, 47, menuntut pembatalan hibah yang dilakukan ibunya, Sri Surantini, 73. Ia meminta seluruh tanah yang dimiliki Sri Surantini dibagi secara merata kepada lima anaknya.

Hal itu disampaikan Indri kepada wartawan seusai menghadiri sidang pemeriksaan setempat di objek sengketa Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Jumat (26/11/2021). Pemeriksaan ini dihadiri semua pihak baik penggugat maupun tergugat.

PromosiPerempuan dalam Pusaran Terorisme

Menurut Indri, hibah itu tidak ada kesepakatan. Ia merasa tidak diundang, tidak ada musyawarah mufakat, dan tiba-tiba sudah terjadi pemecahan sertifikat. Maka itu, ia menuntut pembatalan hibah dan membagi seluruh tanah secara merata.

Baca Juga: Sukarelawan Pendukung Ganjar Capres 2024 Gelar Panen Bersama di Klaten

“Harusnya kalau dia [Sri Surantini] orang beragama, harusnya dikumpulkan, bermusyawarah, dibagi, jadi jelas. Jadi kita tahunya sudah dibagi dan saya tidak dapat hak di situ. Tahu-tahu sudah bersertifikat,” kata Indri.

Ia juga membantah menggugat ibu kandung. Sebaliknya, ia justru bermaksud menyelamatkan ibunya. Sebab, setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban soal harta orang tua di akhirat. “Di sini kita menyelamatkan ibu kandung kita,” sambung dia.

Tak hanya itu, Indri juga menolak damai termasuk tawaran uang Rp250 juta dari para tergugat ditambah sebidang tanah di Bendosari seluas 200 meter persegi. Penolakan ini lantaran upaya damai dilakukan setelah sengketa terjadi.

Baca Juga: Covid-19 Melandai, PGRI Klaten Berharap Sekolah Gelar PTM secara Penuh

“Damai bukan dari depan. Ini di tengah-tengah. Saya diusir. Saya tidak dianggap saudara lagi. Saya tidak diterima,” tutur dia.

Indri menambahkan pada gugatan pertama itu bukan pihak tergugat yang menang. Gugatan itu tidak diterima lantaran ada absurd yakni objek tanah yang dimiliki anak penggugat (Afrizal Dewantara Putra, 22) tidak ikut jadi tergugat.

“Bukan kita menggugat anak kandung. Itu [tanah] harus dikembalikan dulu baru dibagi rata,” ujar Indri.

Baca Juga: Misterius, Makam di Brajan Boyolali Dulu Sering untuk Tirakatan

Penggugat 1, Rini Sarwestri, 51, mengatakan dirinya mengetahui semua tanah yang dihibahkan sudah bersertifikat seiring mencuatnya isu pembangunan tol Solo-Jogja. Ia tidak mengetahui kabar pembagian hibah tanah ini lantaran dirinya dan Indri sama-sama berada di luar kota.

Prihatin

Tergugat 2 yang juga kakak kandung Rini dan Indri, Gunawan Djoko, 55, mengaku sangat prihatin atas sengketa yang terjadi. Semua keputusan terkait hibah sudah menjalani musyawarah dan mendapatkan hak masing-masing anak.

Sengketa ini membuat pembayaran uang ganti rugi tanah yang terdampak tol terhambat. Hal ini juga menghambat pembangunan jalan tol Solo-Jogja. Sebab, di kawasan itu seharusnya dibangun jembatan persis di titik tengah jalan tol Solo-Jogja.

Baca Juga: Ada Makam Misterius di Brajan Boyolali, Kisahnya Bikin Miris

“Kami sangat mendukung program negara agar bisa lancar dan segera selesai pembangunannya. Seluruh nilai ganti rugi di sini mencapai Rp2 miliar,” terang Gunawan.

Pelaksanaan sidang setempat itu berjalan kondusif selama sekitar 30 menit. Pada kesempatan itu, para penggugat dan tergugat menunjukkan batas-batas tanah yang disengketakan kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Boyolali.

Seluruh pihak hadir dalam pemeriksaan setempat pagi itu mulai dari penggugat yakni Rini Sarwestri dan Indri Aliyanto. Kemudian para tergugat terdiri atas Sri Surantini, Gunawan Djoko, Aris Haryono, Wiwik Wulandari, dan Afrizal Dewantara Putra.

Baca Juga: Atap Bocor, Eternit Gedung Balai Sidang Mahesa Boyolali Bolong-Bolong

Pihak turut tergugat juga hadir dalam sidang itu yakni Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boyolali, Priyanto dan Kepala Desa Guwokajen, Evy Nurdina.

Hakim pada sidang pemeriksaan setempat itu, Sri Hananta mengimbau kepada para pihak yang bersengketa agar menempuh jalan damai. Sebab, keduanya merupakan satu keluarga. Segala persoalan dalam keluarga lebih baik diselesaikan secara musyawarah.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kenaikan TDL Pelanggan 3.000 VA Berpotensi Tambah Beban Industri

+ PLUS Kenaikan TDL Pelanggan 3.000 VA Berpotensi Tambah Beban Industri

Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik abagi pelanggan 3.000 volt ampere (VA) disesalkan pelaku industri yang tengah berjuang untuk bangkit setelah dihajar pandemi Covid-19.

Berita Terkini

Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 20 Mei 2022: Awas Hujan Lebat Sore Hari

Informasi lengkap mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini Jumat 20 Mei 2022 bisa disimak dalam artikel ini.

Belum Ada Kasus, Lurah Di Solo Minta Warga Tetap Waspada Hepatitis Akut

Sejumlah lurah di Kecamatan Laweyan, Solo, mengimbau para ketua RT dan RW agar tetap mewaspadai penularan hepatitis akut meski belum ada kasus sejauh ini.

Punya Seribuan Hewan Kurban, Begini Langkah Lazismu Solo Antisipasi PMK

Lazismu Solo yang memiliki seribuan hewan kurban sapi dan kambing telah mengambil langkah antisipasi agar hewan kurban tersebut tidak terkena wabah PMK.

Banyak Pertanyaan Soal Pendaftaran PKL CFD, Ini Jawaban Disdag Solo

Dinas Perdagangan (Disdag) Solo mendapatkan banyak pertanyaan dari para PKL yang ingin berjualan di area car free day atau CFD pada Minggu pagi.

Meriah! Pelaksanaan Karya Potensi Akademik di Disdikbud Wonogiri

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri menggelar Gelar Karya Potensi Akademik di area parkir indoor gedung B Disdikbud Wonogiri, Kamis (19/5/2022).

Kisah Calo Tiket Bioskop Era 1980-An di Solo: Film India Paling Ramai

Seorang warga Purbowardayan, Tegalharjo, Jebres, Solo, menceritakan saat dirinya menjadi calon tiket Bioskop Rama Theatre pada era 1980-an.

Mahasiswa Akper Patria Husada Surakarta KKN di Jotangan Klaten

Sebanyak 16 mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Patria Husada Surakarta mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Jotangan, Kecamatan Bayat, Klaten, sejak Rabu (11/5/2022).

Ini Bakpia Bayat Klaten yang Dipasarkan hingga Luar Jawa, Pernah Coba?

Di Dusun Winong, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, terdapat rumah produksi bakpia yang sudah merambah sampai luar Jawa.

Heboh Badarawuhi Di Film KKN Desa Penari, Di Solo Juga Ada Ular Mistis

Seperti kisah Badarawuhi, lelembut berwujud asli ular di film KKN Di Desa Penari, di Solo juga ada cerita rakyat mengenai kemunculan ular mistis di beberapa kesempatan.

Kisah Bandar Candu Opium Raksasa dari Solo yang Memasok Seluruh Jawa

Surakarta atau Solo sempat menjadi tempat tinggal bandar candu atau opium raksasa yang sanggup memasok dan menguasai hampir perdagangan candu di seluruh Pulau Jawa, sekitar 1860-an, dimana kala itu, menghisap candu menjadi hal wajar dan legal.

Respons Surat BUM Desa, Mendes Blusukan ke Rel KA Wonosari Klaten

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, mendatangi Desa Bolali, Kecamatan Wonosari, Kamis (19/5/2022) sore.

Papan Cagar Budaya akan Dipasang di 4 Sisi Tembok Eks Keraton Kartasura

Diharapkan dengan keberadaan papan tersebut menumbuhkan rasa memiliki bagi masyarakat, sehingga dapat merawat cagar budaya secara bersama-sama.

Ingat! Pemkab Wonogiri Masih Wajibkan Warganya Pakai Masker Lo

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri belum mengubah kebijakan penggunaan masker di tempat terbuka. Masyarakat Kabupaten Wonogiri masih diwajibkan menggunakan masker meski di tempat terbuka.

Buntut Tragedi Gas Bocor, 50 Pelaku UKM Mojosongo Solo Diberi Pelatihan

Setelah tragedi gas bocor yang mengakibatkan dua orang meninggal, warga dan pelaku UMKM Mojosongo, Solo, diikutkan pelatihan penanganan kebakaran dan bahaya api.

Pemkab Wonogiri Pantau Pasar Hewan untuk Cegah PMK, Ini Lokasinya?

Pemeriksaan hewan ternak di sejumlah pasar hewan di Kabupaten Wonogiri dimulai sejak, Selasa (10/5/2022). Dari total 2.936 hewan ternak yang diperiksa, tak satupun memiliki gejala penyakit mulut dan kuku (PMK).

Siap-Siap! Satpol PP Solo Bakal Operasi Tertibkan PKL, Ini Sasarannya

Satpol PP Solo akan melakukan operasi penertiban pedagang kaki lima atau PKL yang dianggap sudah semrawut di beberapa lokasi.