Anak Gugat Ibu di Boyolali, Sertifikat Tanah Sengketa Dipastikan Sah

BPN Boyolali memastikan sertifikat tanah yang menjadi objek sengketa dalam kasus anak menggugat orang ibu kandung di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, sah.

 Suasana sidang pemeriksaan setempat kasus anak menggugat ibu kandung di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali, Jumat (26/11/2021). (Solopos.com/Cahyadi Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Suasana sidang pemeriksaan setempat kasus anak menggugat ibu kandung di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali, Jumat (26/11/2021). (Solopos.com/Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, BOYOLALI – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boyolali memastikan sertifikat tanah yang menjadi objek sengketa dalam kasus anak menggugat orang ibu kandung di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, sah. Dalam sengketa perdata itu BPN menjadi pihak turut tergugat.

PromosiSAFEnet Luncurkan Platform Pengaduan Pelanggaran Hak-Hak Digital

Kepala BPN Boyolali, Priyanto, mengatakan sertifikat yang diterbitkan terkait empat bidang tanah yang disengketakan di Klinggen adalah sah. Sebab, secara legal formal, penerbitan itu didukung dengan berka-berkas yang lengkap dan memenuhi ketentuan.

“Kalau enggak ada permohonan mana mungkin saya melayani. Jadi berkasnya masuk, secara legal formal berkas saya teliti sudah beres, memenuhi ketentuan,” kata dia, saat ditemui wartawan seusai sidang pemeriksaan setempat di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Jumat (26/11/2021).

Baca Juga: Lomba Menembak Internasional Meriahkan HUT ke-76 Brimob di Boyolali

Menurut dia, terkait pengujian secara material berkas-berkas yang diterimanya, itu bukan menjadi kewenangan BPN. BPN menerbitkan sertifikat tanah apabila secara legal formas semua berkas yang dipersyaratkan lengkap dan memenuhi ketentuan.

“Tanda tangan ada, materai ada, pernyataan ada. Ya [sertifikat] terbit aja. Jadi bahasa kasarnya ini saya itu hanya tukang catat,” ujar dia.

Sebaliknya, apabila secara legal formal berkas dan persyaratan tidak terpenuhi, sertifikat pun tidak mungkin terbit.

Baca Juga: 1.200 Santri Ikuti Ujian Munaqosah Wisuda Akbar Klaten Menghafal #5

Priyanto menambahkan BPN sebagai pihak turut tergugat dalam sengketa itu akan tetap menjalani proses persidangan hingga rampung. Lebih-lebih, sengketa ini berkaitan dengan kelancaran proyek strategis nasional pembangunan tol Solo-Jogja.

“Kami taat azas, rule of the game. Ibarat orang punya hajat, saya ini cuma tamu. Kalau besok sidang ya saya datang. Apalagi ini untuk proyek strategis nasional,” tutur dia.

Sebelumnya diberitakan dua orang anak menggugat ibu kandung dan saudara-saudaranya termasuk anaknya sendiri dalam sengketa tanah di Klinggen. Penggugat itu yakni Rini Sarwestri dan Indri Aliyanto.

Baca Juga: Ahli Waris Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja Bikin Surat Kesepakatan

Keduanya menggugat ibu kandungnya, Sri Surantini, dan sejumlah saudaranya yakni Gunawan Djoko, Aris Haryono, dan Wiwik Wulandari. Anak Rini, Afrizal Dewantara Putra juga menjadi tergugat dalam sengketa ini. Kemudian, pihak turut tergugat dalam kasus ini yakni Kepala Desa Guwokajen dan BPN.

Penggugat menuntut pembatalan hibah tanah yang dilakukan Sri Surantini. Kemudian, tanah ini dibagi rata kepada semua anaknya yang berjumlah lima orang.

Kebetulan, tanah ini turut terdampak pembangunan tol Solo-Jogja dengan nilai ganti rugi total mencapai sekitar Rp2 miliar. Saat ini, kasus masih dalam tahap persidangan di Pengadilan Negeri Boyolali.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Jaga Kesehatan, Pegawai Kantor Imigrasi Surakarta Gelar Fun Bike

Fun bike selain untuk menjaga kesehatan pegawai Kantor Imigrasi Surakarta juga merupakan rangkaian peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-72.

IDI Sukoharjo Pantau Perkembangan Kasus Harian Covid-19

Pemerintah diharapkan terus menggenjot capaian vaksinasi dengan target sasaran beragam kelompok masyarakat di Sukoharjo.

Siswa Positif Covid-19, PTM di 2 SMPN di Klaten Disetop

Terdapat satu siswa positif Covid-19 masing-masing di SMPN 1 Karangnongko dan SMPN 1 Kemalang Klaten.

Sopir Kaget Disalip Ditanjakan, Pikap Angkut Ribuan Telur Masuk Jurang

Mobil pikap pengangkut ribuan telur ayam yang dikemudikan warga Sukoharjo masuk jurang di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Hari Bhakti Imigrasi, Menkumham Yasonna Apresiasi Inovasi Keimigrasian

Menkumham Yasona meminta agar jajaran Imigrasi di seluruh Indonesia terus meningkatkan Profesionalisme dan Integritas dalam menjalankan Tugas Negara.

8 Boks PJU di Sumberlawang Dibobol Maling, Dishub Rugi Jutaan Rupiah

Pencuri menggondol sejumlah perangkat dari delapan boks lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan Sumberlawang-Purwodadi.

Disambati Bupati Sragen soal Kemiskinan, Ini Jawaban Wagub Taj Yasin

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyebut Sragen tidak masuk daerah dengan kemiskinan ekstrem di Jateng. Namun masuk zona merah di Jateng.

Prihatin Kasus Narkoba Tinggi, Kejari Solo Terjun ke Sekolah-Sekolah

Prihatin dengan angka kasus penyalahgunaan narkoba yang tinggi, Kejari Solo turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada pelajar untuk menjauhi narkoba.

14 Sertifikat Baru Lahan Terdampak JLT Sukoharjo Belum Terbit

Penerbitan sertifikat tanah yang baru setelah pelepasan hak karena terdampak JLT Sukoharjo mengacu pada ketentuan yang diatur di bidang agraria dan tata ruang.

Bupati Sragen Sambat ke Wagub Soal Angka Kemiskinan yang Tak Juga Turun

Bupati Sragen sambat ke Wagub Jateng. Ia mengaku sudah mengeluarkan anggaran banyak untuk mengentaskan kemiskinan namun angkanya tidak turun, justru naik.

Jual Minyak Goreng Rp14.000/Liter, Toko di Pasar Legi Solo Ini Diserbu

Toko Leo Jaya di lantai II Pasar Legi Solo diserbu pembeli yang antre untuk mendapatkan minyak goreng seharga Rp14.000/liter.

Jangan Macam-Macam, Kejari Karanganyar Kini Punya Satgas Mafia Tanah

Kejari Karanganyar telah membentuk Satgas Mafia Tanah sesuai instruki Kejaksaan Agung.

Dikeluhkan Warga, Tempat Karaoke di Wanglu Disegel Satpol PP Klaten

Penutupan itu dilakukan karena keberadaan karaoke dan kafe tersebut dinilai telah melanggar peraturan daerah (perda).

Penyebab Minyak Goreng Rp14.000 Sulit Diterapkan di Pasar di Boyolali

Diharapkan permasalahan harga minyak goreng di pasar tradisional dapat diselesaikan sehingga pedagang dapat menjual minyak dengan harga yang sama di toko retail.

Ribuan Tenaga Honorer di Karangamyar Terancam Nganggur

Para tenaga honorer di Karanganyar resah dengan kebijakan pemerintah pusat yang akan menghapuskan status mereka mulai tahun depan.

Bhayangkari Polres Wonogiri Diminta Berani Laporkan Kasus KDRT

Bantuan hukum terhadap kasus KDRT seperti mencegah, menindak pelaku, dan melindungi korban dijamin oleh negara.