Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat melakukan pemotongan rambut salah satu anak berambut gimbal dalam acara Ruwat Rambut Gimbal di Alun-Alun Wonosobo, Sabtu (27/7/2019). (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, WONOSOBO – Ruwat Rambut Gimbal merupakan prosesi pemotongan rambut gimbal anak-anak yang kebanyakan tinggal di kawasan dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng). Prosesi itu bertujuan untuk membersihkan atau membebaskan anak-anak berambut gimbal dari sukerta atau kesialan.

Sebelum prosesi pemotongan rambut, anak-anak berambut gimbal itu berhak mengajukan persyaratan yang wajib dipenuhi. Permintaan mereka pun terkadang cukup aneh dan sulit dipahami.

Hal itu terungkap saat Ruwat Rambut Gimbal di Alun-Alun Wonosobo, Sabtu (27/7/2019). Saat ditanya tentang syarat pemotongan rambut gimbalnya oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang turut hadir dalam acara itu, anak-anak berambut gimbal itu menyampaikan permintaan yang aneh-aneh.

Bukan hanya laptop, gelang, kalung, boneka, maupun telepon pintar, yang diminta anak-anak berambut gimbal itu. Mereka bahkan meminta barang yang nilai nominalnya sangat kecil, seperti terasi, bayam, hingga klepon, sebuah jajanan pasar.

Seperti yang disampaikan Santika Aprilia Putri, 4, warga Tumenggungan, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo. Gadis cilik itu mengaku meminta syarat pemotongan rambut gimbal kepada orang tuanya berupa terasi dan Bayam.

“Terasi? Kenapa minta terasi? Kamu memang suka terasi?” tanya Ganjar sambil mengelus rambut keriwil April.

“Iya pak. Rasanya asin, tapi enak,” ujar April dengan polos.

-->

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten