Tutup Iklan
Muhammad Arifin, 29, warga Dusun Pijilan, Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Selasa (30/4/2019), menunjukkan foto adiknya, Taufiq Rochim, 25, yang hilang di perairan Panama. (Solopos-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN — Taufiq Rochim, 25, seorang anak buah kapal (ABK) asal Dusun Pijilan, RT 004, Desa Jambanan, Sidoharjo, Sragen, hilang di perairan Panama, Amerika Tengah, sejak 15 April 2019 lalu. Anak kedua dari lima bersaudara itu dinyatakan hilang sebelum waktu sarapan pagi.

Muhammad Arifin, 29, kakak dari Taufiq Rochim mengatakan kabar hilangnya sang adik itu disampaikan perwakilan dari PT Mandiri Maritim Sejahtera Pemalang yang datang ke rumahnya dan Balai Desa Jambanan pada Selasa (23/4/2019) lalu. Perwakilan dari perusahaan penyalur tenaga kerja itu memberitahukan bahwa Taufiq Rochim hilang pada 15 April setelah pukul 07.00 waktu setempat atau sebelum sarapan pagi bersama ABK lainnya.

“Adik saya naik kapal pencari ikan bernama Gilontas 313. Infonya, kapal itu hanya mengangkut 13 ABK, termasuk adik saya. Setelah mencari ikan semalaman, semua ABK makan dan mandi sekitar pukul 01.00. Setelah itu, semua ABK beristirahat sehingga kegiatan mereka sudah tidak terpantau oleh kapten. Baru setelah pukul 07.00 atau jelang sarapan pagi, semua ABK dipanggil, tapi adik saya sudah tidak ada,” jelas Arifin saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (30/4).

Arifin menjelaskan sebelum berangkat melaut untuk mencari ikan di perairan Panama, adiknya sempat berpamitan kepada orang tua pada 25 November 2018 lalu. Itu adalah kali terakhir keluarga bertemu langsung dengan Taufiq. Setelah itu, Taufiq tidak menjalin komunikasi dengan orang tua atau saudaranya melalui ponsel. Namun, Taufiq sempat berkomunikasi dengan istrinya, Sarni, 23, sebelum ia hilang di perairan Panama.

“Informasi yang kami terima dari PT Mandiri Maritim Sejahtera, kapal itu saat ini masih berada di tengah laut. Kapal itu baru bisa bersandar di dermaga setelah 6-8 bulan,” ucap Arifin.

Setelah mendengar kabar hilangnya Taufiq, ibu dan istrinya merasa syok. Taufiq saat ini memiliki seorang anak perempuan yang masih berusia tiga tahun.

“Harapan kami, adik saya bisa ditemukan. Kalau tidak bisa ditemukan, apa yang menjadi haknya supaya bisa dipenuhi oleh perusahaan. Terus terang saya kasihan dengan istri adik saya yang sakit-sakitan. Sampai sekarang masih shock berat. Sementara dia masih harus merawat anaknya yang masih balita,” paparnya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten