Anak berkebutuhan khusus, Farrel Alvaro R.H., menunjukkan lukisannya yang dibuat saat kegiatan Special Needs Art Festival (SNAF) 2019 di kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Sabtu (7/12/2019). (Antara-Sumarwoto)

Solopos.com, PURWOKERTO — Puluhan anak berkebutuhan khusus dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas unjuk kemampuan melukis mereka dalam kegiatan Special Needs Art Festival (SNAF) 2019 yang diselenggarakan di kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Dalam kegiatan yang digelar di Taman Hijau, Kantor Pusat UMP, Sabtu (7/12/2019), anak-anak berkebutuhan khusus itu tampak asyik melukis sesuai dengan imajinasi mereka. Salah seorang anak berkebutuhan khusus bernama Farrel Alvaro R.H., 9, mengaku melukis rumah.

“Bikin rumah, sulit,” kata siswa Kelas III SD Islam Terpadu Harapan Bunda, Purwokerto.

Peserta lainnya, Kalista (12) mengaku senang melukis dengan pensil sejak kecil. “Saya senang melukis pemandangan. Kadang-kadang melukis di rumah kalau bosan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Acara SNAF 2019 Demas Adi Wicaksono mengatakan kegiatan tersebut untuk memberi kesempatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus mengekspresikan kemampuannya di bidang seni rupa/lukis. Selain itu, pihaknya juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, guru, dan orang tua bahwa anak-anak berkebutuhan khusus tersebut mempunyai potensi yang bisa dikembangkan secara maksimal.

“Kita tidak memandang sebelah mata anak-anak berkebutuhan khusus, tetapi mereka punya prestasi yang luar biasa jika digali. Orang-orang itu memahami potensinya,” kata Demas Adi Wicaksono yang juga Co Founder Sekolah Tujuh Langit.

Ia mengatakan bahwa pihaknya juga menggelar pameran lukisan hasil karya 35 anak berkebutuhan khusus yang berasal dari berbagai sekolah di Banyumas, Purbalingga, Yogyakarta, dan Jakarta. Menurut dia, 45 lukisan hasil karya 35 anak berkebutuhan khusus tersebut dipamerkan di lantai dasar Gedung Rektorat UMP.

Demas Adi Wicaksono mengatakan bahwa pihaknya juga menggelar workshop parenting tentang anak berkebutuhan khusus. Pada Minggu (8/122019), ada kegiatan visual art workshop.

“Jadi, kami belajar bagaimana teknik-teknik melukis dan mengajarkannya untuk anak-anak di sekolah,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten