Anak-anak mengikuti gladhen jemparingan dalam rangka HUT ke-74 TNI di Lapangan Pringgodani, Wonogiri, Minggu (6/10/2019). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, WONOGIRI -- Sebanyak 295 pemanah dari berbagai kota di Indonesia memeriahkan lomba Gladhen Jemparingan yang digelar Kodim 0728/Wonogiri di Lapangan Pringgodani, Wonokarto, Wonogiri, Minggu (6/10/2019).

Lomba itu selain untuk memperingati HUT ke-74 TNI juga sebagai upaya melestarikan tradisi jemparingan. Pemimpin Lomba, Budi Narwanto, mengatakan gladhen jemparingan berskala nasional itu diikuti peserta dari berbagai kota di Indonesia.

Peserta terjauh datang dari Bali dan sebagian lainnya dari Bangkalan, Surabaya, hingga Klaten, Jogja, dan Soloraya. Tingginya animo peserta membuat panitia terpaksa membatasi menjadi hanya 300-an peserta.

Baca juga: Seusai Upacara Makodim Wonogiri Diserbu Polisi: Selamat Ulang Tahun!

“Hal ini demi kenyamanan peserta,” kata dia saat ditemui Solopos.com di sela-sela lomba, Minggu.

Budi menjelaskan peminat jemparingan di Wonogiri terus bertumbuh. Saat ini setidaknya ada sejumlah paguyuban jemparingan di Wonogiri, yakni Samber Nyawa di Wonokarto, Al Jawi di Baturetno, Giri Mandala, Slogohimo, hingga Girimarto.

Di paguyuban-paguyuban itu pula anak-anak mulai tertarik menekuni jemparingan gaya mataraman itu. “Kali ini gladhen diikuti 50 peserta anak-anak usia di bawah 13 tahun. Selebihnya dewasa baik putra maupun putri,” imbuh dia.

Baca juga: Proyek Jalan Lingkar Kota Wonogiri Berubah, Biaya Terancam Bengkak

Gladhen jemparingan ini merupakan kali keempat yang digelar Kodim 0728/Wonogiri sejak 2016. Hadiah utamanya piala Dandim 0728/Wonogiri dan uang pembinaan Rp1 juta untuk kategori dewasa putra-putri.

Sedangkan juara I untuk anak-anak mendapatkan uang pembinaan Rp750.000. Ia berharap melalui gladhen itu tradisi jemparingan di Wonogiri makin populer.

Jemparingan juga makin diminati kawula muda. “Jadi ada regenerasi atlet jemparingan. Ini bagus untuk olahraga dan olah rasa. Jemparingan juga bagus untuk melatih konsentrasi. Selain olahraga, jemparingan juga menjadi rekreasi,” harap Budi.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten