Amerika Serikat Negara Paling Mematikan Bagi Jurnalis Selama 2018
Bendera Amerika Serikat (Reuters)

Solopos.com, WASHINGTON Amerika Serikat masuk dalam daftar enam negara yang paling tidak aman bagi jurnalis. Pernyataan itu merupakan hasil penyelidikan yang dirilis dalam laporan tahun Reporters Without Borders (RSF) Desember 2018.

Ini merupakan kali pertama Amerika Serikat masuk dalam daftar negara yang tidak aman bagi jurnalis. Adapun lima negara lain yang mematikan bagi profesi jurnalis adalah Afghanistan, Meksiko, Suriah, Yaman, dan India.

Dilansir The Wrap, Rabu (19/12/2018), sepanjang 2018 ada enam jurnalis yang meregang nyawa di Amerika Serikat. Empat diantaranya tewas dibunuh dalam penembakan di kantor surat kabar Capital Gazette di Maryland, Juni 2018. Dua lainnya tewas dibunuh pada Mei 2018 saat meliput cuaca ekstrem di wilayah North Carolina.

Menurut RSF, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merupakan salah satu tokoh yang sering menyerang jurnalis. Tim RSF juga menyebut kematian jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, sebagai wujud kekerasan terhadap jurnalis yang tidak bisa diampuni.

"Kekerasan terhadap jurnalis telah mencapai level yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Saat ini, situasinya sangat kritis dan memprihatinkan," kata Sekretaris Jenderal RSF, Christopher Deloire, seperti dikutip dari CNN.

Selanjutnya, RSF menyebut Afghanistan sebagai negara yang paling mematikan bagi jurnalis setelah Amerika Serikat. Sebanyak 15 reporter dibunuh sepanjang 2018, 10 diantaranya tewas bersamaan saat meliput serangan di Kabul, April 2018.

Sementara perang di Suriah sepanjang 2018 telah menewaskan 11 wartawan. Sedangkan perang di Yaman menewaskan sekitar delapan jurnalis. Dan enam jurnalis meregang nyawa dalam konflik yang terjadi di India.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom