Tutup Iklan

Ambulans Klaten Korban Pelemparan Sudah Beroperasi Kembali, Proses Hukum Tetap Berjalan

Mobil ambulans milik Muhammadiyah Klaten yang menjadi sasaran pelemparan batu di Flyover Purwosari belum lama ini sudah beroperasi kembali.

 Para sukarelawan melepas bagian kaca depan ambulans sebagai alat bukti kasus pelemparan ambulans di Flyover Purwosari pada Jumat (23/7/2021). (Istimewa/Dok Polresta Solo)

SOLOPOS.COM - Para sukarelawan melepas bagian kaca depan ambulans sebagai alat bukti kasus pelemparan ambulans di Flyover Purwosari pada Jumat (23/7/2021). (Istimewa/Dok Polresta Solo)

Solopos.com, SOLO — Mobil ambulans milik Muhammadiyah Klaten yang menjadi sasaran pelemparan batu di Flyover Purwosari belum lama ini sudah beroperasi kembali. Namun, proses hukum pelemparan batu yang mengakibatkan kaca depan ambulans rusak parah tetap berjalan.

Ketua Bidang Hukum Dan HAM Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Solo, Ahmad Zia Khakim, kepada wartawan, mengatakan ambulans milik Muhammadiyah itu telah beroperasi kembali menyusul perbaikan kaca depa. Namun, bagian kaca depan yang rusak parah ditinggal di Mapolresta Solo sebagai alat bukti.

“Kami percayakan kepada Kapolresta Solo terhadap pencarian pelaku. Saya berterima kasih kepada kepolisian karena diperbolehkan mengambil ambulans untuk pelayanan,” papar dia.

Baca Juga: 5 Formasi CPNS di Wonogiri Ini Sepi Peminat, Yuk Daftar

Khakim menambahkan terhitung sudah dua pekan ambulans di Mapolresta Solo, sehingga ambulans tidak beroperasi untuk fungsi pelayanan umat. Ia berharap kepolisian segera mengungkap pelaku pelemparan batu itu. Khakim mengaku dari pihaknya sudah ada beberapa orang saksi yang diperiksa yakni penumpang ambulans dan sopir.

Koordinator Layanan Umat Muhammadiyah Klaten, Muhammad Kholid Imawan, menyampaikan di lapangan masih sering terjadi gangguan kepada ambulans setiap malam. Tidak hanya ambulans Muhammadiyah, ambulans yang lain pun kerap mendapat gangguan dari orang tak betanggungjawab. Jika dilihat, para penganggu berusia anak-anak.

“Kalau penyerangan serupa tidak ada, hanya verbal seperti dipepet dan dimaki,” papar dia.

Kholid mengaku setiap malam pemakaman dan pengantaran pasien sangat banyak. Sehingga tidak memungkinkan para sukarelawan itu berpatroli mencegah hal serupa terjadi. “Kami fokus pasien dan jenazah dulu. Kalau lokasi rawan itu di daerah pinggiran seperti Cawas, Jatinom, Bayat, dan Pedan,” imbuh dia.

Menurutnya, gangguan kepada ambulans mulai terjadi menyusul lonjakan angka Covid-19. Lalu, kondisi itu diperparah dengan video hoaks yang membuat semakin banyak teror kepada ambulans. Ia berharap warga mendukung para sukarelawan ambulans yang sedang berjuang bukan sebaliknya.

Baca Juga: Jalan di Solo Kapan Dibuka? Ini Kata Kasatlantas

Kasatreskrim Polresta Solo AKP Djohan Andika, mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, kepada wartawan, Minggu (25/7/2021) mengatakan saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan kasus pelemparan ambulans milik Muhammadiyah Klaten itu.

Ia telah memeriksa beberapa saksi termasuk saksi korban. Kepolisian juga memeriksa kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. “Pertimbangan kegunaan, ambulans bisa difungsikan kembali, mengingat saat ini kebutuhan rumah sakit karena pandemi Covid-19 ini,” ujar dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

9 BUMD Sragen Diguyur Modal Rp25 Miliar Tahun Depan

Dari sembilan BUMD di Sragen, ada tiga BUMD berprestasi secara manajemen dengan mendapatkan penghargaan Top BUMD 2021 Bintang 4.

Desa Sendang Wonogiri Terbaik Nasional, Ini Keunggulannya

Ada tiga hal yang dinilai pada ajang ini, yakni administrasi desa memiliki bobot 20, aktivasi dan akses masyarakat bobot 20, dan inovasi desa terkait pelayanan publik bobot 60.

Jumlah Sambungan Pelanggan Baru PLN di Boyolali Meningkat

Jumlah penyambungan ke pelanggan di Klaten dan Boyolali pada Agustus menyasar sekitar 5.000 pelanggan.

Kejar Herd Immunity, Kapolres Klaten Tinjau Vaksinasi di SMPN 2 Wedi

Peninjauan Kapolres Klaten ke SMPN 2 Wedi guna memastikan vaksinasi di sekolah setempat berlangsung lancar.

Hebat! Desa Sendang Terbaik Nasional soal Keterbukaan Informasi Publik

Desa Sendang, Wonogiri, menjadi desa terbaik se-Indonesia dalam hal keterbukaan informasi publik desa.

Ada Sekolah Langgar Prokes, Pemkot Solo Diminta Tak Sekadar Reaktif

Pemkot Solo diminta tidak hanya bersikap reaktif ketika ada sekolah melanggar prokes saat PTM namun juga melakukan pengawasan sistematis.

PJU Kembali Dinyalakan, Alun-Alun Wonogiri Terang Benderang

Dishub memadamkan PJU di ruas jalan raya tertentu sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, awal Juli 2021.

PTM Terbatas di 824 SD dan SMP di Klaten Bakal Disidak secara Rutin

Sri Mulyani mengatakan sidak dilakukan oleh lima tim yang menyebar ke berbagai sekolah terutama yang menyelenggarakan PTM terbatas.

Dukung Swasembada Daging, Kesehatan Reproduksi Sapi Boyolali Dipantau

Sapi yang memiliki masalah dalam sistem reproduksi akan diobati dan dipantau selama tiga pekan ke depan. 

Timbang Mangkrak, Pawartos Bikin Taman di Lahan Eks Terminal Kartasura

Masyarakat yang tergabung dalam Pawartos membangun taman dan pusat kuliner di lahan bekas Terminal Kartasura, Sukoharjo, yang lama mangkrak.

RAPBD Kabupaten Boyolali 2022 Rp2,27 Triliun

Dalam Ranperda APBD 2022, struktur pendapatan daerah dalam APBD Boyolali tahun 2022 diestimasikan Rp2.278.633.677.000.

Kucing, Hewan Paling Banyak Divaksin Rabies di Wonogiri

Vaksin rabies untuk hewan peliharaan ini digelar sebagai tindakan preventif dan mempertahankan status Jawa Tengah yang bebas rabies.

Baru 40-An Pelaku Usaha Ajukan QR Code PeduliLindungi lewat Pemkot Solo

Jumlah pelaku usaha yang mendaftar pengajuan QR Code PeduliLindungi melalui Dinas Pariwisata Solo masih minim, baru 40-an.

KPA Sragen Gelar Tes HIV di Gunung Kemukus Sasar Pekerja Hiburan

Pemkab Sragen kini punya alat khusus untuk memindai sidik jari warga jika menemui kelompok rentan HIV/AIDS yang tidak memiliki KTP.