Ribuan orang tua dan calon siswa mengantre untuk melakukan verifikasi berkas dan pengambilan token di SMAN 3 Semarang, Senin (24/6/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMA negeri di Jawa Tengah (Jateng) memang baru dimulai pekan depan atau tepatnya 1 Juli 2019. Meski demikian, sejumlah SMAN favorit di Kota Semarang sudah diserbu para calon peserta didik baru, Senin (24/6/2019).

Para calon siswa itu datang berbondong-bondong ke SMAN pilihannya guna mendapatkan token untuk membuat akun yang digunakan untuk melakukan pendaftaran PPDB secara online. Pengambilan token dilakukan setelah calon siswa melakukan verifikasi berkas.

Salah satu SMA yang diserbu calon siswa tak lain adalah SMAN 1 Semarang. SMA yang terletak di Jl. Menteri Supeno, Mugasari, itu selama ini memang dikenal sebagai salah satu sekolah favorit di Semarang.

Tak heran jika sekolah itu pun dibanjir peminat. Bahkan, mereka rela antre berjam-jam hanya untuk melakukan verifikasi berkas dan mengambil token.

Salah satu orang tua siswa, Edi, warga Wonodri, mengaku sudah datang ke SMAN 1 Semarang sejak pukul 06.30 WIB. Meski demikian, ia menilai kehadirannya itu kurang pagi karena saat tiba sudah banyak calon peserta didik baru bersama orang tuanya yang lebih dulu mengantre.

“Saya kira datang sudah paling pagi, tapi ternyata ada yang lebih awal. Tadi datang ke sini jam setengah tujuh pagi dan baru selesai sekitar pukul 13.00 WIB,” ujar Edi kepada Semarangpos.com, Senin.

Tak hanya di SMAN 1 Semarang yang diserbu para calon peserta didik baru. Di SMAN 2 Semarang yang terletak di Kecamatan Pedurungan itu juga diserbu calon siswa yang ingin melakukan verifikasi berkas.

Bahkan ada salah satu orang tua calon siswa di SMAN 2 Semarang yang rela datang sebelum loket pendaftaran di buka atau sejak pukul 04.00 WIB. Orang tua itu, yakni Ufik Kurniasih, warga Genuk.

Kedatangan Ufik yang lebih awal itu tak lain karena mendapat informasi jika proses verifikasi harus dilakukan secepatnya agar bisa diterima di sekolah yang diinginkan.

“Informasi yang kita dapat, siapa yang paling cepat [verifikasi], paling dekat [rumah dengan sekolah], dan paling tua [maksimal 21 tahun], itu yang bisa diterima. Jadi, verifikasi dan pengambilan token yang kita ketahui sama memberi pengaruh,” ujar Ufik.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Semarang, Yuwana, mengatakan sebenarnya para calon siswa dan orang tua tidak perlu panik saat pengambilan token maupun verifikasi berkas. Hal itu dikarenakan proses pengambilan token dan verifikasi berkas bisa dilakukan sampai Jumat (28/6/2019).

“Pengambilan token itu dimulai hari ini, 24 Juni-28 Juni nanti. Pengambilan token enggak berpengaruh ke pendaftaran. Bagi yang belum buat akun bisa dilayani sampai 28 Juni nanti, enggak perlu antre panjang pagi-pagian. Penting itu tanggal 1-5 Juli, saat pendaftaran,” ujarnya.

Yuwana menambahkan sekolahnya membuka 24 loket yang melayani pembuatan akun. Loket dibuka hingga pukul 15.00 WIB. Namun jika masih ada antrean, pihaknya pun akan berusaha untuk tetap memberikan pelayanan.

“Padahal kami sudah sosialisasikan, tapi enggak tahu ini kok antreannya masih panjang. Mungkin efek [isu] ramai di Jatim ya, ada isu juga di luar, bahwa kami hanya melayani 100 orang per hari,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten