AMALAN RAMADAN : Inilah Lima Wejangan Ulama yang Bikin Hidup Bahagia
Ilustrasi hidup bahagia (Google/ shutterstock)

Amalan Ramadan berikut ini jika dijalani penuh kesabaran akan membuat hidup bahagai.

Solopos.com, KOTA MADIUN – Memasuki Bulan Ramadan, banyak warga muslim yang berlomba-lomba melakukan ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah. Tujuan akhirnya ialah mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

KH Iskandar, ulama dari Kota Madiun, menjelaskan kebahagiaan hidup secara hakikik hanya tercapai jika manusia memiliki landasan spiritual dalam setiap gerak dan aktivitas keseharianya. Landasan spiritual itu bisa dicapai dengan melalukan sejumlah amalan setiap hari.

Pertama, kata Iskandar, memiliki jiwa zuhud. Zuhud ialah sikap hidup sederhana, baik lahir maupun batin. Orang zuhud ialah mereka yang tak silau oleh fatamorgana dunia, tak berlebihan dalam urusan duniawi, serta selalu merasa cukup dengan pemberian Tuhan.

“Mungkin secara lahir dia kaya raya, tapi batinnya tak pernah diperbudak oleh duniawi. Ia merasa dunia adalah milik Tuhannya,” kata Iskandar dalam ceramahnya menjelang buka puasa bersama di Masjid Agung Kota Madiun, Sabtu (20/6/2015).

Wejangan kedua ialah selalu meniatkan ibadah dalam setiap langkah hidup. Orang yang memiliki dasar spiritualitas selalu sadar bahwa gerak hidupnya akan dipantau oleh Tuhannya. Itulah sebabnya, dia selalu meniatkan kebaikan dalam perkara duniawi, lebih-lebih urusan akhirat.

Wejangan ketiga ialah mengurangi omong kosong. Orang yang terlalu banyak bicara namun dalam hal kesia-siaaan akan mudah tercebur pada permasalahan dan pertikaian. Sebab, perkara itu banyak lahir dari omongan. Dan orang yang hidupnya bahagia tak akan mengumbar omong kosong.

“Dia memilih diam ketimbang bicara yang tak ada manfaatnya,” paparnya mengutip kitab Tanbihul Ghofilin.

Nasihat keempat ialah menjaga salat lima waktu. Caranya dengan menjalankan salat sesuai waktunya, tak menunda-nunda, apalagi sampai meninggalkannya.

Dan nasihat terakhir, kata Iskandar, ialah berjiwa wira’i atau penuh kehati-hatian dalam urusan haram dan subhat. Orang yang berjiwa wira’ selalu berusaha mencari sumber rezeki yang halal dan meninggalkan barang subhat apalagi haram.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom