Amalan dan Keutamaan Bulan Rabiul Awal

Berikut ini terdapat keutamaan dan amalan yang bisa dilakukan umat muslim di Rabiul Awal, bulan kelahiran dari Nabi Muhammad SAW.

Rabu, 28 September 2022 - 10:32 WIB Editor: Nugroho Meidinata | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi doa. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Dalam memasuki Rabiul Awal, bulan lahir Nabi Muhammad SAW yang memiliki sederet keutamaan ini, umat muslim disunahkan untuk melakukan amalan yang ada di bawah ini.

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyebut satu Rabiul Awal jatuh pada 27 September 2022 atau 26 September 2022 malam. Hal ini berdasarkan pemantauan hilal di tiga lokasi di Gresik, Pekalongan, dan Jakarta Utara.

“Awal bulan Rabiul Awal 1444 H bertepatan dengan Selasa Pahing 27 September 2022 M (mulai malam Selasa) atas dasar rukyah,” demikian tertulis dalam Pengumuman Nomor: 029/LF–PBNU/IX/2022 yang dikeluarkan pada Senin (26/9/2022).

Rabiul Awal merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, bulan ini memiliki banyak keutamaan dan amalan yang bisa bisa dilakukan oleh umat muslim. Bulan ini kerap juga disebut dengan Muludan, bulan Maulid, atau Mulud.

Baca Juga: Maulid Nabi Muhammad 2022 Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Jadwalnya di Sini!

Menurut Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki dalam kitab Mafahim Yajib an Tushahhah, peringatan Maulid Nabi Mummad di Rabiul Awal memiki keutamaan untuk mendakwahkan teladan akhlak Rasulullah serta sejarah kehidupan, perjuangan, bisnis, politik, strategi kepemimpinan, dan cara ibadah Nabi.

Maka dari itu, terdapat beragam amalan yang bisa dilakukan pada bulan Rabiul Awal, seperti membaca ayat-ayat Al-Qur’an, zikir, tahlil,  hingga mengetahui sejarah dan perjuangan Rasulullah.

Baca Juga: Hari Kesaktian Pancasila Diperingati 1 Oktober, Bukan Hari Libur Nasional

Mengutip situs resmi NU online, orang Indonesia pada umumnya mengisi peringatan Maulid Nabi Muhammad dengan membaca kitab rawi atau buku riwayat Rasulullah melalui atau tanpa iringan tabuhan rebana. Selain itu, ada juga pembacaan ayat Al-Qur’an, ceramah agama, dan makan bersama di tempat atau pembagian makanan yang disebut berkat.

“Syukur kepada Allah SWT terwujud dengan pelbagai jenis ibadah, misalnya sujud (salat sunah), puasa, sedekah, dan membaca Al-Qur’an. Adakah nikmat yang lebih besar pada hari ini dari kelahiran Nabi Muhammad saw, nabi kasih sayang,” jelas Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Husnul Maqshid fi Amalil Mawlid.

Baca Juga: Urutan Doa dan Zikir Setelah Salat Lima Waktu Menurut NU

Perlu digarisbawahi dari As-Suyuthi, dalam peringatan maulid di bulan Rabiul Awal yang memiliki amalan dan keutamaan ini terdapat edukasi berupa konten yang memotivasi orang untuk beramal saleh.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif