Alun-Alun Wonogiri Segera Dibuka, Ini Komentar Pedagang
Suasana di simpang empat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), tepatnya di Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Wonogiri, Senin (5/10/2020). Setiap sore kawasan itu digunakan jualan oleh para PKL yang sebelumnya berjualan di sekitar Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri. (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI - Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri direncanakan akan dibuka kembali pada Minggu (25/10/2020). Paguyuban pedagang menyebut jadwal itu masih bisa berubah karena banyak yang harus dipersiapkan.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Alun-alun Giri Krida Bakti, Supriono. "Saat ini masih menunggu pemetaan lokasi yang kami lakukan. Karena setiap lapak ada jaraknya. Spanduk bertuliskan kawasan wajib bermasker juga harus dipersiapkan," ungkap dia.

Menurut dia, jika Kamis (22/10/2020), persiapan sudah selesai, maka rekomendasi dibukanya alun-alun untuk para PKL akan segera turun. "Ini masih belum final, waktu masih bisa berubah. Kalau dari dinas itu tergantung kesiapan PKL. Jika sudah siap langsung diputuskan," lanjutnya.

Nyetir Mobil Sendirian Tetap Wajib Pakai Masker, Nanti Kena Razia Loh!

Hingga saat ini, Supriono bersama anggota PKL lainnya mengatakan masih terus mempersiapkan hal-hal yang diperlukan agar PKL bisa berdagang di alun-alun. Selain itu, ia masih menunggu hasil swab sebagian PKL masih belum keluar.

Rencananya, hasil swab akan ditempelkan di masing-masing lapak. "Bagi yang belum swab dilarang berjualan di alun-alun meski itu anggota paguyuban," kata Supriono.

Seperti diketahui rencana pembukaan alun-alun Wonogiri itu diungkap Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Wonogiri, Wahyu Widayati. Nantinya para pedagang diperbolehkan berjualan di alun-alun Wonogiri dengan berbagai ketentuan.

Keputusan pembukaan alun-alun itu sudah disepakati antara Pemerintah Kabupaten Wonogiri dengan paguyuban PKL Alun-Alun Wonogiri. PKL yang diperkenankan berjualan merupakan pedagang yang sudah dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab pada Jumat (16/10/2020) lalu.

Setiap lapak, lanjut Wahyu, ada jarak yang sudah ditentukan. Sehingga ketika ada antrean pembeli tetap jaga jarak. Selain itu para pedagang juga wajib memakai masker dan menyediakan tempat cuci tangan.

Di setiap lapak dianjurkan untuk memasang spanduk yang bertuliskan kawasan wajib memakai masker. Hal itu untuk mempertegas bahwa pembeli dan pedagang wajib memakai masker.

Monumen Juang 45 Klaten Jadi Tempat Deklarasi Menolak Demo Anarkistis

"Pengukuran antar lapak akan dilakukan paguyuban pedagang. Kami yang melakukan pengawasan. Paguyuban PKL itu juga membentuk Satgas sendiri. Mereka sudah dijadwalkan mengawasi selama PKL beroperasi. Sehingga diharapkan protkol kesehatan di sana terpenuhi," ungkap dia.

Guna menghindari kerumunan, PKL yang diperbolehkan berjualan hanya 30 persen dari total keseluruhan jumlah PKL. "Dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok berjualan selama satu pekan. Begitu berjalan seterusnya," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom