Alun-Alun Lama Kudus bakal Direvitalisasi, Segini Anggarannya

Pemerintah Kabupaten Kudus berencana melakukan revitalisasi pada alun-alun lama yang saat ini menjadi Taman Menara Kudus pada akhir tahun 2022 ini.

 Ilustrasi Taman Menara Kudus yang dulunya merupakan alun-alun. (Dok Solopos.com/Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Taman Menara Kudus yang dulunya merupakan alun-alun. (Dok Solopos.com/Antara)

Solopos.com, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), akan segera melakukan revitalisasi pada Alun-alun lama Kudus atau yang saat ini lebih dikenal dengan nama Taman Menara Kudus. Proses revitalisasi itu rencana dimulai akhir tahun 2022 ini dengan anggaran yang disiapkan mencapai Rp800 juta.

“Kami anggarkan di perubahan [APBD] ini. Ada Rp800 juta kalau tidak salah,” ujar Bupati Kudus, H.M. Hartopo, dikutip dari laman Murianews.com, Kamis (11/8/2022).

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Hartopo mengatakan nantinya Alun-alun lama Kudus akan didirikan taman-taman kecil di sekelilingnya dan menyesuaikan konstruksi yang sudah ada. “Menyesuaikan dari Taman Menara itu sendiri, nanti lihat bagaimana,” ujar Hartopo.

Ketika proses revitalisasi Alun-alun lama Kudus itu selesai, Hartopo berharap kawasan itu bisa menjadi kawasan budaya. Harapannya, setiap bulan sekali ada kesenian budaya yang ditampilkan di lokasi tersebut.

“Akan kami upayakan untuk bisa terealisasi, sehingga pelaku seni punya wadah untuk menunjukkan kreativitasnya,” ujarnya.

Baca juga: Audisi Umum Bulu Tangkis PB Djarum Digelar Lagi, Kini Hanya di Kudus

Sementara itu, salah satu pemerhati sejarah Kabupaten Kudus, Agus Susanto, mengatakan pusat peradaban Kudus berawal dari Menara Kudus. Di mana di lokasi tersebut dulunya terdapat sebuah prasasti.

“Asal mula Kudus adalah berasal dari Menara, di mana terdapat sebuah tulisan prasasti yang terjemahannya adalah Syekh Jafar Shodiq membangun masjid dan negeri Kudus. Jadi memang dulu alun-alun lama itu adalah pusat peradaban,” jelasnya.

Alun-alun lama Kudus saat ini fungsinya telah berubah menjadi Taman Menara Kudus. Saat ini alun-alun lama Kudus itu digunakan untuk area parkir mobil dan pangkalan ojek untuk peziarah di makam Sunan Kudus.

Baca juga: Alun-Alun Lama Kudus Bakal Direvitalisasi, Begini Nasib Rukonya

Pemerintah Kabupaten Kudus memang berencana menata ruang untuk mengembalikan fungsi alun-alun lama ini sebagai ruang terbuka hijau. Oleh karenanya, alun-alun lama ini pun dibuat sebagai Taman Menara Kudus yang pembangunannya dilakukan pada 2015 lalu.

Sumber: Murianews.com

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Catat, KPU Salatiga Butuh 5.918 Tenaga Penyelenggara Pemilu 2024

      Sebagai persiapan Pemilu 2024, KPU Kota Salatiga membutuhkan setidaknya 5.918 orang yang dibutuhkan sebagai badan ad hoc penyelenggara pemilu mulai dari KPPS, PPS hingga PPK.

      Solo Valley Werken, Proyek Gagal Belanda di Lembah Sungai Bengawan Solo

      Pemerintah Hindia Belanda pernah menginisiasi Solo Valley Werken, proyek pengendalian banjir dan pembuatan jaringan irigasi yang termahal pasca-perang Jawa, namun sayangnya gagal.

      Bahan Baku Menipis, Pengrajin Eceng Gondok Rawa Pening Berburu ke Luar Daerah

      Stok eceng gondok di Rawa Pening semakin menipis seiring dimulainya proyek revitalisasi. Untuk mencukupi kebutuhan barang baku kerajinan, para pengrajin berburu eceng gondong ke Demak dan Purwodadi.

      4 Mantan Teroris Beri Kuliah Umum di Udinus Semarang

      Empat eks napi teroris (napiter) memberi materi dalam kuliah umum Refreshing Kepemimpinan, Pencegahan Faham Radikalisme dan Terorisme Untuk Aktivitas Organisasi Kemahasiswaan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

      Siap-Siap, Bansos Rp2,3 Miliar untuk Warga Salatiga Segera Cair

      Anggaran bansos senilai Rp2,3 miliar disiapkan Pemkot Salatiga untuk program pengendalian dampak pengalihan subsidi BBM dan pengendalian inflasi 2022.

      Long Weekend, Ini Rekomendasi Tempat Wisata Keluarga di Semarang

      Berikut rekomendasi sejumlah tempat wisata yang mengusung konsep keluarga di wilayah Semarang Raya.

      Masa Kejayaan Hotel Dibya Puri Semarang, Langganan Para Artis hingga Menteri

      Sebelum berhenti beroperasi pada 2008, Hotel Dibya Puri Semarang menjadi langganan menginap para artis hingga kalangan menteri pada era Orde Baru.

      Tak Tampak 3 Hari, Nenek 80 Tahun di Semarang Ditemukan Meninggal dalam Rumah

      Warga Kampung Bulustalan, Semarang Selatan, digegerkan dengan penemuan mayat warga lansia atau nenek berusia 80 tahun di dalam rumah.

      Setahun, 2.800 Tenaga Honorer di Cilacap Diangkat Jadi ASN

      Sebanyak 2.800-an tenaga honorer di lingkungan Pemkab Cilacap telah diangkat sebagai ASN, baik CPNS maupun PPPK, dalam kurun waktu 2021-2022.

      Geger, Mayat Bayi Laki-Laki Ditemukan Dekat Gereja di Jepara

      Penemuan mayat bayi di lingkungan gereja di Desa Welahan, Jepara, menimbulkan misteri terkait sosok pembuangnya.

      Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Kompleks Karaoke Cumpleng Indah Blora Ditutup

      Pemerintah Kabupaten Blora resmi menutup kompleks hiburan malam karaoke Cumpleng Indah karena diduga menjadi praktik prostitusi.

      Menipis, Stok Vaksin Covid-19 di Semarang Tinggal 198 Dosis

      Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang menyebut stok vaksin Covid-19 kian menipis dan tinggal tersisa untuk memenuhi kebutuhan selama 1-2 hari.

      Ratusan Warga Pekalongan Terserang DBD, 2 Meninggal

      Sebanyak 155 orang di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) terserang DBD pada tahun ini, di mana dua di antaranya mengalami kematian.

      Korban Cabut Laporan, Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Salatiga Disetop

      Pratu RW, anggota TNI di Salatiga yang menjadi korban pengeroyokan lima preman mencabut laporannya ke polisi.

      45 Perempuan di Jateng Jadi Korban KDRT, Paling Banyak dari Semarang

      Sebanyak 45 perempuan di Jawa Tengah (Jateng) mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam kurun dua tahun terakhir.