Alumnus UII Bantah Pelecehan Seksual, Tantang Korban ke Jalur Hukum
Tulisan berisi bantahan IM terhadap kasus pelecehan seksual yang dituduhkan kepadanya. (Instagram @_ibrahimmalik_)

Solopos.com, SOLO -- Alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) yang diduga melakukan pelecehan seksual, Ibrahim Malik alias IM, mengeluarkan bantahan soal kasus tersebut. Klarifikasi itu disampaikan IM melalui tulisan tangan yang diunggah di akun Instagramnya, @_ibrahimmalik_ pekan lalu.

IM mengatakan bahwa dirinya telah menjadi "target pembunuhan karakter".

Alumni UII Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, LBH Yogyakarta Terima 30 Aduan

"Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum Wr Wb Mohon maaf baru aktif kembali sosial media, karena baru tahu hal ini tadi menjelang berbuka. Semoga klarifikasi ini menjawab semua hal yang sedang beredar. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat, hidayah, dan maghfirahnya dibulan Ramadhan ini. Selamat beraktifitas dan menjalankan ibadah puasa untuk semua sahabat," tulis IM dalam tulisan tangan itu, Rabu (29/4/2020).

Meski membantah melakukan pelecehan seksual, alumnus UII itu mempersilakan bagi pihak yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum.

Awas! Gelombang Kepulangan Puluhan Ribu TKI Mei-Juni

"Jika memang ada yang pernah merasa dirugikan, sebagai warga negara yang memiliki hak konstitusional, saya persilakan untuk menempuh jalur hukum. Hadirkan saya bersama orang yang merasa pernah dirugikan, Kita bisa saling beradu argumen dan klarifikasi dengan cara yang baik," tulis IM.

Alumnus UII yang kini berada di Melbourne, Australia itu mengaku siap menanggung risiko terkait tuduhan pelecehan seksual apabila terbukti sesuai hukum.

"Saya siap untuk menerima segala konsekuensi apapun, baik benar maupun salah dengan pembuktian hukum yang sah. Tapi nanti setelah membaik, karena sekarang dunia sedang dalam wabah Covid terisolasi dan saya sedang tidak di Indonesia," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Rekor Jumlah Kasus Baru 9 Mei, Grafik Covid-19 Indonesia Terus Menanjak

Ogah Minta Maaf

Menanggapi pernyataan rektorat UII yang akan membentuk tim pencari fakta, Ibrahim mengatakan siap dan akan kooperatif. Tapi dia menolak meminta maaf

"Saya hormati ya, itu kan hak prerogatif kampus, tapi sampai sekarang kan semua itu masih dugaan. Artinya saya juga masih bingung kenapa saya disuruh harus meminta maaf," kata dia.

Indogrosir Sleman Jadi Klaster Besar Covid-19 di DIY

Selain itu, kepada media Australia ABC News, IM juga membantah semua tuduhan yang terjadi baik di Indonesia maupun Australia. Ia mengklaim akibat kejadian ini beberapa jadwalnya sebagai pengisi acara selama Ramadan dibatalkan.

"Benar (dibatalkan), itu karena ada selebaran yang isinya saya sudah melakukan (pelecehan seksual), bukan lagi diduga. Seolah-olah saya sudah terbukti melakukan," kata IM.

11 Penumpang dari Italia Positif Covid-19, Ini Klarifikasi Bandara Soekarno-Hatta

IM yang merupakan alumnus UII merasa dirinya tidak pernah melakukan pelecehan seksual seperti yang dituduhkan. Sementara itu dua orang mahasiswa di Melbourne kepada ABC bahwa mereka telah menerima perlakuan tak pantas dari IM beberapa waktu silam.

"Kalau di Melbourne misalnya saya pernah, saya ingin tanya siapa orangnya? Kedua, kalau saya pernah dan bersalah, kenapa tidak segera dilaporkan ke pihak kampus atau pihak polisi?"

Lebih dari 40 Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Positif Covid-19

Salah satu perempuan yang berbicara kepada ABC di Melbourne mengatakan sudah melaporkan pelecehan itu lewat platform Safer Community Program. Aduan itu sedang dalam proses untuk mengajukan laporan resmi.

Klaim Cuma Dugaan

Disinggung soal laporan beberapa perempuan yang mengaku mengalami pelecehan seksual oleh alumnus UII seperti dihimpun LBH Yogyakarta, IM menyangkal.

PPDB SMA-SMK Negeri di Jateng Pakai Acuan Nilai Rapor

"Nah itu perlu bukti dulu. Artinya saya tidak bisa mengatakan iya atau tidak, begitu, karena saya tidak tahu pokok perkaranya seperti apa," kata IM pada ABC News.

IM bersikukuh bahwa semua itu hanya dugaan saja. "Stand saya tetap sama. Itu kan artinya mereka menduga. Dalam bahasa lain belum memiliki bukti yang jelas dan saya tidak diberikan kesempatan klarifikasi apa-apa," kata IM.

Perbudakan ABK Indonesia di Kapal China: Dipaksa Minum Air Laut, Berdiri 30 Jam

Sementara itu, pihak University of Melbourne mengaku telah mengetahui perihal kasus dugaan pelecehan seksual oleh salah satu mahasiswanya ini. Mereka pun menawarkan dukungan bagi pelapor dan telah menghubungi IM untuk menawarkan pendampingan.

Sebelum kasus pelecehan seksual terungkap, IM diketahui merupakan alumnus UII yang mendapat proram beasiswa Australia Award. Beasiswa tersebut diberikan oleh Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT).

Menhub Buka Transportasi Umum, Awas Gelombang Kedua Covid-19 Indonesia!

Ketika dihubungi, juru bicara DFAT mengaku telah mengetahui kasus ini. Namun mereka belum bisa memberikan tanggapan lebih lanjut hingga penyelidikan dari universitas selesai.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho