Alum Langone Ditemukan, Polri & Indonesia Dipuji di Argentina

Alum Langone Ditemukan, Polri & Indonesia Dipuji di Argentina

SOLOPOS.COM - Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Mas Guntur Laupe merilis penculikan bocah Argentina bernama Alum Langone Avalos di Lobi Mapolda Sulsel, Rabu (07/02/18). (Tribratanews.polri.go.id)

Penemuan Alum Langone Avalos membuat Polri dan Indonesia diapresiasi oleh publik Argentina.

Solopos.com, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri dan Agama Republik Argentina menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Republik Indonesia. Hal ini terkait ditemukannya bocah asal negara itu yang dibawa kabur oleh ayahnya.

Apresiasi tersebut disampaikan melalui Informacion para la Prensa / Press Release No: 137/18. Dalam rilis itu, Pemerintah Argentina mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas penanganan kasus hilangnya warga negara Argentina yakni Alum Langone Avalos (umur 7 tahun) di Indonesia, Rabu (7/2/2018).

"Pemerintah Republik Argentina turut menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang baik seluruh pihak dengan Kedutaan Besarnya di Jakarta dalam menindaklanjuti kasus ini", demikian disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Luar Negeri Argentina, Jumat (9/2/2018).

Pencarian Alum Langone Avalos di Malaysia dan Indonesia dilakukan dengan dukungan Surat Rogatori yang dikeluarkan oleh Pengadilan Federal Republik Argentina terkait isu kriminal nomor: 32 oleh Hakim Santiago Quian Zavalia.

Alum Langone Avalos saat ini telah dipertemukan dengan ibunya Elizabeth Avalos bersama pejabat Kedutaan Besar Republik Argentina di Jakarta, Selasa (6/2/2018). Alum diketahui hilang sejak Juni 2017 dan dibawa pergi oleh mantan suami Elizabeth, Jorge Langone, ke luar Argentina.

Ucapan terima kasih juga disampaikan secara khusus oleh Menteri Luar Negeri dan Agama Republik Argentina Jorge Faurie melalui saluran resmi maupun media sosial.

"Alum saat ini telah bersama ibunya, terima kasih bantuan penegak hukum dan masyarakat Indonesia serta staf Kedutaan Besar Argentina di Indonesia", demikian disampaikan Menlu Jorge Faurie di Twitter.

Beberapa surat kabar besar di Argentina seperti La Nacion dan Infobae juga turut memuat penyelesaian kasus Alum dan mengapresiasi kerja sama dan bantuan Pemerintah Republik Indonesia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Tegas! Bupati Karanganyar Usul Penanganan Covid-19 Serahkan ke Pemda Saja

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengusulkan penanganan Covid-19 diserahkan kepada pemda setempat.

Pemkot Jogja Ingatkan Warganya Tidak Lakukan Takbir Keliling

Pemkot Jogja melarang warganya menggelar takbir keliling. Takbir hanya boleh dilaksanakan di masjid di wilayah masing-masing.

Lebaran 2021: Jumlah Pemudik ke Sukoharjo Lebih Sedikit Dibanding Tahun Lalu

Jumlah perantau yang mudik ke Sukoharjo pada Lebaran kali ini lebih sedikit daripada tahun 2020.

Jelang Lebaran, Satpol PP Klaten Garuk 3 Pasangan Tak Resmi di Hotel Melati

Tim gabungan menyasar ke sejumlah hotel melati di kawasan kota dan Klaten bagian timur, total hotel yang disasar mencapai empat sampai lima hotel.

ABG Sopir VW Kuning Penabrak Polisi di Pos Penyekatan Klaten Mediasi dengan Korban, Hasilnya?

ABGpenabrak polisi di pos penyekatan pemudik di Klaten dengan mobil VW kuning telah menjalani mediasi dengan korban.

Jangan Sembrono Makan! 5 Penyakit Ini Rentan Muncul Pasca Lebaran

Inilah lima penyakit yang rentan muncul pasca Lebaran karena konsumsi makanan yang tak terkontrol saat Hari Raya Idulfitri.

Libur Lebaran 2021, Ini Jasa Pengiriman yang Tetap Beroperasi

Meski masa libur lebaran, beberapa ekspedisi pengiriman barang diantaranya Pos Indonesia dan JNE tetap beroperasi.

Mercedes Benz Siapkan Van Listrik EQT Concept

Mercedes-Benz memperkenalkan van listrik untuk keluarga meskipun masih dalam bentuk konsep.

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Susu, Sebelum atau Sesudah Makan?

Adakah waktu yang tepat untuk minum susu agar penyerapan nutrisinya maksimal?

Geger Warga India Positif Covid-19, Kantor Imigrasi Pastikan Tidak Ada Penambahan WNA di Soloraya

137 Orang WNA India berada di kawasan Soloraya, rata-rata mereka bekerja sebagai ahli di bidang tertentu misalnya garmen.

Polres Bantul Masih Kesulitan Melacak Keberadaan R Terkait Kasus Satai Beracun

Polres Bantul belum mampu mengungkap keberadaan R terkait kasus satai beracun. Polisi kesulitan melacak karena handphone R mati.

Hamil di Luar Nikah, Pelajar SMK Magelang Gugurkan Janin 8 Bulan

Pelajar SMK nekat melakukan aborsi pada janin 8 bulan yang ia kandung. Warga menemukan janin yang ia kubur dan melaporkannya ke polisi.