Kepala Dishub Klaten, Joko Wiyono. (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Kepala Dishub Klaten, Joko Wiyono, yang meninggal dunia saat bersepeda di lereng Merapi, Sabtu (11/1/2020) siang, dikenal sebagai sosok yang penuh semangat. Hal itu disampaikan salah satu rekan sejawatnya di Klaten, Wahyu Prasetyo.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Klaten sekaligus Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Wahyu Prasetyo, mengatakan selalu melihat Joko Wiyono sebagai pribadi yang optimistis.

“Bagi saya almarhum Pak Joko itu orangnya selalu optimistis dan semangat. Itu yang melekat dalam diri Pak Joko selama masih hidup,” katanya saat ditemui Solopos.com di rumah duka.

Diberitakan sebelumnya, Joko Wiyono meninggal akibat terjatuh dari sepeda saat menjelajah lereng Merapi. Dia bersama beberapa temannya bersepeda di kawasan perbukitan di lereng Merapi di Klangon, Glagaharjo, Cangrkingan, Sleman, Sabtu pagi.

Joko Wiyono cs menerabas jalur di lereng Gunung Merapi itu sejak pagi hingga siang hari. Joko Wiyono sempat menyelesaikan empat putaran dengan sepeda downhill-nya.

Di putaran kelima, Joko Wiyono terjatuh dari sepedanya yang dikendarai dalam kecepatan tinggi. Saat itu, Joko Wiyono hanya mengenakan helm biasa (bukan helm cakil).

Akibatnya, Joko Wiyono mengalami luka serius di bagian kepala. Nyawa Joko Wiyono tidak tertolong akibat mengalami perdrahan di hidung dan telinga.

Jenazah langsung diantar ke rumah duka di RT 001/RW 001, Kasaran, Pasungan, Ceper, Klaten, Jawa Tengah. Sesuai rencana, jenazah Joko Wiyono dimakamkan di tempat permakaman umum (TPU) Kasaran. Joko Wiyono meninggalkan seorang istri, Nuryanti dan seorang anaknya, Nurmalita.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten