ALKID SOLO: Tim Akan Bongkar Warung untuk Hunian di Alkid
Tim melakukan penertiban di Alkid Solo, Kamis (21/3/2013). (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)
Tim melakukan penertiban di Alkid Solo, Kamis (21/3/2013). (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)

SOLO -- Warung yang dijadikan pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun Kidul (Alkid) sebagai tempat hunian bakal dibongkar paksa oleh tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo. Ancaman pembongkaran diberlakukan bagi PKL yang nekat mendirikan tenda warung sekaligus tempat hunian.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, petugas menyisir warung PKL yang terlihat tertutup dengan terpal dan plastik. Sebab, warung dengan kondisi seperti itu bisa dijadikan tempat tinggal PKL yang selama ini berjualan di Alkid. Saat melihat warung yang tertutup terpal, petugas gabungan mendekat ke lokasi dan memberikan pengarahan.

“Kita fokus penertiban bagi PKL Alkid yang menjadikan warungnya sebagai tempat hunian. Ya, landasan hukumnya sesuai dengan Perda No 3/2008 tentang pengelolaan PKL,” papar Kabid PKL Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo, Eko Nugraha, saat ditemui, Kamis (21/3/2013).

Eko mengatakan wilayah Keraton Solo hanya bisa digunakan untuk kunjungan wisata. PKL yang berjualan tidak boleh membuat tenda semi permanen di kawasan yang termasuk benda cagar budaya tersebut.

“Yang boleh itu hanya pedagang keliling. Tidak boleh pedagang meninggalkan gerobak di situ. Pedagang juga harus menjaga kebersihan di kawasan tersebut, tidak ada gerobak mangkrak di area Alkid,” papar Eko.

Tindakan pemantauan PKL di Alkid, kata Eko, bakal berlangsung secara terus menerus sampai malam hari. Dia menerangkan pengecekan pada malam hari sangat mudah mendeteksi mana saja pedagang yang secara sengaja tidur di warung.

Berdasarkan temuan di lapangan, kata Eko, tidak sedikit PKL membuat warung permanen dengan kriteria terpal tertutup dari atas sampai bawah.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom