Aliansi Suporter Surakarta Inginkan Revolusi PSSI
Aliansi Aliansi Suporter Surakarta menyelenggarakan diskusi bertajuk Sepak Bola dan Gerakan Sosial di Taman Cerdas Mojosongo, Solo, Kamis (13/12/2018) malam. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO - Penikmat sepak bola dan suporter kesebelasan sepak bola di Solo merasakan kegalauan atas kondisi persepakbolaan di Tanah Air. Mereka menginginkan adanya revolusi di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) agar sepak bola nasional menjadi lebih maju.

Bentuk kegalauan itu diwujudkan melalui diskusi bertajuk Sepak Bola dan Gerakan Sosial di Taman Cerdas Mojosongo, Solo, Kamis (13/12/2018) malam WIB. Acara yang diselenggarakan Aliansi Suporter Surakarta tersebut dihadiri sekitar 300 orang dari Soloraya dan sejumlah daerah seperti Bandung, Pekalongan, Sleman, dan Surabaya.

Diskusi dimulai dengan pemutaran film ST. Pauli. Film dari Jerman tersebut menggambarkan peran suporter sepak bola dalam menyikapi isu-isu sosial dan kemanusiaan. Mereka tak hanya terbelenggu oleh sekat sempit olahraga sepak bola. Mereka juga menghadirkan personal Bandung Supporter Alliance Ferli dan dosen FISIP UNS Solo Nizar untuk membedahnya.

Perwakilan Aliansi Suporter Surakarta, Hanif Bagas, 19, saat ditemui Solopos.com, Jumat (14/12/2018), mengatakan kegiatan di Taman Cerdas Mojosongo bisa disebut acara belajar bersama. Ia mengatakan film ST. Pauli memang menonjol suporter dan mengangkat isu-isu sosial dan kemanusiaan.

“ST. Pauli menggambarkan kekritisan suporter terhadap manajemen klub. Di Indonesia, masyarakat kini ramai oleh tanda pagar (tagar) #edyout dan itu sejalan dengan semangat di Jerman. Apalagi sudah ada orang dari Bandung yang kuliah di Jerman dan mengetahui secara langsung kondisi objektif di sana. Kami ingin belajar dari mereka,” ungkapnya.

Ia mengakui diskusi kali kedua itu adalah wujud kegalauan para pecinta sepak bola terkait bobroknya persepakbolaan Indonesia. Muaranya, mereka menginginkan terjadinya revolusi di PSSI agar sepak bola Indonesia lebih baik. “Kami juga ingin melihat pandangan suporter dari daerah lain terkait PSSI,” terang dia.

Ia berharap gerakan yang bermula di Solo itu akan menular ke daerah-daerah lain sehingga revolusi PSSI benar-benar dapat dilakukan. “Kami menggaet massa sekaligus mengedukasi mereka,” tutupnya. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom