Alhamdulillah, Bupati Karanganyar Beri Sepeda dan Perlengkapan Sekolah Anak Korban KDRT
Bupati Karanganyar, Juliyatmono (mengenakan baju hitam), didampingi Ketua P2TP2A Kabupaten Karanganyar, Siti Khomsiyah (dua dari kanan), memberikan hadiah untuk menghibur anak korban KDRT, FAR, di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (31/8/2020). (Istimewa-Dokumentasi Diskominfo Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR--Bupati Karanganyar, Juliyatmono, beserta Ketua P2TP2A Kabupaten Karanganyar, Siti Khomsiyah, menghibur bocah asal Kebakkramat yang menjadi salah satu korban KDRT pertengahan Agustus lalu.

Bocah kelas III sekolah dasar (SD) itu mendapatkan hadiah berupa sepeda, tas, handphone, dan uang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar, Senin (31/8/2020).

Bupati menyerahkan hadiah di Rumah Dinas pukul 08.00 WIB. Bocah bernama FAR itu datang bersama kakek dan nenek atau orang tua ibunya.

Perbatasan Karanganyar Rawan Persebaran Covid-19, Razia Masker Ditingkatkan

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, ibu FAR, M,  meninggal dunia pertengahan bulan lalu. M meninggal setelah mendapat perawatan selama beberapa hari di rumah sakit. M meninggal karena menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya, R.

FAR melihat kejadian yang menjadi penyebab ibunya meninggal. Bahkan, FAR yang meminta bantuan kepada tetangga setelah kejadian itu.

Polisi sempat menangani kasus tersebut. Orang tua M, S, melaporkan kejadian tersebut. Tetapi S mencabut laporan karena berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah kondisi psikologi FAR.

Gibran Tak Masuk, Ini 16 Paslon di Jateng Rekomendasi PKS di Pilkada 2020

Pantau Psikologis Anak

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karanganyar, Siti Khomsiyah, menuturkan mereka fokus mendampingi FAR secara psikologis dan membantu memenuhi kebutuhan pendidikan.

"Anak mengalami trauma karena tahu kejadian. Dugaan awal KDRT karena faktor ekonomi. Setelah kejadian itu, si anak sempat ikut bapaknya. Lalu si anak ke rumah kakek dan nenek dari si ibu di Kebakkramat juga," tutur Siti saat berbincang dengan wartawan di ruang kerja TP PKK Kabupaten Karanganyar, kompleks Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin.

Siti menyebut fokus P2TP2A saat ini adalah kondisi psikologis dan pendidikan FAR. Saat ini, lanjut Siti, P2TP2A sedang mengurus kepindahan sekolah FAR dari dekat rumah orang tuanya ke dekat rumah kakek dan neneknya.

Duh! Harga Ayam Hidup Anjlok Lagi, Peternak Jateng-DIY Rugi Rp7.000 per Kg

Jarak rumah orang tuanya dengan rumah kakek dan neneknya sekitar 7 kilometer (km) hingga 8 km.

"Kami pindah sekalian biar dekat. Si kakek, S, bekerja membuat batu bata di rumah. Kalau nenek bekerja di pabrik. Setidaknya ada yang mengawasi FAR di rumah. Dia [FAR] cucu satu-satunya dari anak semata wayang [M]."

Siti menyampaikan P2TP2A akan terus memantau kondisi FAR yang berangsur membaik.

Vaksin Covid-19 Bio Farma Insya Allah Halal, Ini Penjelasannya

"Sebelum ini, dia tidak mau berkomunikasi. Hanya diam saat ditanya. Lalu perlahan mulai mau bicara. Dia menceritakan apa yang dia lihat saat kejadian. Ini tadi, dia sudah bisa senyum saat diberi hadiah. Dan bisa diajak berkomunikasi dengan lancar," ungkap dia.

 

Tidak Tahu

Pemkab bersama Baznas Karanganyar memberikan hadiah untuk sedikit menghibur FAR. Sepeda  untuk berangkat ke sekolah  FAR yang selama ini ke sekolah bersama ibunya.

"Handphone untuk sekolah daring. Ada peralatan sekolah dan sedikit uang untuk beli kuota. Kami memantau FAR melalui simbahnya," ujar dia.

Kedung Kayang Suguhkan Keindahan dari Berbagai Sudut Pandang

Sementara itu, FAR, mengaku senang mendapat hadiah dari Bupati. "Saya dapat sepeda, handphone, sama tas. Enggak tahu hehehe.[Kenapa dapat hadiah dari Pak Bupati?]. Iya [handphone untuk sekolah]," ujar bocah berkerudung itu malu-malu.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom