Alhamdulilah, Hasil Swab 26 Pengungsi di Balerante Klaten Negatif Covid-19
Barak pengungsian di Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten mulai diberi sekat, Sabtu (14/11/2020). (solopos.com/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Hasil swab 26 pengungsi di barak pengungsian lereng Gunung Merapi, yakni di Balerante, Kemalang, Klaten, dinyatakan negatif Covid-19.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten masih menunggu hasil swab 14 orang dari barak pengungsian di Tegalmulyo, Kemalang.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan sebanyak 40 pengungsi telah menjalani tes swab, dalam beberapa hari terakhir.

Merasa Dibohongi, Pria Pembuat Peti Mati di Sumut Ini Ternyata Hanya Dapat Rp200 Juta dari Jual Meteorit

Jumlah itu terdiri dari 26 orang di Balerante dan 14 orang di Tegalmulyo. Swab test dilakukan guna mengetahui kondisi beberapa pengungsi di barak pengungsian di tengah pandemi Covid-19.

"Hasil swab dari 26 orang di Balerante dinyatakan negatif Covid-19 diketahui Dinkes Klaten, Rabu (18/11/2020) sore. Kami tinggal menunggu hasil swab dari Tegalmulyo yang sudah kami kirim sampelnya ke rumah sakit (RS) awal pekan ini," kata Anggit Budiarto, saat ditemui Solopos.com, di ruang kerjanya, Kamis (19/11/2020).

Protokol Kesehatan di Pengungsian

Anggit Budiarto mengatakan Dinkes Klaten segera menjalin koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten guna menggelar rapid test kepada para pengungsi di barak pengungsian di lereng Gunung Merapi.

Rapid test diperlukan guna mengetahui kondisi para pengungsi benar-benar terbebas dari Covid-19.

"Protokol kesehatan di pengungsian juga sudah bagus. Wajib memakai masker, sering mencuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, penyekatan ruangan, dan lainnya. Jika nantinya hasil swab dan rapid test dari pengungsi, diharapkan siapa pun yang datang ke barak pengungsian wajib menaati protokol kesehatan," katanya.

Diklaim Lebih Cepat dan Aman, Vaksin Merah Putih Siap Diproduksi Akhir 2021

Anggit Budiarto mengatakan sosialisasi terkait kewajiban menaati protokol kesehatan di barak pengungsian harus dilakukan sejak dini. Terlebih sekarang, jumlah pengungsi di barak pengungsian belum membeludak.

"Jumlah pengungsi sekarang masih mencapai ratusan. Belum ribuan orang. Makanya harus terus dibiasakan menaati protokol kesehatan. Sehingga saat jumlah pengungsi membeludak, kebiasaan tersebut harus tetap dilakukan," katanya.

Rapid Test Massal

Disinggung tentang rencana rapid test massal di barak pengungsian, Anggit Budiarto mengatakan hal tersebut menjadi bagian screening yang dilakukan Dinkes Klaten. Para pengungsi dan setiap orang yang ada di barak pengungsian memiliki mobilitas tinggi di barak pengungsian.

"Kami berharap dalam waktu dekat ini sudah bisa melakukan swab minimal 1 persen dari jumlah penduduk di Klaten [total penduduk di Klaten mencapai 1,3 juta]," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sip Anwar, mengatakan protokol kesehatan wajib ditaati setiap orang yang hadir di barak pengungsian. Hal itu termasuk rakyat atau pun para pejabat. Pelaksanaan protokol kesehatan di barak pengungsian saat ini dinilai sudah baik.

"Di barak pengungsian sudah diberi sekat. Protokol kesehatan di barak pengungsian sudah jalan," katanya.

Kabar Gembira, REI Soloraya Permudah Perizinan Beli Rumah

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah mengumumkan status Gunung Merapi dari waspada ke siaga, Kamis (5/11/2020). Hingga sekarang, jumlah pengungsi di barak pengungsian di Balerante dan Tegalmulyo di Kecamatan Kemalang mencapai ratusan orang.

Jumlah pengungsi di Tegalmulyo hingga, Rabu (18/11/2020) pukul 21.00 WIB, sebanyak 84 orang. Para pengungsi berasal dari Dukuh Canguk, Sumur, dan Pajegan. Sementara pengungsi di Balerante mencapai 278 orang. Para pengungsi berasal dari Dukuh Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang, Sukorejo, dan Ngelo.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom