Kategori: Solo

Alat Kontrasepsi Jangka Panjang Kurang Peminat di Solo


Solopos.com/Wahyu Prakoso

Solopos.com, SOLO — Pasangan muda di Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah kurang meminati perencanaan kehamilan dengan alat kontrasepsi jangka panjang atau MKJP. Kenyataan itu menjadi tantangan bagi kader di Balai Penyuluh KB Kecamatan Laweyan.

Balai Penyuluh KB Kecamatan Laweyan memberikan pelayanan MKJP kepada 26 orang kemarin. Salah satu Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (Sub PPKBD) yang bertugas di Kelurahan Jajar, Yuliati, 51, menjelaskan sulit mendorong PUS untuk mengikuti program KB jangka panjang.

“Yang muda-muda susah. Rata-rata yang saya datangi minta suntik. Jangka waktunya ada yang satu bulan dan jangka waktu tiga bulan,” kata dia kepada Solopos.com di Klinik Pratama An-Nissa, Jl. Veteran No.113, Solo, Senin (22/2/2021).

Baca Juga: Peluang Bisnis Bakso Waralaba

Menurut dia, berbagai alasan menolak kontrasepsi jangka panjang, antara lain takut karena kurang paham dan tidak didukung suami. Dia mendampingi warga yang minta suntik KB ke Puskesmas setempat.

Hal senada dikatakan kader lain, Mardyanti, 46, yang sulit mendorong pasangan muda untuk mengikuti MKJP. Dia melakukan edukasi KB kepada warga melalui Whatsapp selama pandemi Covid-19.

“Kalau yang belum mau atau yang baru melahirkan pakai kondom dulu. Kami ambilkan [gratis]. Kalau suntik juga gratis tapi pakai KIS [Kartu Indonesia Sehat],” paparnya.

Baca Juga: Peluang Bisnis Air Minum Isi Ulang

Menurut dia, MKJP dengan intra-uterine device (IUD) selama lima sampai tujuh tahun. Sedangkan implan selama tiga tahun. Perempuan yang ingin memiliki momongan saat menjalani MKJP bisa melepas alat kontrasepsi sebelum jangka waktunya berakhir.

Koordinator Balai Penyuluh KB Kecamatan Laweyan, Dwi Sari Janti, menjelaskan pilihan alat kontrasepsi, antara lain kondom, pil KB, suntik, implan, dan IUD. Warga Solo yang memilih suntik KB karena merasa takut dengan MKJP.

“Perlu edukasi lebih banyak lagi. Lagipula pilihan kontrasepsi banyak dan kami enggak bisa memaksakan. Monggo [pilih alat kontrasepsi yang mana],” paparnya.

Baca Juga: Celaka Jika Anda Punya Bos dengan Zodiak Ini…

Dia mengatakan, Balai Penyuluh KB memberikan pelayanan MKJP gratis pada periode tertentu. Balai Penyuluh KB Kecamatan Laweyan memberikan pelayanan pemasangan implan kepada 10 orang di Klinik Pratama An-Nissa dan layanan pemasangan IUD kepada 16 orang di Klinik Solo Peduli, Kecamatan Jebres, kemarin pagi.

“Kader mencari data dulu ke wilayah. Lalu mereka melaporkan kepada penyuluh KB. Penyuluh KB menjadwalkan kegiatan. Pelayanan gratis, warga mendapatkan uang untuk transportasi dan makanan ringan,” paparnya.

Menurut Sari, Balai Penyuluh KB mendistribusikan kondom atau pil KB gratis melalui kader wilayah kepada warga yang belum bersedia mengikuti MKJP. Suntik KB jangka waktu tiga bulan bisa diakses melalui Puskesmas setempat dengan BPJS. Sedangkan suntik KB biaya mandiri.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Share
Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono