Alasan Paman di Sragen Tega Setubuhi Keponakan Berulang Kali: Ditinggal Istri Jadi TKW

Awalnya, SP memaksa menyetubuhi keponakannya dengan cara membekap mulut korban hingga tak bisa berteriak dan tak kuasa melawan.

 Penyidik Polres Sragen, Jumat (4/6/2021), menggelandang SP, 40, yang tega menyetubuhi keponakannya sendiri, R, 16, hingga hamil. (Solopos-Moh. Khodiq Duhri)

SOLOPOS.COM - Penyidik Polres Sragen, Jumat (4/6/2021), menggelandang SP, 40, yang tega menyetubuhi keponakannya sendiri, R, 16, hingga hamil. (Solopos-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang pria berinisial SP, 40, warga di Kecamatan Kota Sragen, Sragen, ditangkap polisi karena dilaporkan telah menyetubuhi keponakan sendiri, R, 16, hingga hamil.

SP saat diperiksa polisi mengaku kali pertama menyetubuhi keponakannya itu sejak 2015 atau sejak korban masih SD. Terakhir, aksi persetubuhan itu dilakukan SP sepulang dari mencari rumput pada Desember 2020.

“Sudah sembilan tahun istri saya bekerja di luar negeri. Kebetulan dia [R] suka main ke rumah saya. Dia berteman dengan anak saya,” ujar SP dengan tangan terborgol, di Mapolres Sragen, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Ssstt... Ternyata Ada 3 Air Terjun Perawan di Kawasan Situs Sangiran

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sragen, Iptu Ari Pujiantoro, menjelaskan berdasarkan pengakuan tersangka dan korban, aksi pencabulan itu dilakukan lima kali. Lokasinya berbeda-beda yakni di rumah tersangka hingga di tengah sawah.

"Tersangka memang sudah lama ditinggal istri bekerja sebagai TKW sehingga ia melampiaskan kebutuhan biologisnya dengan menyetubuhi keponakannya sendiri," beber Ari, Jumat.

Aksi bejat SP itu sudah dilakukan sejak R masih duduk di bangku kelas VI SD. Beragam cara dilakukan SP untuk menyetubuhi keponakannya sendiri sejak masih duduk di bangku SD.

Baca juga: Parah! Paman di Sragen Hamili Keponakan Ternyata Kerap Ambil Video Anaknya Sendiri Saat Mandi

Awalnya, SP memaksa menyetubuhi keponakannya itu dengan cara membekap mulut korban hingga tak bisa berteriak. Tubuh R yang mungil tidak kuasa melawan kekuatan SP yang dibakar nafsu birahi.

Ironisnya, kali pertama aksi pencabulan itu dilakukan SP di hadapan anaknya sendiri, I, yang sebaya dengan korban. Terakhir, aksi tidak terpuji itu dilakukan SP pada Desember 2020 hingga akhirnya R dinyatakan hamil.

Mengikuti Tes Kehamilan

Malang bagi R, ia belum sadar bila sudah berbadan dua. Merasa ada perubahan pada tubuhnya yang diikuti rasa sakit pada perut, R kemudian melapor kepada neneknya, P, 54.

Namun setelah diperiksa ke dokter umum dan meminum obat dari dokter, sakit di perut R tak kunjung sembuh.

Baca juga: Wisatawan Bisa Lihat Pembuatan Kerajinan Batu di Sangiran Sragen, Tertarik?

R kemudian dibawa ke bidan tak jauh dari rumahnya. Oleh bidan, R disarankan mengikuti tes kehamilan. Betapa terkejut neneknya, hasil tes itu menunjukkan bila R telah hamil empat bulan.

Kepada neneknya, R akhirnya buka suara. Ia mengaku telah berkali-kali disetubuhi oleh pamannya sendiri, SP.

“Keluarga besar kemudian menggelar pertemuan. Merasa tidak terima dengan aksi bejat SP, keluarga kemudian melaporkan dia ke polisi,” ujar Iptu Ari Pujiantoro.

SP kini sudah berstatus tersangka dengan ijerat dengan Pasal 82 Ayat (1) UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23/2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Berita Terkait

Berita Terkini

Innalillahi, Wartawan Senior di Sragen Berpulang

Wartawan senior di Sragen, Sutiyatmoko Wardoyo, meninggal dunia pada usia 63 tahun.

Bengkel Motor di Bayat Klaten Terbakar, 4 Sertifikat Tanah Ikut Ludes

Kios bengkel motor milik warga Desa Talang, Bayat. Klaten, terbakar hingga mengakibatkan kerugian material sekitar Rp150 juta.

Tak Ada Tilang di Operasi Patuh Candi 2021 Klaten Tapi...

Pola operasi yang awalnya 80 persen preemtif/preventif dan 20 persen penegakan hukum diubah menjadi 100 persen tindakan simpatik.

Didampingi Istri, Begini Detik-Detik Pendaki Gunung Lawu Jatuh hingga Meninggal

Seorang pendaki asal Madiun yang meninggal dunia naik Gunung Lawu dari Cemara Kandang bersama istri dan beberapa rekannya.

Tabrakan Motor dan Truk di Pilangsari Sragen, 1 Orang Meninggal Dunia

Tabrakan maut antara truk dan sepeda motor di jalan Gesi-Sragen, Pilangsari, Sragen, mengakibatkan satu orang meninggal.

Pendaki Meninggal di Gunung Lawu Karanganyar Ternyata Belum Sarapan

Pendaki Gunung Lawu yang meninggal dunia setelah sempat jatuh dan tak sadarkan diri diduga dalam kondisi fisik kurang baik.

Kasus Perusakan Makam di Polokarto Sukoharjo, Polisi Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

Kapolres Sukoharjo meminta masyarakat jangan terprovokasi dengan adanya dugaan perusakan nisan makam di Permakaman Muslim Polokarto.

Sempat Jatuh, Pendaki asal Madiun Meninggal di Gunung Lawu Karanganyar

Seorang pendaki Gunung Lawu asal Madiun meninggal dunia setelah sempat jatuh dan tak sadarkan diri saat melakukan pendakian.

Warga Lereng Merapi-Merbabu Jadi Sasaran Vaksinasi, Segini Kuotanya

Percepatan vaksinasi direncanakan kembali dilakukan di Kecamatan Selo pada Selasa (21/9/2021). Vaksinasi akan dilakukan di semua desa dengan jumlah sasaran sekitar 1.500 sasaran.

Geram Proyek GOR Indoor Manahan Tak Selesai, DPRD Solo: Jangan Terulang Lagi!

Pimpinan DPRD Solo geram dengan pelaksanaan proyek lanjutan GOR Indoor Manahan yang tak selesai sesuai target.

Diberi Gelar Kanjeng Pangeran, Gibran Juga Dapat Pesan ini Dari Raja Keraton Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapat beberapa pesan dan arahan seusai menerima gelar Kanjeng Pangeran dari Raja Keraton Solo.

Catat! Syarat Masuk Pasar Klewer Solo Akan Pakai Aplikasi Peduli Lindungi

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, menyebut perlunya penggunaan aplikasi Peduli Lindungi untuk masuk ke Pasar Klewer.

Kasus Perusakan Nisan Makam, Permakaman Muslim Polokarto Sukoharjo Punya Aturan Ketat

Permakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo, yang sebelumnya dilaporkan terdapat kasus perusakan makam, memiliki sejumlah aturan ketat.

Kembali Dilonggarkan, Hajatan di Solo Boleh Undang 50 Orang

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali melonggarkan aturan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada pekan ini.

Panas Lur...! BMKG Ingatkan Suhu Udara Jateng Bisa Capai 37 Derajat Celsius sampai Oktober

BMKG Jateng mengingatkan akan adanya peningkatan suhu udara, bahkan bisa mencapai 37 derajat Celcius hingga Oktober mendatang.