Alasan di Balik Kafe Kopi Lebih Ngetren Ketimbang Kafe Teh

Teh lebih populer dijajakan di angkringan, sementara kopi di kafe-kafe berkelas. Ada alasan di balik fenomena tersebut.

 Master Teh Sragen, Heru Purwanto, mengedukasi teknik jamuan teh teknik chu ching di Kantor Industri Pengemasan Teh Kesehatan Tekad Sarana Sejahtera Sragen Srimulyo, Gondang, Sragen, Rabu (18/5/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Master Teh Sragen, Heru Purwanto, mengedukasi teknik jamuan teh teknik chu ching di Kantor Industri Pengemasan Teh Kesehatan Tekad Sarana Sejahtera Sragen Srimulyo, Gondang, Sragen, Rabu (18/5/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Minuman teh cukup familiar di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa. Teh sering kali ditemukan di angkringan atau wedangan. Namun, belum banyak kafe-kafe atau kedai yang menjadikan teh sebagai menu utama, seperti halnya menjamurnya kafe-kafe kopi yang bisa dijumpai di banyak kota.

Kafe atau kedai kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian orang zaman now. Namun tidak demikian dengan kedai teh. Teh lebih populer di level angkringan atau wedangan, bukan kafe. Seolah ada beda kelas antara kopi dan teh.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Di Sragen, mulai banyak anak-anak muda yang nongkrong di angkringan dengan minuman khasnya teh. Kebanyakan angkringan di Sragen masih menyajikan teh oplosan, campuran berbagai merek teh.

Para anak muda yang tergabung dalam Sragen Communitea mencoba mengedukasi warga Sragen dengan mengenalkan teh racikan yang diproduksi sendiri, bukan teh oplosan yang berasal dari teh pabrikan. Bahkan sejumlah anak muda berani berbisnis dengan membuka tea house atau rumah teh.

Seperti Tea House Gemma Tea di Widoro, Sragen Wetan, dan Tea House Sukowatea di Omah Lawas Mojo, Sragen Kulon. Harga teh di rumah teh itu cukup bersaing dengan harga kopi di kafe. Gemma Tea Widoro menjual teh dengan harga mulai Rp5.000-Rp14.000/cangkir.

Baca Juga: Mewujudkan Mimpi Bupati Yuni Miliki Teh Khas Sragen

Ada pula teh premium yang di Jakarta dan Bandung dijual dengan harga di atas Rp30.000 per cangkir, namun di rumah teh milik Setyawan Galih itu hanya dijual Rp14.000 per cangkir. Sebagai informasi, Setyawan Galih merupakan lulusan S2 Institut Teknologi Bandung (ITB).

Harga teh mewah bisa melebihi harga kopi mewah. Master Teh Sragen, Heru Purwanto, memiliki teh jenis Lung Cha dengan harga sampai Rp250 juta per kilogram. Artinya, minum teh jenis itu satu cangkir saja nilainya setara dengan harga motor.

Heru pernah menyuguhi Solopos.com teh Lung Ching dengan harga Rp50 juta per kg atau senilai Rp50.000/gram. Setiap kali menyeduh, Heru mengambil 3 gram teh. Teh sebanyak itu bisa dinikmati untuk tiga orang.

Artinya, satu orang menikmati satu cangkir teh seharga Rp50.000/cangkir. Namun, teh mewah itu tidak dijual Heru, namun hanya untuk menjamu tamunya.

Reputasi teh yang tidak sebagus kopi itu bagi Heru disebabkan karena minimnya edukasi. Ia mengatakan  tingkat pengetahuan orang Indonesia, tentang teh baru 5%.

“Ketika 10 orang ditanya tentang teh hitam, teh hijau, atau teh wangi, kebanyakan mereka tidak tahu. Kalau ditanya tentang kopi, mereka tahu karena jenis kopi hanya tiga, yakni arabika, robusta, dan riberika. Kalau teh, ada teh asamika, sinesis, teh sringlangka, teh China, dan seterusnya. Artinya, variasi jenis teh lebih banyak daripada kopi,” jelas Heru saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (17/5/2022).

Baca Juga: Bupati Yuni Ingin Sragen Punya Teh Khas Bumi Sukowati, Caranya?

Heru melihat peluang bisnis teh itu lebih tinggi daripada kopi. Dia mencontohkan teh yang dijual di Angkringan Omah Semar di Jl. Duku 1, Jajar, Laweyan, Solo, ternyata disukai oleh orang-orang kelas menengah ke atas. Kalangan sekelas artis, anggota DPR, dan menteri menjadi langanan di angkringan tersebut.

“Ada teman yang awalnya belajar [meracik teh] di Jamus, Ngawi. Setelah itu ia buka kedai teh di Amerika dan laris. Di sisi lain, teh bisa menjadi kebanggakan keluarga, tetapi kopi belum tentu. Teh-teh keluarga itu pun bisa diwariskan ke keturuanannya terus-menerus,” jelasnya.

Bikin Naik Kelas

Heru berpandangan teh itu bisa menaikan kelas dalam status sosial di masyarakat karena teh itu bisa menjadi semacam ideologi. Keluarga-keluarga di Tionghoa itu, sebut Heru, kebanyakan memiliki teh produk keluarga yang diracik sendiri. Sebagian pabrik teh yang ada saat ini juga berasal dari racikan teh keluarga.

“Ketika pemahaman orang tentang teh itu hanya 5%, pemahaman orang Indonesia tentang kopi bisa sampai 90%. Tetapi dilihat dari jumlah peminumnya, peminum teh kesehatan 5% dan peminum teh wangi bisa sampai 70%. Sebaliknya peminum kopi hanya di angka 20%. Coba lihat di warung, tidak ada orang makan bakso minumnya kopi, tetapi minumnya teh. Orang makan satai tidak ada yang minumnya kopi tapi minumnya teh. Apa pun makanannya kebanyakan minumnya teh, bukan kopi,” jelasnya.

Pemilik Rumah Teh Gemma Tea Widoro, Setyawan Galih, membuka bisnis kedai teh sejak sebulan lalu. Ia meracik teh sendiri dengan bahan yang dibeli dari berbagai daerah, mulai dari Kemuning (Karanganyar), Jamus (Ngawi), Jawa Barat, Banten, dan Sukabumi.

Baca Juga: Sragen Punya Master Teh yang Bisa Bikin Racikan Seharga Rp250 Juta/kg

Ia memiliki banyak varian teh yang disajikan kepada pelanggan yang mayoritas kalangan milenial. Setyawan menyebut varian teh yang dimiliki itu berupa tea blend dengan delapan varian, teh single original 20 varian, dan teh wangi tiga varian. Kemudian teh buah stroberi dan leci, dan yang paling diminati teh sunset blisk atau teh teman tidur.

“Di rumah teh ini pelanggannya para pecinta teh. Bagi para pecinta kopi bisa minum teh dengan cita rasa kopi atau teh kopi. Teh di sini murah, mulai dari harga Rp5.000/cangkir sampai Rp14.000/cangkir,” ujarnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Dua Ahli Pernah Menjelaskan Ihwal Ganja Medis di Mahkamah Konstitusi

+ PLUS Dua Ahli Pernah Menjelaskan Ihwal Ganja Medis di Mahkamah Konstitusi

Dua orang ahli dari Korea Selatan dan Thailand pernah didatangkan ke Mahkamah Konstitusi untuk memberikan penjelasan tentang penggunaan ganja untuk kepentingan medis di dua negara itu.

Berita Terkini

Indeks Banpol di Karanganyar Diusulkan Naik, PDIP Terima Paling Banyak

Berdasarkan masukan dari parpol, Pemkab Karanganyar mengajukan usulan kenaikan dana bantuan partai politik (banpol) ke Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Konser Di Solo, Dream Theater Dan Kru Bakal Naik Bus Dari Jakarta

Personel dan kru Dream Theater yang akan konser di Solo pada 10 Agustus mendatang bakal naik bus dari Jakarta menuju Kota Bengawan

Fix! Hewan Kurban di Sragen Harus Punya SKKH atau...

Bupati Sragen mewajibkan semua hewan kurban harus memiliki surat keterangan kesehatan hewan atau SKKH. Tim gabungan akan memantau hewan kurban ke masjid-masjid.

Resmi Dibuka, Drive Thru ETP Grab OVO Di Galabo Solo Layani 3 Transaksi

Grab OVO resmi meluncurkan layanan drive thru yang mencakup tiga jenis transaksi pembayaran di pusat kuliner Galabo, Solo, Kamis (30/6/2022).

Wow! Perputaran Uang di Pasar Legen Jatinom Capai Miliaran Rupiah

Pasar Legen, pasar tiban yang hanya buka saban pasaran Legi di Lapangan Bonyokan, Kecamatan Jatinom ini telah dikenal masyarakat luas dari berbagai daerah.

Ada Temuan Bakteri, Korban Perkosaan Sukodono Kembali Diperiksa Polisi

Anak asal Sukodono, Sragen, yang diduga diperkosa tetangganya, kembali diperiksa polisi terkait temuan adanya bakteri pada kelamin korban dari hasil pemeriksaan RS.

Awas! Ini OPD Pemkot Solo Yang Rawan Pungli Menurut Anggota DPRD

Ketua Komisi I DPRD Solo Suharsono mengatakan kasus pungli oleh pegawai kontrak di Terminal Tirtonadi harus menjadi peringatan untuk Gibran dan jajaran Pemkot Solo.

Yuk, Nostalgia ke Pameran Foto Pesona Solo Tempoe Doeloe Monumen Pers

Pameran foto Pesona Solo Tempoe Doeloe, resmi dibuka di Monumen Pers Nasional, Solo, Kamis (30/6/2022).

162 Calhaj Wonogiri Mulai Menuju Embarkasi Donohudan Boyolali

Sebanyak 162 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Wonogiri mulai menuju Embarkasi Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Kamis (30/6/2022) sore.

Viral Video Mobil Hilang Kendali Meluncur ke Jurang, di Sini Lokasinya

Mobil yang sempat terjun ke jurang tersebut sudah diangkut pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Terdengar 2 Ledakan, Dapur MTs Negeri Sumberlawang Hangus Terbakar

Dapur MTs Negeri 3 Sragen di Sumberlawang hangus terbakar pada Kamis (30/6/2022) sore. Kebakaran dicuga akibat elpiji bocor yang menimbulkan dua kali ledakan.

Suka Duka Pemungut Sampah Desa di Karanganyar, Segini Honornya

Parno, petugas pemungut sampah asal Tasikmadu, Karanganyar bekerja tanpa ada asuransi kesehatan dan honor pas-pasan.

Pertamina: Banyak Yang Salah Kaprah Soal MyPertamina Untuk BBM Subsidi

PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan banyak masyarakat yang salah kaprah mengenai pendaftaran pengguna BBM subsidi melalui MyPertamina. Begini penjelasannya.

Di Klaten Masih Ditemukan Daerah Blank Spot Zonasi PPDB SMP, Di Mana?

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP ditutup, Kamis (30/6/2022) siang. Sekolah masih melakukan proses verifikasi data sebelum hasil PPDB diumumkan, Rabu (6/7/2022).

Konsep CFS Wonogiri Berubah, Tempat Jualan dan Olahraga bakal Dipisah

Paguyuban pedagang dan Karang Taruna Giripurwo sepakat berkolaborasi menjadi pengelola car free sunday (CFS) Wonogiri. Nantinya, konsep CFS Wonogiri berubah.