R.M. Zaga Raditya Kusuma Prabu dan Bellawati Dityasari. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Akuntan publik dan juga musisi Kota Solo, https://soloraya.solopos.com/read/20190828/489/1014936/kabar-duka-akuntan-publik-solo-rachmad-wahyudi-meninggal" title=" Kabar Duka: Akuntan Publik Solo Rachmad Wahyudi Meninggal Kabar Duka: Akuntan Publik Solo Rachmad Wahyudi Meninggal">Rachmad Wahyudi, meninggal dunia karena sakit di RSUD dr. Moewardi, Jebres, Solo, Rabu (28/8/2019) pukul 02.00 WIB.

Jenazah laki-laki yang juga kader PDIP itu dikebumikan di Astana Bibis Luhur Solo sekitar pukul 15.00 WIB. Rachmad Wahyudi meninggal dunia enam hari seusai menikahkan anaknya,https://soloraya.solopos.com/read/20190824/494/1014199/kisah-unik-putra-akuntan-publik-solo-beri-maskawin-2300-lembar-saham" title="Kisah Unik: Putra Akuntan Publik Solo Beri Maskawin 2.300 Lembar Saham"> Zaga Raditya Kusuma Prabu, Jumat (23/8/2019) lalu.

Ijab kabul dilangsungkan di rumahnya, Tohudan, Colomadu, Karanganyar. Sedangkan resepsi ngunduh mantu berlangsung di Gedung Wanita, Manahan, Solo.

Beberapa hari terakhir pernikahan putra Rachmad Wahyudi menyita perhatian publik. Hal itu karena mahar pernikahan tersebut menggunakan 2.300 lembar saham.

Nama Rachmad Wahyudi cukup dikenal di https://soloraya.solopos.com/read/20190828/489/1014881/awas-pasang-iklan-di-pohon-solo-terancam-kurungan-dan-denda-rp50-juta" title="Awas, Pasang Iklan di Pohon Solo Terancam Kurungan dan Denda Rp50 Juta">Kota Bengawan karena kiprahnya di berbagai bidang, termasuk di dunia politik beberapa tahun lalu. Bapak lima orang anak itu semasa mudanya merupakan keyboardis band beraliran rock asal Solo, Kaisar.

Selama masa itu dia memakai nama panggung Yudi Kosasih. Rachmad Wahyudi juga pernah digadang-gadang menjadi calon wakil wali kota Solo pendamping F.X. Hadi Rudyatmo pada Pilkada 2015 silam.

Saat itu dia turut serta dalam tahap penjaringan calon wakil wali kota Solo oleh DPP PDIP. Namun rekomendasi cawali-cawawali Solo dari DPP PDIP turun kepada F.X. Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo.

Sekretaris DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa, saat diwawancarai wartawan di kantornya mengungkapkan rasa belasungkawa yang terdalam atas meninggalnya Rachmad Wahyudi.

Menurut dia, Rachmad Wahyudi merupakan sosok yang supel dan pekerja keras. Teguh kali terakhir bertemu Rachmad Wahyudi saat resepsi pernikahan putra Rachmad di Gedung Wanita Solo. Saat itu Rachmad sudah tampak sakit dan duduk di kursi roda.

Tapi untuk menghormati para tamu Rachmad beberapa kali memaksakan diri berdiri, termasuk saat foto bersama. “Pas foto dengan Pak Wali Kota itu kan [Rachmad] dipaksakan berdiri, termasuk saat panggih jalan di-dabyang-dabyang begitu,” kata dia.

Setahu Teguh, saat itu Rachmad mengalami sakit syaraf terjepit sehingga harus dibantu kursi roda ketika beraktivitas. Karena rasa cintanya kepada sang putra dan penghormatan kepada para tamu, Rachmad tampil totalitas saat resepsi pernikahan.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten