Akumulasi Utang & Bunga Sejak 1998 Menggelembung Jadi Rp3.444 Triliun

 Ilustrasi proyek pembangunan jalan tol. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi proyek pembangunan jalan tol. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)

Ekonomi Indonesia masih terhambat akumulasi utang dan bunga sejak 1998 yang kini menggelembung hingga Rp3.444 triliun.

Solopos.com, JAKARTA — Akumulasi utang beserta bunga utang pemerintah terus menjadi momok yang menggerus anggaran dan menghambat laju pertumbuhan ekonomi secara bergulir di masa mendatang.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan krisis moneter 1998 dan pembengkakan subsidi energi pada pemerintahan sebelumnya menyebabkan akumulasi utang dan bunga utang menggelembung hingga Rp3.444 triliun sampai saat ini.

Kewajiban utang yang harus dibayar setiap tahun tentu menggerus anggaran negara. Akibatnya, alokasi belanja modal dan belanja barang minim dan tak mampu menggerakkan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

Pertumbuhan ekonomi yang tak kencang bisa menyebabkan penerimaan negara dari sektor riil menyusut, misalnya pajak dan ekspor. Hal itu kembali bergulir pada periode anggaran selanjutnya dan terus menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

“Akibatnya mengurangi anggaran belanja modal dan belanja barang yang penting, itu efek dan beban yang akan datang,” ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jumat (28/10/2016).

Kendati terus menumpuk, utang pemerintah dinilai masih di level terkendali dibandingkan porsi utang negara maju, yakni berada di bawah 30% terhadap produk domestik bruto (PDB). Berbeda dengan porsi utang Amerika Serikat atau Jepang yang mencapai dua kali lipat dari PDB, bahkan persentase utang China melebihi 250% terhadap PDB.

Dalam pernyataan sebelumnya, Wapres Kalla menyebutkan pemerintah harus menyisihkan dana sekitar Rp500 triliun atau 20% lebih dari total anggaran penerimaan dan belanja negara (APBN) 2017 hanya untuk mengangsur utang beserta bunganya.

Dia mengaku, ruang fiskal yang tersedia sangat sempit untuk menopang pembangunan. Maka itu, solusi paling efektif ialah mendorong investasi dari sektor swasta serta meningkatkan konsumsi masyarakat.

Tak hanya itu, solusi juga bisa berasal dari penghematan. Para kepala daerah diperintahkan untuk mengurangi biaya internal birokrasi dan lebih memprioritaskan subsidi untuk masyarakat, seperti biaya kesehatan, pendidikan, dan sosial. “Di satu sisi subsidi masyarakat memang mengurangi anggaran untuk pembangunan, tapi juga menjadi bagian menutup gap dan menjaga keadilan,” tuturnya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total belanja negara pada APBN 2017 tercatat mencapai Rp2.080,5 triliun. Jumlah itu terdiri dari, belanja pemerintah pusat Rp1.315,5 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa Rp764,9 triliun.

Di sisi lain, pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp1.750,3 triliun, terdiri dari penerimaan dalam negeri Rp1.748,9 triliun dan penerimaan hibah Rp1,37 triliun. Dari pos pembiayaan, total pembiayaan utang tercatat Rp384,7 triliun, pembiayaan investasi Rp47,5 triliun, pemberian pinjaman Rp6,4 triliun, kewajiban penjaminan Rp900 miliar, dan pembiayaan lainnya Rp300 miliar. Total, pembiayaan anggaran Rp330,2 triliun dengan persentase defisit anggaran sebesar 2,41%.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dangdut Koplo Menggema dari Kalangan Bawah hingga Menembus Istana

      + PLUS Dangdut Koplo Menggema dari Kalangan Bawah hingga Menembus Istana

      Mengundang kontroversi di awal kemunculannya, dangdut koplo yang sebelumlnya populer di kalangan masyarakat bawah menjelma sebagai musik populer yang menembus kasta. Bahkan, gaung dangdut koplo mampu menembus kokohnya tembok Istana Merdeka, Jakarta.

      Berita Terkini

      Sempat Ingin Gelar Kenduri, Warga Mondokan Sragen Malah Bunuh Diri

      Seorang pria tua asal Kecamatan Mondokan, Sragen, nekat mengakhir hidupnya tanpa diketahui sebabnya. Namun sebelum meninggal, korban sempat mengaku ingin menggelar kenduri namun tak bisa.

      Hoaks! Unggahan di TikTok, Agar Baterai Awet Dimasukan Rice Cooker

      Beredar unggahan di aplikasi Tiktok tentang cara membuat baterai awet dengan cara dimasukan ke penanak nasi listrik atau rice cooker.

      Sosok Joko Tingkir yang Disebut di Lagu Viral Ngombe Dawet

      Inilah profil sosok Joko Tingkir yang disebut dalam lagu viral ngombe dawet.

      Viral Lyodra Ginting Teriakkan Papua Merdeka di Istana, Cek Faktanya!

      Unggahan video yang memperlihatkan Lyodra Ginting teriakkan Papua Merdeka itu pun viral dan menuai beragam komentar warganet.

      Surya Darmadi sudah Ditahan, Siapa Lagi Buron Kasus Korupsi?

      Tersangka kasus dugaan korupsi penguasaan lahan sawit dan pencucian uang, Surya Darmadi, sempat masuk DPO sebelum akhirnya memehuhi panggilan Kejagung.

      Hukum Tidak Menikah dalam Islam, Haramkah?

      Bagaimana hukum tidak menikah dalam Islam, apakah haram atau diperbolehkan? Ini jawaban dan penjelasan dari Nahdlatul Ulama atau NU online.

      Pengacara: Brigadir J Meninggal Kok Rekeningnya Masih Bisa Transaksi

      Rekening almarhum Brigadir J dan beberapa ajudan lainnya diduga dipakai oleh kelompok Ferdy Sambo untuk transaksi haram mafia judi dan narkoba.

      Harga TBS Sawit Sudah di Atas Rp2.000 per Kg, Petani Girang

      Petani sawit bersyukur di momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia, harga tandan buah segar (TBS) terus naik sedikit demi sedikit.

      Ealah! Ospek Hari Pertama Unnes Diwarnai Ricuh, Ini Penyebabnya

      Hari pertama ospek mahasiswa baru atau PPKMB Unnes 2022 diwarnai ketegangan antara anggota BEM dengan pihak kampus.

      Rumah Subsidi Boyolali Punya Fasilitas Lengkap, Dekat Jalan Raya, Mau?

      Sejumlah pengembang perumahan di Boyolali punya strategi khusus agar rumah subsidi  yang mereka jual cepat laku di pasaran.

      Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Lebak Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak

      Jalan rusak merupakan penghubung Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak

      Pertamina Ajak Warga Boyolali Manfaatkan Eceng Gondok Jadi Biogas

      Pertamina menjalankan program CSR Desa Energi Berdikari dengan mengedukasi masyarakat memanfaatkan eceng gondok di sekitar waduk sebagai sumber energi baru terbarukan.

      Sosok Fatmawati Ibu yang Melahirkan Megawati Soekarnoputri

      Sosok ibu yang melahirkan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Fatmawati, dikenal karena jasanya menjahit bendera Merah Putih saat persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

      Jokowi Instruksikan Pemda dan TPID Kerja Sama Tekan Laju Inflasi

      Identifikasi itu dibarengi dengan pengecekan oleh tim pengendalian inflasi terkait ketersediaan pasokan pangan di masing-masing daerah agar bisa disambungkan dan memenuhi satu sama lain.

      Unik! Upacara HUT RI, Warga Samin Kibarkan Bendera dengan Dipanjat

      Bendera Merah Putih dikibarkan di tiang bambu tidak menggunakan tali