Akui Dukung Gibran Jadi Wali Kota Solo, Kaesang: Biar Bisnisnya Bisa Saya Ambil

Kaesang mengaku kini memegang bisnis bapaknya, Jokowi. Ia juga sering mengirim makanan ke Istana lewa Gofood.

 Kaesang Pangarep di podcast Deddy Corbuzier. (Youtube)

SOLOPOS.COM - Kaesang Pangarep di podcast Deddy Corbuzier. (Youtube)

Solopos.com, SOLO — Bukan Kaesang Pangarep namanya kalau tidak “gila”. Saat diwawancara Deddy Corbuzier di kanal Youtube yang tayang Selasa (21/9/2021), putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengaku mendukung kakaknya Gibran Rakabuming Raka untuk jadi Wali Kota Solo.

Yang bikin gerr adalah alasannya mendukung sang kakak. Kaesang mengaku mendorong Gibran jadi Wali Kota agar bisnis Gibran bisa ia ambil. “Ayo mas, ayo jadi wali kota, biar bisnisnya bisa saya ambil. Kan secara aturan enggak boleh kepala daerah punya bisnis,” ujar Kaesang dengan santainya

“Bangs#*!” ujar Deddy dalam nada bercanda menimpali sambil terbahak.

Baca Juga: Diwawancara Deddy Corbuzier, Kaesang Mengaku Tertarik Terjun di Politik, Tapi..

Rupanya, hal yang sama sudah ia lakukan terhadap sang bapak. Seperti diktehaui, begitu Jokowi terpilih menjadi presiden, bisnis furniturnya tidak boleh lagi ia kelola. Oleh karenanya, bisnis itu ia serahkan kepada anak sulungnya, yakni Gibran. Lantas Gibran terjun ke politik dan menjadi Wali Kota Solo, maka bisnis Jokowi itu diserahkan kepada Kaesang.

“Nanti kalau sudah lengser berarti bisa dikembalikan lagi dong,” ujar Deddy.

“Ya enggak lah, kan udah atas nama saya,” sahut Kaesang enteng. Deddy pun ngakak.

Lebih jauh, Deddy menanyakan bagaimana perasaan Kaesang saat bapaknya dikritik dan diolok-olok orang. Dengan gaya santainya, pemilik usaha Sang Pisang itu menjawab, “Ya biasa saja.”

Baca Juga: Ternyata Kaesang Pangarep Pernah Jajaki Pendirian Pabrik di Sragen, Bagaimana Kelanjutannya?

“Sudah risiko menjadi pejabat,” ungkap Kaesang.

Seperti diketahui, Jokowi kerap jadi sasaran kritik mulai dari sebutan klemar-klemen, otoriter, hingga persoalan makanan bipang yang sempat heboh beberapa waktu lalu. Menyikapi itu semua, Kaesang merasa tidak tergangggu. “Kan bapak itu figur publik, ya sudah risiko. Kalau bapak bukan presiden, lantas ada yang menjelek-jelekan ya saya permasalahkan,” ujar Kaesang.

Pada bagian lain, Kaesang juga mengaku kerap membelikan makanan via secara daring untuk ayahnya. “Bisnis bapak itu yang megang saya semua. Bapak sih dikasih makanan saja sudah senang,” kata dia.

“Saya beliin makanan aja, saya Gofood-in. Iya serius. Coba aja di Istana, beberapa kali ada Gofood, itu aku yang Goofood in.”

Baca Juga: Tebakan Netizen Benar! Ini Klarifikasi Kaesang Pangarep Soal Siap untuk RI 1
Ia mengaku tak masalah dengan protokol yang ribet. “Kalau beli lewat protokol, harus check food. Ribet. Kalau lewat saya yang tinggal masuk aja. Ga mungkin juga paspampres mau ngadang saya bawa Gofood,” ujar Kaesang.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Erick Thohir Ajak Pemuda Bangkitkan Ekonomi Lewat Muslim Leaderpreneur

BUMN berkomitmen membangun para leaderpreneur yang mau meningkatkan usaha (scale-up) melalui berbagai program konkret,

Kasus Infeksi Covid-19 di Eropa Meningkat, Korsel Siap Hidup Normal

Eropa sebagai satu-satunya wilayah di dunia yang melaporkan peningkatan kasus Virus Corona Covid-19 dan kematian akibat infeksi virus tersebut dalam sepekan terakhir.

Mahasiswa ITNY Petakan Jaringan Wifi Desa Gendayakan, Wonogiri

Melalui pemberdayaan organisasi mahasiswa, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) mengangkat program membangun desa yang dikemas dalam KKN Tematik

Mundurnya Warisan 93 Tahun Sumpah Pemuda

“Apa yang menyebabkan pemburukan itu? Konteksnya adalah masyarakat yang makin terpolarisasi, tetapi tanggung jawab politik sejak 2014 ada pada Jokowi.”

Kasus TPPU Bupati Puput, KPK Geledah Lagi 3 Rumah di Probolinggo

Tim penyidik KPK kembali menggeledah 3 rumah di Kabupaten Probolinggo pada Rabu (27/10/2021) terkait kasus dugaan gratifikasi dan TPPU yang menjerat Bupati Probolinggo nonaktif, Puput Tantriana Sari.

ASEAN-Korea Harus Optimalkan Potensi Ekonomi Digital dan Ekonomi Hijau

ASEAN dan Republik Korea harus fokus pada dukungan pembuatan kebijakan yang kondusif bagi pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi digital.

Pos Polisi Aceh Barat Diserbu OTK, Korban Jiwa Masih Simpang Siur

Pos Polisi Panton Reue di Gampong Manggi, Panton, Aceh Barat diberondong senjata api oleh OTK tetapi belum ada kepastian anggota kepolisian ada yang terluka atau tidak akibat insiden itu.

Satgas BLBI Ingatkan Tommy Soeharto dan Mbak Tutut Bayar Utang

Satgas BLBI akan menyarankan Tommy Soeharto dan Tutut Soeharto untuk kooperatif sebelum pemerintah mengambil tindakan lebih lanjut.

Dor! Polisi Tembak Polisi di Lombok Pakai Senapan dari Jarak Dekat

Kasus polisi tembak polisi di Lombok Timur, NTB, oleh Bripka MN yang menembak Briptu HT dari jarak dekat pada Senin (25/10/2021) menggunakan senapan serbu perorangan SS-V2 Sabhara.

Mahasiswa UNS Dorong Desa Purworejo Sragen Jadi Sentra Kambing Perah

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan beternak kambing perah Sapera.

Diduga Curi Sayur, Maman Dihabisi 14 Orang dan Dikubur Hidup-hidup

Pria 50 tahun, Maman, dihabisi 14 orang dengan cara dikeroyok dan dikubur hidup-hidup di kaki Gunung Cikuray, Kecamatan Cigedung, Garut pada Selasa (21/10/2021) diduga karena mencuri sayur.

Kongres Pemuda I, Fondasi Persatuan yang Terabaikan

Sinisme terhadap bahasa Belanda, yang jadi bahasa pengantar Kongres Pemuda I, mungkin menjadikan kongres ini dianggap tidak penting dan jarang masuk ke dalam kesadaran publik bangsa ini.

10 Berita Terpopuler: Hiii... Ada Makam Misterius di Trotoal Solo Baru

Kabar tentang makam misterius di trotoar jalan utama Solo Baru menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Kamis (28/10/2021).

Wah, Pegawai Coca-Cola Dapat Hadiah Rp28 Juta Seusai Vaksin Covid

Perusahaan Coca-Cola mengumumkan akan memberikan bonus US$2.000 (Rp28 juta) jika mereka mau mendapat vaksin Covid-19.

Solopos Hari Ini: Menwa UNS di Titik Nadir

Pembubaran Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS) dimungkinkan sebagaimana diatur dalam Peraturan Rektor No. 26/2020 tentang Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa).

Diduga Nyambi Jadi Pengedar Narkoba, Polisi Dibekuk

Oknum polisi berpangkat briptu tersebut diringkus bersama empat orang lainnya dari rumah terduga bandar narkoba di Desa Suka Kaya, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang.