Aktivitas Masyarakat di Kantor Justru Naik, PPKM Darurat di Jateng Kurang Efektif

Hasi riset UGM Yogyakarta menyebutkan PPKM Darurat di Jawa tengah belum berjalan efektif.

 Aparat Polres Salatiga melakukan blockade di Simpang Blotongan, Kota Salatiga, Minggu (4/7/2021). (Istimewa/Humas Polres Salatiga)

SOLOPOS.COM - Aparat Polres Salatiga melakukan blockade di Simpang Blotongan, Kota Salatiga, Minggu (4/7/2021). (Istimewa/Humas Polres Salatiga)

Solopos.com, SOLO — Jawa Tengah (Jateng) disebut menjadi salah satu provinsi di Pula Jawa kurang berhasil mengurangi mobilitas warganya selama PPKM Darurat. Efektifitas PPKM Darurat paling terlihat di Jawa Timur (Jatim).

Hal ini tercermin dari hasil riset Institute For Policy Development, Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik (DMKP) Fisipol UGM Yogyakarta, berjudul ‘Catatan Setengah Jalan PPKM Darurat’ yang dipublikasikan pada Kamis, (15/7/2021).

Mengutip situs ugm.ac.id, Jumat (16/7/2021), hasil riset itu menunjukkan PPKM Darurat sejak 3 Juli 2021 memang berhasil mengurang aktivitas masyarakat di ruang publik. Namun jika diperinci per provinsi, hasilnya akan sangat variatif. Dari situ terihat efektivitas PPKM di Jateng masih sangat rendah.

Baca Juga: 33 Pasar di Kabupaten Semarang Ditutup, Pedagang Hanya Pasrah

Salah satu dari tim peneliti, Cahyani Widi, mengungkapkan di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten, PPKM Darurat hanya berhasil meningkatkan aktivitas masyarakat di area rumah sebanyak kurang dari 1%. Di Jatim angkanya bisa sampai 2,71%.

“Alhasil, PPKM Darurat terlihat berjalan kurang efektif di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya,” tutur Widi.

Rapor merah Jateng bukan hanya pada minimnya peningkatan aktivitas masyarakat di area rumah. Namun juga pada tingkat aktivitas masyarakat di kantor. PPKM Darurat seharusnya membuat aktivitas masyarakat di kantor menurun. Di Jateng yang terjadi justru sebaliknya yakni aktivitas masyarakat di kantor meningkat sebesar 0,57%.

Baca Juga: Petani Tembakau di Temanggung Divaksin Covid-19, Ganjar Doakan Ini

Riset big data oleh UGM ini menggunakan sumber data dari google mobility, google trend, serta dari machine learning: similarweb.

Di Yogyakarta, penurunan mobilitas masyarakat di area retail dan rekreasi memang cukup signifikan. Namun, mobilitas masyarakat di area taman justru mengalami peningkatan. Peningkatan mobilitas masyarakat di area taman ini diketahui terjadi juga di wilayah DKI Jakarta.

Rekomendasi

Dari hasil temuan itu, salah satu anggota lain dari tim peneliti UGM, Media Wahyudi Askar, memberikan sejumlah rekomendasi. Rekomendasi pertama, pemerintah perlu terus menyiapkan penambahan tempat tidur, posko, tenda, gedung darurat, ataupun selter.

Kedua, pemerintah juga perlu menggunakan sistem rujukan bertingkat antar fasilitas kesehatan (rumah sakit dan selter) yang berbasis pada tingkat gejala pasien. Sehingga penumpukan pasien di fasilitas kesehatan dapat diminalkan. Ketiga membatasi arus masuk bagi orang dari luar negeri.

Baca Juga: Mobilitas Warga Salatiga Turun 23,98% Selama PPKM Darurat

Keempat mengoptimalkan kebijakan Work From Home (WFH) dan pembatasan mobilitas masyarakat di luar rumah, terutama di Bali. Kelima, pemerintah juga perlu memastikan distribusi tabung oksigen di seluruh fasilitas kesehatan terkendali dengan baik dan merata.

“Tadi pagi pemerintah melakukan konferensi pers, Bapak Luhut Pandjaitan, dan sudah diberikan catatan-catatan. Tapi memang yang perlu kami sampaikan disini adalah kondisi di lapangan jauh lebih kompleks dan rumit dari apa yang dipaparkan oleh pemerintah,” pungkas Media yang juga dosen Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM.


Berita Terkait

Berita Terkini

Periksa Panitia Diklat Menwa UNS Solo, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus kematian mahasiswa UNS Solo, Gilang Endi Saputra, saat mengikuti Diklat Menwa.

Air Curug Mini Bengkelung Park Diklaim Obat Segala Penyakit

Air sungai yang ada di Bengkelung Park Doro ini konon baik untuk kesehatan karena dapat menyembuhkan penyakit.

Batang Jadi Produsen Minyak Atsiri Unggulan di Jateng

Kabupaten Batang ternyata merupakan produsen minyak atsiri unggulan di Jawa Tengah.

Misteri Jembatan Tanggulangin Kudus, Bikin Ciut Nyali Pejabat

Kisah misteri kali ini dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) terkait mitos di Jembatan Tanggulangin yang akan membuat pejabat yang melintas apes.

UMR Jateng 2022 Diprediksi Naik, Jadi Berapa?

UMR Jateng 2022 diprediksi naik sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam sistem penentuan upah.

Pemasangan Grider Jembatan Tol Batang-Semarang Disetop saat Akhir Pekan

Pemasangan jembatan grider yang menjadi penghubung Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di ruas Tol Batang-Semarang akan dihentikan pada akhir pekan.

1 Rumah Di Godong Grobogan Roboh Diterjang Angin Kencang

Diterjang angin kencang saat hujan deras, rumah milik Ali Mursidi, 37, Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, roboh.

Keterlaluan! Baru Lahir, Bayi di Semarang Dibuang di Saluran Air

Warga Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang digegerkan dengan penemuan jasad bayi perempuan di saluran air.

Aqua Dwipayana: AKHLAK Bukan Hanya Ucapan Tapi Harus Diimplementasikan

AKHLAK adalah singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif yang masing-masing nilai memiliki penjabarannya sendiri.

Balmon SFR Semarang Musnahkan Ratusan Perangkat Telekomunikasi Ilegal

Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio atau Balmon SFR Kelas I Semarang melakukan pemusnahan 270 unit alat atau perangkat telekomunikasi ilegal.

Nasi Brongkos, Makanan Spesial Raja Jawa

Nasi brongkos merupakan salah satu kuliner spesial raja-raja Jawa zaman dulu yang populer di Demak, Jawa Tengah.

Motif & Pengakuan Pria Bunuh Calon Istri di Hutan Angker Grobogan

Pria yang tega membunuh calon istrinya dan membuang mayat korban di hutan angker Grobogan mengaku sakit hati karena dibandingkan dengan pria lain.

Astaga! Desa Kumuh di Pemalang Terbanyak Se-Jateng

Kabupaten Pemalang kembali disorot dalam perbincangan di media sosial akhir-akhir ini lantaran berada di urutan tetatas daerah yang memiliki kawasan pemukiman kumuh terbanyak di Jawa Tengah.

Ini Kronologi Lengkap Pembunuhan Perempuan Di Hutan Grobogan

Berikut kronologi lengkap pembunuhan perempuan yang dilakukan Agus Supriyanto hingga mayat janda berinisial DS, warga Pemalang dibuang di hutan Grobogan.

Duh, Penangguhan Penahanan Ditolak, Mbah Minto Demak Tetap Dibui

Permintaan penangguhan penahanan terhadap kakek penjaga kolam ikan di Demak yang gagalkan aksi pencuri, Kasminto alias Mbah Minto, ditolak hakim Pengadilan Negeri (PN) Demak.

Ini Cara Pelaku Lakukan Pembunuhan Perempuan Di Hutan Grobogan

Agus Supriyanto, 37, menghabisi perempuan berinisial DS yang dibuang di hutan Grobogan di dalam mobil saat perjalanan ke Pemalang.